Air

Dalam ilmu ekonomi, air termasuk salah satu alat pemuas kebutuhan manusia. Berdasarkan kelangkaannya, alat pemuas kebutuhan dibedakan menjadi benda ekonomi, benda bebas, dan benda illith.

Benda ekonomi adalah benda yang dibutuhkan jumlahnya terbatas sehingga untuk mendapatkannya diperlukan pengorbanan. Biasanya pengorbanannya berupa alat tukar. Contohnya adalah makanan, minuman, pakaian, peralatan rumah tangga, dan sebagainya.

Benda bebas adalah alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya melimpah dan untuk mendapatkannya tidak perlu pengorbanan. Contoh benda bebas antara lain air, udara, sinar matahari, dan lain sebagainya. Untuk memperoleh benda bebas, tak perlu menggunakan alat tukar karena itu sudah merupakan nikmat Tuhan yang disediakan untuk mahlukNya.

Benda illith adalah benda yang jumlahnya berlebihan sehingga dapat membahayakan dan mendatangkan bencana, oleh karena itu, perlu dikurangi penggunaannya. Contohnya adalah air. Dalam jumlah secukupnya berguna bagi kehidupan manusia, namun bila jumlahnya berlebihan dapat menyebabkan banjir dan tsunami.

//dipetik dan disesuaikan, bersumber dari buku pelajaran Ilmu Ekonomi untuk SMA

Air adalah benda yang unik. Walaupun pada dasarnya adalah benda bebas, namun dalam keadaan tertentu dapat digolongkan dalam ketiga kategori di atas.

Ops… Lebih tepatnya pembahasan soal air ini dibatasi pada air tawar atau fresh water saja, karena air tawarlah yang lebih banyak dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari (air tawar adalah air yang kadar salinitasnya kurang dari 0.5 permil).

Menurut para ahli ilmu alam, dari keseluruhan air yang ada di bumi, kurang dari 3% saja yang berupa air tawar. Yaaa… Kira-kira hanya 2.75% lah!… Dari sedikit prosentase itu, 74.55% (2.05 dari total) membeku di kutub, glasier, dan puncak-puncak gunung yang tinggi. Kira-kira 24.73% dari sedikit itu atau 0.68% dari keseluruhan, berupa air tanah, dan hanya kira-kira 0.4% dari sedikit prosentase itu atau 0.011% dari keseluruhan yang berupa air permukaan yang ada di danau, rawa, dan sungai-sungai.

gambar dari http://taelah.blogspot.com

Secara keseluruhan, mungkin bila dirunut menurut menurut hukum kekekalan massa-nya Lavoisier jumlah air relatif sebegitu saja, tidak banyak mengalami perubahan massa walaupun dalam siklusnya bisa berubah menjadi bermacam bentuk. Namun bila melihat sedikitnya prosentase air tawar (yang banyak dimanfaatkan untuk kehidupan manusia) dibandingkan dengan semakin banyaknya manusia pengguna air, nyata sekali bahwa ketersediaan air tawar yang layak (atau dapat dikatakan sebagai air bersih) yang dikonsumsi manusia baik untuk diminum maupun untuk hajat yang lain semakin lama semakin berkurang.

Pencemaran, pemanasan global, perusakan alam, dan lain-lain semakin lama semakin mengancam persediaan air. Atas dasar itu, masyarakat dunia pada  Sidang Umum PBB ke 47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brasil , bersepakat mengumumkan inisiatif peringatan Hari Air Sedunia (World Day for Water) yang diperingati setiap tanggal 22 Maret.

Walaupun dapat dikatakan ini adalah sebuah peringatan atau perayaan, namun senyatanya lebih kepada keprihatinan, dan ini dilakukan sebagai usaha menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan.

Yang seharusnya lebih diwaspadai lagi dibanding pencemaran, pemanasan global, dan perusakan alam yang mengancam sumber-sumber air, adalah upaya-upaya privatisasi air. Ketika air pada suatu keadaan menjadi benda ekonomi, pada kapitalis akan cenderung membudidaya air untuk memperoleh sebesar-besar keuntungan, dimulai dari hilir yang terdekat dengan konsumen, dan terus berusaha mencapai hulunya yaitu pemilikan sumber-sumber air.

Bagi saya yang masih orang Indonesia, ini mutlak bertentangan dengan UUD 45 Pasal 33 ayat 3; “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.

Bisa jadi, pasal ini kelak menjadi titik tembak para kapitalis demi usahanya menguasai air. Dan melihat peran penting air, mereka pasti tak henti-henti berusaha menguasai tetes-tetes air

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

29 thoughts on “Air

  1. Air mengalir sampai jauh… :D

    Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran siapa ya…. :)

  2. Saya takut sekali kl cucu saya pas hiking di pegunungan terus minum air disana dilarang. “eits… Jangan diminum. Ini properti milik A*ua …” (LOL) … Kira2 akan terjadi enga yah? (thinking)

    • sekarang pun sudah terjadi…
      di desa saya pernah ada beberapa petani kekurangan air. ternyata karena sumber air yang biasanya mengalir ke selokan menuju sawah-sawah mereka diblokir sebuah perusahaan peternakan. alasannya karena tanah dimana ada sumber air itu telah dibeli oleh perusahaan itu… (doh)

  3. Pingback: Cah Sholeh - 22 Maret, Hari Air Sedunia

  4. semoga para pemimpin negeri ini masih memikirkan rakyatnya, jangan sampai beli air harus dengan kartu subsidi air, mengenaskan!!!

    Pripun kabare kang andi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *