Anonim, Klon, ASLI, dan Palsu

Gara-gara seorang pengicau anyaran di Tlatah Twitter Indonesia, tiba-tiba ramai kembali istilah AKUN PALSU dan sebangsanya. Bagi saya pribadi, akun-akun anonim, klon, palsu, dan lain sebagainya adalah hal yang wajar di dunia dalam jaringan. Itu adalah hal yang tak dapat dihindarkan.

Lebih menggelikan lagi ketika ~menurut istilah Andri Nawawi~, sang pengicau itu sibuk mem-verifikasi diri bahwa akun-nya ASLI  dan lucunya dia menganggap orang lain itu tahunya akun-akun yang lain yang dibuat orang yang menggunakan atau menyenggol nama pengicau itu adalah AKUN ASLI.

gambar dari nuxwizard-profile-picture Facebook

Yah… Kembali ke ANONIM, KLON, ASLI, dan PALSU, menurut saya sederhananya begini;

ANONIM adalah keadaan tanpa nama atau tidak diketahui identitasnya. Tentu saja di dunia daring ini tidak bisa, sehingga yang terjadi adalah menyembunyikan nama atau identitas aslinya. KLON adalah kembaran, bisa dibuat sendiri oleh pemiliknya sendiri atau oleh orang lain. Yang terakhir ini jelas nggak bener. ASLI dan PALSU tentunya sudah jelas. Yang nggak bener, dalam keadaan tertentu bisa juga digolongkan sebagai PALSU. Ada lagi yang masuk ke dalam kategori ANONIM juga PALSU misalnya cowok menyaru jadi cewek, atau sebaliknya.

Perilaku seperti itu biasa saja di internet. Bahkan kata pepatah, “On the Internet, nobody knows you’re a dog”

Tapi banyak hal yang membingungkan;

Bukankah yang akun ANONIM itu juga ASLI?

KLON atau akun kembaran itu bilamana dibuat sendiri oleh pemilik akun yang ASLI bukankan tetap ASLI juga walaupun dianggap PALSU?

Kalau ada orang membuat akun dengan nama orang lain itu bisa disebut PALSU, tapi bukankah itu juga ASLI karena pasti tidak ada akun yang bisa 100% sama, misalnya emailpun tidak boleh sama. Akun lain pun misalnya harus dibuat dengan prasyarat email, ya emailnya tentu tidak boleh sama.

Nah, karena banyak orang bernama sama atau mirip, juga banyak yang tertarik pada sesuatu nama yang secara umum dianggap unik atau cantik, perebutan nama bisa menjadi sesuatu yang menarik.

Sedulur pernah mengalaminya? Biasa saja kan?

Simpulan akhir menurut saya:

  • Akun Asli adalah akun yang dapat menunjukkan identitas di dunia nyata.
  • Akun Klon adalah akun kembaran baik yang dibuat oleh pemilik akun asli maupun dibuat oleh orang lain. Bilamana dibuat sendiri oleh pemilik asli, dapat dikatakan akun asli, namun bila menyaru sebagai orang lain, dapat dikatakan akun palsu.
  • Akun palsu adalah akun yang tidak dapat menunjukkan kesesuaian dengan identitas nyata. Bisa saja merupakan klon atas akun orang lain (menyaru sebagai orang lain), bisa juga menyaru secara fiktif.

Tulisan ini 100% ASLI ngrasani namun 68,8% ungkapan rasa geli dan bukan untuk menyaingi Keaslian Bebek Kriuk. (lmao)

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

26 thoughts on “Anonim, Klon, ASLI, dan Palsu

  1. hmm…mungkin karena pada seneng yang palsu2 itu ya, nama “pradna” jd kosong di jagad internet yg dah puluhan tahun dan ratusan juta pengguna.
    Jadilah dapat :
    twitter/pradna
    facebook/pradna
    pradna dot kom

    makanya, kalo lagi sharing dengan yang lain, selalu jumawa bilang : “ga usah menghapal alamat blog saya, cukup ketik ‘pradna’ di google’ ” (lmao)

    • panjenengan bukan seleb… nama pradna juga nggak ada seorang seleb pun yg mau pakai…
      walaupun akhir2 ini akhirnya ada juga seleb yang pakai nama “pradna”… beliau adalah penulis TUNAS… (haha)

  2. Pingback: Tweets that mention Anonim, Klon, ASLI, dan Palsu | KECaKOT -- Topsy.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *