Serpihan keprihatinan terhadap “Cagar Budaya” di Surakarta :
Oleh : Ki Rekso Kanigoro
Sikap mental anakronisme adalah kebalikan dari sinkronisme atau sinergisme. Artinya, Anakronisme ini sebuah kalimat pelembut bagi orang-orang yang nggak menghargai sejarah. Mereka lahir dari system ‘The Time Tunel” (mak bedunduk-ujug2 lahir dari batu). Ini hanya suatu Ilustrasi dari pemahaman kita terhadap keberadaan kita sendiri. Di kota apa, di negara apa. Mau dibiarkan saja apa-apanya, dong. Menurut pandangan saya, siapa lagi yang mau ngebelain runtuhnya kultur kita jikalau kita semua pada apatis, kagak peduli, pada kotanya sendiri – bagian dari negeri tercinta NKRI? Solo, adalah sejarah ‘lajer-nya kekuasaan dan pemerintahan dan kultur rakyatnya- dari sejak ‘jo-mbejuja’. Minimal sejak jaman Kerajaan2 Majapahit-Demak-Pajang-KuthoGedhe-Plered-Kartosuro-Surokarto….. Artinya, kita harus ‘conserve’-berjaga-jaga- jangan sampai sadar nggak sadar-peduli nggak peduli– melakukan pembiaran tehadap terjangkitnya wabah ‘brainwashing’ kultural kita (meng-amputasi ingatan kolektif kita, agar kita kehilangan ingatan)— yang mungkin -bukan mustahil-memang diupayakan secara tersamar namun sistimatis – untuk dilakukan operasi DISKULTURISASI JAWA INDONESIA… Ini bukan soal ‘ewo’ margo kalangan -kalangan investor itu dho sugih. Tapi kita coba ingat Mengapa disekitar tahun 1990an di tengah -tengah kompleks bangunan Karaton Solo mau didirikan hotel pula? Sekitar tahun 1992, maka bangunan Pemajegan, Pekapalan, dan Balai Agung (bagian penting dari bangunan Karaton) telah digempur, untuk dijadikan Benteng Plaza… (yang waktu Solo ‘ber-Anoman Obong’ juga ikut terbakar) ? Di sekitar tahun itu juga telah dilakukan pembuatan kios-kios yang diskultur di salah satu bagian dari Masjid Agung Surakarta Hadingrat. Beberapa Tahun yang lalu, Gedung Putera di Jalan Slamet Riyadi juga digempur, dan sekarang sudah jadi mall. Di bagian utara Karaton – yang kalau mau memperhatikan UU. No. 5 Th, 92 tentang Cagar Budaya, maka lokasi tersebut sebenarnya masuk dalam kategori LINGKUNGAN BINAAN CAGAR BUDAYA – toh sekarang telah bertengger pula bangunan modern ya apalagi kalau bukan mall…(Pasar NON Tradisional) ————————-

Sebenarnya banyak bahan saya untuk bersama-sama ‘ngudoroso’ untuk ikut MENEGAKKAN UNDANG-UNDANG…. tetapi ini saya ngantuk. Jadi tak pulang dulu..kapan2 disambung lagi. Dibawah ini sekedar catatan2 [truncated], yang bisa dikembangkan sebagai materi diskusi…. Nuwun… [Ki Rekso Kanigoro]
Catatan Andy MSE:
- Anakronisme: Ungkapan yang mengandung ketidaksesuaian dengan antara peristiwa dengan waktunya.
- Tulisan ini mungkin panjang sekali, ada bagian yang terpotong, karena Ki Rekso Kanigoro menitipkan tulisan ini di kolom komentar di blog ini dalam tulisan saya tentang Vastenburg. Semoga di lain kesempatan, Ki Rekso Kanigoro (haryapr_rudy[at]yahoo.co.id) berkenan melanjutkannya.
- Gambar ilustrasi ‘ampyang gula kacang” sama sekali tidak ada hubungannya dengan isi tulisan di atas.
- Buat Ki Rekso; toss dulu deh!





bagaimana caranya membuat cagar budaya menjadi enak rasanya seenak ampyang kacang…
suryaden´s last blog ..sang damai 
toss juga buat ki rekso
semoga peninggalan peninggalan yang termasuk cagar budaya tidak dihancurkan
endar´s last blog ..Alun-alun Purwokerto
saia tertarik kacang ampyangnya…
gajah_pesing´s last blog ..Keajaiban Rahim
semoga ampyang kacang tidak ikut dihancurkan
galuharya´s last blog ..Konsebnya Eros
jelas berbeda rasa antara ampyang dengan vastenberg
ciwir´s last blog ..Bio Gas dan MCK Pintar
budaya kang adiluhung kudu dilestareake,
nanging aja diperbudak dening budaya
Kacang Ampyang aja sekarang jadi Butter
wisata sEo Sadau´s last blog ..Waspada Kontes SEO Gemblung 
Istighfaaaar….
pesen sak bungkus mas ampyange..
Mantan Presiden´s last blog ..Undangan Talkshow Curhat Asmara Pasangan Blogger
Boleh tuh bawain sebungkus… aku suka banget
afrianti takaful´s last blog ..Cara Menghitung Anggaran Pendidikan Anak
Makin merana aja nasib bangsa ini, sampe kapan budaya yang menjadi identitas terkikis habis ombak globalisasi.
hasssan´s last blog ..WordPress 2.8 “Baker”
kok malah yang laris gulo-kacang (peanut-ampyang) nya…padahal ini sedang mbahas budaya secara serius…
tapi pancen enak…gulo-kacang!
Pradna´s last blog ..Shinobi
Harusnya seluruh Indonesia ini adalah cagar budaya…
baru bangsa ini bisa menjadi bangsa yang unggul…
Mahendrattunggadewa´s last blog ..Ambalat, Setelah Itu?
Hyah..hyah..,ampyang,enteng-enteng gulo kacange kuwi marahi kepengen wae mas..mas..
SanG BaYAnG´s last blog ..Kolonialisme Mimikri.
kata bung karno JASMERAH IKET BLANGKON
JAngan Sekali-kali MElupakan sejaRAH
JAUHDIMATA´s last blog ..Tonggak Telah Mati
Maca dawane semono kok trima disogat Gula kacang…
marsudiyanto´s last blog ..http://www.wapres.wordpress.com
Gulakacange kuwi halal opo ora, terdaftar ning departemen kesehatan opo durung, ono pita cukaine opo gak?.
Kuwi jenenge Gula kacang Mblojet tanpo kemul…
marsudiyanto´s last blog ..http://www.wapres.wordpress.com
globalisasi….globalisasi….era..era….
katakataku´s last blog ..Jiwa yang Terjebak 
cagarnya semakin rusak, trus di budaya-in lagee……
Soloku oh soloku … tetep cinta Solo kok
ajengkol´s last blog ..Selamat Ulang Tahun Jakarta
sayang kalau cagar budaya dihancurkan!! sungguh sayang!!!
btw, ikutan quis tebak-tebakkan yuk!!! cukup jawab pertanyaan di kolom komen, judulnya “Guess the Star Disguise!”. hadiahnya $10USD atau top level domain gratis untuk 1th. lumayan lo….
casual cutie´s last blog ..Guess the Star Disguise!
Kang, itu gambar ampyang bukan sih hehehe… anyway salam kenal
kita liat anak jaman sekarang ja sok keren ja, salah memaknai po’e budaya barat OK, tapi lupa ma budayanya sendiri….. malu-malu’in kan kang…. truzzzz dos pundi??????????
kita liat anak jaman sekarang ja sok keren , salah memaknai po’e budaya barat OK, tapi lupa ma budayanya sendiri….. malu-malu’in kan kang…. truzzzz dos pundi??????????
saget incip ampyage mazz??//