Antologi Puisi SMS “MAAF”

Jujur saja, saya tidak bisa berpuisi apalagi menulis puisi. Setiap puisi yang saya coba untuk saya tulis, dapat dipastikan hasilnya adalah wagu alias norak. Itulah sebabnya saya amat sangat jarang menulis dalam bentuk puisi ~yang menurut guru bahasa Indonesia sewaktu sekolah dulu, sebuah puisi bagaikan kaca yang buram, tidak begitu jelas, tapi tidak gelap, entahlah, apa itu masih berlaku sampai sekarang?~…

antologi-puisi-sms-maafBegitupun, pada suatu hari yang mendung bergerimis ini (22/11/2009) saya sampai pada sebuah acara Peluncuran Buku Antologi Puisi SMS “MAAF” dan Jurnalis Baca Puisi yang diselenggarakan oleh Komunitas Lerengmedini, sebuah komunitas sastra di Boja dan sekitarnya. Ketertarikan untuk menghadiri acara itu karena kebetulan diadakan di Desa Boja, Kec. Boja, Kab. Kendal yang merupakan kampung halaman saya. Sungguh saya heran (seheran ketika melihat Pondok Maos Guyub di dekat rumah ibu saya) karena ternyata geliat kesusastraan di kampung saya ternyata sudah cukup kondang kaloka.

Saya tidak terlambat… Dan sempat melihat pembuka acara, pagelaran Kuda Lumping Bocah Turonggo Seto dari desa sebelah, Desa Meteseh. Acara inti yakni obrolan puisi dan baca puisi ini dihadiri oleh penyair-penyair kondang seperti Achyar M Permana, Eddy, Slamet Priyatin, Abbas, Bowo Kajangan, Galih Pandu Adi, Anton Sudibyo, NakaNobinobi, Fitriyani, dan juga dihadiri oleh banyak pelajar serta pemerhati sastra.

Jujur lagi, walaupun saya tidak bisa menulis puisi, saya sangat menikmati pembacaan puisi. Meminjam istilah Prie GS seorang kartunis dari tlatah Kendal, itu bermanfaat untuk “kesehatan mental” saya…

Apakah sedulur suka puisi???

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

43 thoughts on “Antologi Puisi SMS “MAAF”

  1. Sejak dulu sampai sekarang, aku paling gak bisa nulis puisi.. Namun ada beberapa bait.. entah apa namanya.. kiriman dari seseorang yang masih aku simpan sampai sekarang.. hihihi

  2. turut berbahagia karena pagelaran seni termasuk kegiatan ini sudah diselenggarakan diselenggarakan dari kota sampai ke pelosok desa
    .-= sedulur Pencerah menampilkan tulisan..Menjual Sisir =-.

    • supporter terbesar dari acara peluncuran buku itu juga masih mas sigit susanto, walaupun sekarang sedang berada di kampungnya di pinggir sebuah danau di swiss…

  3. puisi SMS? menarik.

    tapi kok antologinya juga dalam bentuk buku ya? sekedar masukan: mungkin akan lebih menarik lagi dalam bentuk ponsel juga. heheheheheh
    .-= sedulur gusmel menampilkan tulisan..BLOG ANE MAIN TENIS TOTAL =-.

  4. wah, saya sekali saya ndak bisa hadir dalam momen menarik ini, mas andy. pada hari yang sama, saya harus takziah ke karanggedhe. ada ortu tetangga yang sekaligus saudara yang meninggal. selamat deh buat mas sigit susanto dan mas heri yang sukses menggelar acara ini.
    .-= sedulur sawali tuhusetya menampilkan tulisan..Pembuatan Blog dalam Rangkaian Program Bermutu =-.

    • pernah dengar sih, tapi belum pernah ke sana… kemarin ada juga yang hadir tapi saya lupa namanya, hehe…

  5. kalo saia seeh sukanya corat coret doang [tapi ga di dinding], dan kalau coretan saya itu dinilai oleh orang sebagai puisi ya syukur bukan juga ga ngarep. karen toh awalnya juga cuma coret-coret numpahin isi kepala (lol)
    #…tidak begitu jelas, tapi tidak gelap, entahlah….. entahlah, dan biarkan orang laen yang menilai……
    .-= sedulur katakataku menampilkan tulisan..Maafkan Aku =-.

  6. Kalo pak le malam aku bintang nya….
    Kalo pakLe Kumbang aku sepeda nya.. ==> “sepeda kumbang”
    HAHHAHAA…:D

  7. saya kalu wes mboco tulisan yang bersajak adem ayem ati ne mas..
    hehe