Bagus Mana XP sama Seven???

(haha) Itu pertanyaan dari Boss Proyek Perumahan sewaktu menjelang siang tadi saya sedang berkendara di jalanan kota Solo. Terpaksalah saya berhenti dan meladeni konsultasi dari pak boss yang –maaf– gaptek itu. (nyengir)

Dua-duanya saya pernah menggunakan ~pernah cukup lama menggunakan (sewaktu masih suka mbajak -hanya punya satu yang legal- dan sewaktu masih gratis) dan sekarang sekedar untuk mencoba dan belajar~. Dua-duanya juga cukup bagus ~bagi saya cukup tangguh untuk meladeni banyak urusan pekerjaan (tapi sering repot karena gangguan virus dlsb)~. Dan karena ~sependek yang saya tahu dan sepanjang yang saya punya~ si Seven itu lahir belakangan, saya jawab saja; “Bagus SEVEN dong!!! Tapi mahal!!!”

Rupanya pak boss sedang ingin beli lappie baru dan cilakanya karena terlalu baru sudah nggak cocok lagi sama XP. Sebetulnya mudah saja bila tetap menginginkan diinstall XP, yang pertama downgrade saja biosnya, dan yang kedua integrasikan driver-driver yang diperlukan ke dalam installer XP. Beres dech!!!…

Tapi inti cerita serunya bukan itu…

Pak boss bilang bahwa dia cukup nambah seratus ribu di pihak penjual untuk nginstall seven plus aplikasinya komplit…plit…plit… (doh) Cilaka dua belas!!!… Pasti diinstall bajakan!. Seratus ribunya pun cuma jasa instalasinya. Dan mungkin saja bilamana pihak penjual menjelaskan bahwa OS dan aplikasi itu harus beli sendiri, bisa jadi calon pembeli membatalkan pembelian.

Rupanya kesadaran untuk menggunakan produk legal bukan bajakan tidak mesti diawali dari oleh dan karena pengguna. Seperti kasus pak boss yang gaptek tadi, ketika membeli seperangkat komputer tentunya ingin sudah langsung bisa dipakai. Dia tidak tahu bahwa hardware dan software itu dua hal yang berbeda. Dia yang hanya beli hardware, selayaknya juga diberi pengertian bahwa software (operating system dan aplikasi) harus dibeli sendiri (itu saja ada yang lisensi-nya dowang, walaupun ada juga yang free)…

Nah… Yang sudah tahu seharusnya mengingatkan pada yang belum tahu…

Bagi saya sendiri, pilihannya sebetulnya mudah saja.

  1. Menggunakan OS dan aplikasi legal (misal produk-produk yang memang sudah terpaket OS dan aplikasi atau produk yang sudah terpasang OS legal dan ditambah beli aplikasi sesuai kebutuhan, atau produk tanpa OS dan aplikasi yang diisi OS dan aplikasi legal).
  2. Menggunakan OS legal, aplikasi free atau opensource (misal produk yang sudah terpasang OS legal tanpa aplikasi kemudian ditambah aplikasi free atau produk tanpa OS dan aplikasi yang dipasang OS legal ditambah aplikasi free).
  3. Menggunakan OS legal, aplikasi bajakan (legal karena sudah bawaan, aplikasi bajakan karena ogah beli dan suka nge-crack serial number dlsb… ini agak parah).
  4. Menggunakan OS dan aplikasi bajakan. (doh)
  5. Menggunakan FOSS ~Free Operating System & Software~ (perlu sedikit belajar dan penyesuaian, seringkali malas belajar jadi alasan, padahal kalau sudah biasa rasanya ya biasa saja).

Sekali lagi, awal mulanya tidak musti dari pengguna, namun hal lain juga berpengaruh menambah marak pembajakan misalnya pihak penjual, pengguna lain,  lingkungan termasuk pemerintah, pandangan yang keliru mengenai kompatibilitas, kesan bahwa FOSS itu sulit, dan lain-lain…

Pilihannya ada pada sedulur sekalian… Bagaimana???

gambar dari http://www.cgl.ucsf.edu

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

107 thoughts on “Bagus Mana XP sama Seven???

  1. (maaf) izin mengamankan KEEMPAT dulu. Boleh kan?!
    waduuuuuh,
    keselip Pak Guru Budi.
    Yang nomor dua itu sudah deal banget buat orang kayak saya yang gak paham komputer. aplikasi2 tinggal cari yang free
    .-= sedulur alamendah menampilkan tulisan..Nagasari Pohon Anti Tenung =-.

  2. pilih no lima mas. lha wong itu tadi, ya biyasa saja segera setelah tau bagaimana bagimananya :). masih butuh perjuangan panjang tanpa henti dan selalu bersemangat untuk mengurangi pembajakan perangkat lunak. mulai dari diri sendiri, lalu tularkan ke sekitar kita :) *berikanlah kami kekuatan ya Allah*
    .-= sedulur buitenzorg812 menampilkan tulisan..pengelompokan pesan =-.

  3. Saya juga ingin beli yang praktis2 saja soalnya kurang mudeng ha ha ha. Cilakanya kalau ada yang ngadat harus beteriak2 agi atau di serviskan.
    Terima kaasih atas pencerahannya mas
    salam hangat dari Surabaya

  4. kalau disuruh milih kang andy aku pengennya pake OS tapi sayang blum beli laptop baru jadi masih nunut kantor hahahah ya terpaksa pake punya kantor dulu yang masih pake windows xp
    .-= sedulur dameydra menampilkan tulisan..Car Free Day On My City =-.

  5. Aku setuja-setuju wae, maksude setuju karo pendapate Pak Andy, mengko ndak dicurigai ora moco postingane…

    Dan pasti Pak Andy tetep saja protes.
    Kenapa?
    Amargo ning postingan mau Pak Andy ora berpendapat tapi menyerahkannya pada poro sedulur.
    Lha karena saya juga merasa sedulur, maka saya ngikut Pak Andy saja.
    Bukan ngikut pendapatnya, tapi menyerahkannya pada pendapat para sedulur lain.
    (sedulur lain = sedulure sedulur)

  6. daripada menggunakan bajakan mending menggunakan open source
    bila ingin menggunakan produk windows sebaiknya kita menggunakan yang legal
    blog hasil karya kita aja tidak mau dibajak dan dikopas orang lain
    apalagi mereka sebagai pembuat sistem operasi yang ingin produknya laris dipasaran
    .-= sedulur annosmile menampilkan tulisan..Nasib Bukit Cinta =-.

  7. Laptop Toshiba Tecra A6 pakai XP Pro orisinil (preisntalled). Sayang kalau diganti ke OS lain baik berbayar maupun percuma. Di rumah ada PC Acer juga pakai OS XP Pro bawaannya. Satu PC yang pakai AMD diinstal Ubuntu 9.10 tapi kerjanya ngos-ngosan karena RAM hanya memenuhi persyaratan minimal 256MB. Distro Linux apa yang nggak memerlukan spesifikasi HW yang tinggi tapi memiliki antarmuka pengguna yang mudah seperti Ubuntu 9.04 atau Ubuntu 9.10 ya? Kasihan yang spesifikasi HWnya masih seadanya kalau dipaksa pake FOSS yang minta spek HW yang tingi. Bisa-bisa produktivitas malah menurun.

    Tanya, apakah Pentium IV 1,8GHz, HD 30GBm kalau dikasih RAM 1GB akan bekerja “lancar” dengan Ubuntu 9.10?
    .-= sedulur Moh Arif Widarto menampilkan tulisan..Jangan Main Api Dengan Pemenang Pemilu =-.

    • pentium 4, 1,8??? bisa sekali kang! itu lebih baik dari mesin celeron saya, hehe… kasih memory 512 aja sudah mau ngacir kok! tapi swap-nya digedein dikit…
      kalau terpaksa hanya punya hardware minim, pakai antar muka yang lebih ringan, misalnya XFCE atau LXDE… ubuntu juga sudah ngeluarin versi yang terpaket antar muka itu, coba cari XUBUNTU atau LUBUNTU… dijamin lebih enteng!…

  8. bukan yang (pertamax)
    sebisa mungkin saya pakai linux. tapi kalau linux tidak bisa terpaksa pakai xp tapi legal lho. banyak aplikasi saya pakai yang tidak jalan di linux soalnya.
    gara-gara linux saya jadi lupa ngecrack… (doh) .-= sedulur endar menampilkan tulisan..Saat kau kentut di depanku =-.

  9. Di kampus saya malah ada kerjasama sama mikocok menjual lisensi produk mereka.. Jadi ya FOSS masih terpinggirkan..
    Pengen belajar sih tapi masih merasa ribet.. padahal design2 hardware kebanyakan menggunakan Linux..
    .-= sedulur ardian eko menampilkan tulisan..Ketika Hidup Bersama =-.

  10. lebih enak pake foss, terbukti pada mozilla firefox aja dah byk yg terbiasa knp gk coba open office ato distro2 linux :D setuju sekali klo pake foss

  11. kalo saya lebih milih FOSS, ubuntu khususnya. Tapi lopieku juga masih ada windusnya karena ternyata internetku pake modem smart gak bisa langsung ke ubuntu. ni lagi nyari hp cdma yg bisa kartu smart biar bisa langsung konek. Kira-kira da yang mau beri aku hp gak ya?

  12. he…3x saya sudah cocok sama slackware, untuk favoritnya sih masih freeBSD :-D .
    beneran…. kalo saya pake win**** indikasinya 1 yakni saya gak pake komputer saya wkhkhkhkhkhkh…. :-D
    btw maaf mas komennya gak nyambung sama artikel cuma curhat :D

    best regards

    bowo.asdf.web.id
    maaf numpang link buat temen saya
    riska.asdf.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *