Air untuk Rakyat

Desa Limbangan, Kec. Limbangan, Kab. Kendal terletak di lereng barat gunung Ungaran. Sebagaimana desa-desa lain di lereng gunung, Limbangan juga kaya air. Sepanjang tahun tidak pernah sekalipun mengalami kekurangan air, baik untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, dan lain-lain. Sayangnya, kontur tanah yang berbukit-bukit menjadikan tidak semua area mendapatkan distribusi air dengan baik. Sumur tidak mesti bisa dibuat di semua tempat.

Sejak dulu kala sudah terbangun pola peruntukan lahan secara alami. Area-area yang bisa terairi dengan baik berkembang menjadi persawahan. Bukit-bukit yang terjal rimbun oleh pepohonan hutan rakyat. Lahan kering yang tidak terairi sepanjang tahun dimanfaatkan untuk ladang palawija tadah hujan. Sebagian lain untuk perkampungan warga. Dulu, seringkali warga mengalah, memilih menempati lahan yang kurang subur untuk membangun perumahan, karena lahan-lahan subur dimanfaatkan optimal untuk pertanian dan perkebunan. Di masa sekarang, kesadaran itu semakin terkikis. Banyak lahan subur yang justru tidak dimanfaatkan untuk pertanian dan perkebunan, malah dipergunakan untuk perumahan.

Desakan polah tingkah manusia memburu kebutuhannya membuat sumber-sumber alam yang dulunya melimpah makin lama berkurang, termasuk sumber air.

Oh… tidak semua begitu. Masih banyak warga yang ramah lingkungan. Bahkan Desa Limbangan pernah mengeluarkan Perdes (sampai saat ini merupakan satu-satunya perdes -peraturan desa- di Desa Limbangan) tentang lingkungan hidup. Berkat Perdes itu dan berbagai sosialisasi yang dilakukan terus menerus, di Desa Limbangan, saat ini hampir-hampir tidak dijumpai lagi orang berburu binatang liar, meracun dan menyetroom ikan di sungai, juga sudah jauh berkurang perilaku membuang sampah sembarangan terutama di sungai-sungai. Perusakan hutan jauh berkurang, sumber-sumber alam termasuk sumber air terpelihara lebih baik.

Baru-baru ini, warga RW 5, Desa Limbangan membangun saluran air untuk kebutuhan rumah tangga. Sumber airnya mengambil dari perbukitan sebelah timur desa yang berjarak kurang lebih satu kilometer. Sebuah mata air yang keluar dari bawah batu besar di tengah rimbunnya hutan bambu, menjadi andalan warga RW 5 Desa Limbangan untuk mencukupi kebutuhan air.

Proyek swadaya ini mendapat stimulus dari pemerintah berupa material untuk pembangunan saluran distribusi air ke rumah warga, sedangkan warga sendiri berpartisipasi dan bertanggung jawab penuh mulai dari survey dan penelitian, jajak kebutuhan, pelaksanaan termasuk tenaga kerjanya, dan pola distribusi sampai dengan perawatannya. Diharapkan, bulan depan (Mei 2009) proyek ini sudah selesai dan tidak ada lagi permasalahan air di RW 5, Desa Limbangan.

Tulisan ini didedikasikan untuk Hari Bumi, 22 April 2009
Tulisan asli telah diterbitkan pada 22 April 2009.
Diterbitkan ulang untuk menyemarakkan Blog Action Day 2010 pada 15 Oktober 2010

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

26 thoughts on “Air untuk Rakyat

  1. selamat ya mas. di pondok kami yang kebetulan lereng slamet juga mengalami hal serupa. selalu ada masalah dengan air. padahal air deras dimana2.

    sudikan mas andy menjenguk kami

    novi menampilkan tulisan… CLBK itu Ada

  2. Semoga kita bisa ikut mewujudkan air (bersih) yang murah untuyk rakyat. :???: jadi mikir apa selama ini air masih mahal di masyarakat kita ya :?:

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    • di banyak tempat, air sangat murah… di banyak tempat lain sangat mahal…
      sayangnya di tempat yang murah air, tidak selalu diikuti dengan perilaku menghargai lingkungan dan sumber air… *prihatin*

  3. posting yang bagus, posting seperti ini akan merangsang kita semmua untuk lebih mencintai alam. tapi terlepas dari semua itu adalah telah timbulnya kepekaan pada diri manusia, itu jauh lebih penting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *