AOSI kecam IIPA

ASOSIASI OPEN SOURCE INDONESIA
Jl. Buncit Persada No.1 Jakarta Selatan 12740
+6221-7972204 Fax. +6221-7945013
www.aosi.or.id

PERNYATAAN AOSI MENGENAI USULAN IIPA UNTUK MEMASUKKAN INDONESIA KE DALAM SPECIAL 301 WATCH LIST
___________________________________
No. 005/AOSI/LOS/III/2010

Bulan Februari 2010, International Intellectual Property Association (IIPA) meminta U.S. Trade Representative (USTR) untuk memasukkan Indonesia, Brazil, India, Filipina, Thailand dan Vietnam dalam “Special 301 watch list”. Alasannya antara lain adalah kebijakan pemerintah negara-negara ini untuk mendorong penggunaan Open source Software (OSS) di Institusi Pemerintah.

Pemerintah Indonesia melalui Surat Edaran Menteri PAN Nomor: SE/01/M.PAN/3/2009 menganjurkan Lembaga Pemerintah Pusat dan Daerah agar menggunakan perangkat lunak legal, yang salah satunya adalah Open Source Software atau OSS. Anjuran penggunaan Open Source Software ini dianggap mendorong mindset yang tidak menghargai kreasi Intellectual Property dan membatasi institusi pemerintah untuk memilih solusi terbaik untuk menjawab kebutuhan organisasi dan kebutuhan rakyat Indonesia.

Sehubungan dengan permintaan IIPA tersebut, Asosiasi Open Source Indonesia menyatakan sikap sbb:

• AOSI menyayangkan sikap IIPA sebagai salah satu lobby group dari Amerika Serikat, yang telah berusaha menghalangi usaha Pemerintah Indonesia yang justru ingin menghargai Hak atas Kekayaan Intelektual dengan menganjurkan penggunakan perangkat lunak Open Source untuk menggantikan perangkat lunak bajakan.

• IIPA telah berusaha mengaburkan keterbukaan dalam pilihan antara lain penggunaan OSS, dengan cara menekan setiap usaha untuk mencari alternatif dari keharusan menggunakan produk dari pihak tertentu dan menghindar untuk bersaing secara sehat.

• Berbagai pihak, terutama Open Source Initiative (OSI) secara kategorik telah menolak sikap IIPA tersebut, dan mengecam sikap tidak adil IIPA terhadap OSS, dan menyebutnya sebagai kasus mencolok mata dalam penegakan hukum yang selektif untuk menyembunyikan absurditas dari klaimnya dengan sempitnya penerapan yang dilakukan (It is a blatant case of selective enforcement, one which hides the absurdity of it’s claims by the narrowness of their application).

• AOSI sepakat dengan OSI bahwa tindakan IIPA tersebut lebih didasarkan atas kepentingan tertentu, dan ketakutan atas inovasi serta model bisnis yang baru dengan berkembangnya OSS di Indonesia.

• AOSI sepakat dengan organisasi sejenis dari Amerika Serikat yaitu Open Source For America (OSFA) yang secara tegas mengecam sikap IIPA, serta menyebut tindakan IIPA tersebut tidak bertanggungjawab dan menyesatkan.

• AOSI menghimbau agar Pemerintah dapat secara tegas menetapkan posisinya terhadap tindakan IIPA tersebut, mengingat bila Indonesia dimasukkan ke dalam Special 301 Watch List, dampaknya dapat berlaku pada bidang perdagangan secara umum.

• AOSI menyerukan agar pemanfaatan OSS tetap digalakkan, karena dengan menganjurkan penggunaan OSS, Pemerintah Indonesia tidak lain sedang berusaha untuk menghormati Hak atas Kekayaan Intelektual dengan tidak membajak dan menegakkan kemandirian dalam bidang TIK, tanpa menutup persaingan dengan yang lain, meskipun IIPA telah menyudutkan Indonesia dengan menyebutkan bahwa penggunaan OSS tidak mendorong inovasi dan telah menutup kesempatan pihak tertentu untuk bersaing.

• AOSI mendukung Pemerintah Indonesia untuk terus mendorong anak bangsa dalam melakukan inovasi dan kreasi dalam bidang TIK, untuk membentuk kemandirian, membantu tumbuhnya perekonomian dan kelancaran jalannya pemerintahan yang bersih serta ikut serta dalam membangun kesejahteraan bangsa.

Jakarta, Maret 2010
Atas nama Komunitas Open Source Indonesia
Asosiasi Open Source Indonesia

———-
Catatan Andy MSE:

  1. Tulisan di atas 100% copas dan repost dari notes Facebook Rusmanto Maryanto.
  2. Sumber asli: http://www.aosi.or.id/aosi-IIPA.php

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

38 thoughts on “AOSI kecam IIPA

    • berdampak di urusan komoditas lain kang! bisa2 ekspor kita juga dipersulit dengan berbagai aturan berdalih standardisasi mutu dlsb…

  1. tetap lanjutkan open source di indonesia. mereka takut orang indonesia tidak menggunakan os berbayar dari amrik lagi.

  2. Kayanya perkembang open source ga signifikan kalau ga didukung pemerintah
    selain itu masih banyak yg ga ngerti apa itu open source
    terus kenapa pada sebel & maki2 mikocok kalau masih make juga ya :)
    kayanya emang perlu usaha keras & cerdas supaya open source maju
    .-= sedulur Webhostingmurah menampilkan tulisan..Namecheap Coupon Maret 2010 =-.

    • justru perkembangan OSS lebih banyak didukung komunitas… lihat saja, IGOS yang didukung pemerintah malah tersendat-sendat…
      kalau saya sih nggak pernah maki-maki produk proprietary, cuma sebel kalau masih saja banyak yang membajak tanpa merasa berdosa… bagi saya, kalau nggak mampu beli ya pakai saja yang gratis… enak kan?

  3. saya pernah diacuhkan sama pelayan counter laptop waktu bilang laptop saya mau tak install linux. Katanya “nyari yang gratisan ya!” Terus terang saya agak tersinggung,tapi saya diam saja lha wong dia juga gak paham komputer dan cuma melayani pembeli. Bagi saya ada yang gratis dan bagus kenapa harus beli. (Gak nyambung blass)
    .-= sedulur sanjati menampilkan tulisan..Puisi Rumi =-.

  4. Lhah karepe piye tho, plinteng wae po :) Ana barang apik2 kok di protes, hukum ki kadang nggo dolanan. Maju terus Open source
    .-= sedulur mattwahyu menampilkan tulisan..Si Paving =-.

  5. pihak yang kuat bisa berbuat semaunya demi mewujudkan keinginannya. sebagai pihak lemah tentunya tidak bisa berbuat banyak benar sekali bisa bisa eksport dihambat dan banyak cara untuk menekan pihak yang lemah.
    .-= sedulur endar menampilkan tulisan..Bekasi Bersih Partisipasi Blogger =-.

  6. intinya produsen software propietary bilang gini: “udah ga papa sekarang mbajak dulu aja, besok klo kmu dah jadi profesional atau uangnya udah banyak saya tangkap klo masih tetap mbajak”
    jadi mereka ingin agar kita tetap memiliki ketergantungan dengan produk mereka
    .-= sedulur rusydi menampilkan tulisan..Manajemen Dependensi Slackware =-.

  7. Tujuan mereka agar kita tetap memiliki ketergantungan dengan produk mereka dan mereka menekan kita agar terus menggunakan produk berbayar milik mereka.Maju terus open source…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *