Pleret

Semarang kaline banjir…

Sebagai sebuah kota pantai, Semarang sangat unik. Ada kawasan kota atas yang terbentang dari ujung timur di Tembalang, kawasan Gombel, kawasan Candi, sampai ke ujung barat di Ngaliyan. Di tengah-tengahnya dibelah oleh sungai.  Kawasan kota bawah yang terbentuk dari endapan aluvial di jaman baheula terbentang luas dan berkembang menjadi pusat kota yang menjadi ibukota Propinsi Jawa Tengah itu. Lanskap yang unik itu menjadikan Semarang penuh dengan daya tarik, sekaligus petaka yang sampai sekarang tak kunjung berakhir.

Dataran yang bermula dari endapan aluvial yang semakin menurun menimbulkan ancaman rob yang bisa datang tak terduga baik di musim kemarau, apalagi di musim hujan. Sungai-sungai yang bermuara di Semarang setia mengirim banjir terutama di puncak musim hujan. Berbagai upaya telah dilakukan, namun sampai sekarang belum juga menghilangkan sama sekali ancaman bencana itu.

Upaya-upaya pengendalian banjir Semarang sejatinya telah dilakukan sejak dulu. Sejauh ini tidak ditemui catatan pengendalian banjir sebelum masa penjajahan Belanda. Mungkin karena waktu itu wilayah Asem Arang belum menjadi kota. Di masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda barulah dilakukan berbagai upaya pengendalian banjir. Ada tiga Kanal Besar yang dibangun pada masa itu yaitu Banjir Kanal Kali Baru (1872), Banjir Kanal Barat (1892), dan Banjir Kanal Timur (1900). Selain itu juga dirancang 10 subsystem jaringan drainase kota yang belum seluruhnya selesai.

bendungan/pleret banjir kanal barat yang indah...

Di masa kemerdekaan sampai sekarang, masih terus dilakukan upaya-upaya pengendalian banjir.  Normalisasi Kali Semarang, Pembangunan Polder Tawang, dan pembangunan stasiun-stasiun pompa pengendali banjir adalah contohnya. Namun upaya itu masih belum cukup meredam keganasan alam.

Rob masih mengancam, banjir kiriman juga masih perlu diwaspadai.

Ah sudahlah… Ini hanya cerita yang tak memberikan solusi apa-apa…

Saya hanya akan sedikit bercerita, saya pernah merasa dekat dengan Banjir Kanal Barat. Maklum, masa SMA dan beberapa tahun sesudahnya, saya tinggal di dekat tanggul timur kanal barat itu. Di sebuah kampung bernama Lemah Gempal atau Brokenland. :-D

Di puncak musim hujan, seringkali saya “nonton” banjir di Kanal Barat yang mendapat kiriman air dari Kali Kreo, Kali Kripik, dan Kali Garang. Ketiga sungai itu berhulu di wilayah gunung Ungaran.

asyik banget lho di bawah pohon rindang di pinggir pleret... adhem...

Di musim kemarau, saya sering nongkrong di perahu tambang yang menjual jasa penyeberangan. Sering pula, -menyesuaikan musimnya-, memancing udang, belanak, kutuk, bloso,  dan ikan-ikan lain seadanya. Saat bulan puasa dan cuaca cerah, asyik sekali nongkrong di Pleret (Bendungan) melihat anak-anak yang bermain air di bendung. Tentu saja, acara mandi di sungai itu hanya di luar musim banjir…

Hah… sampai sekarang juga masih ada lho!!!…

plorotan di badan bendung yang berlumut

Asyik bangets…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Yahoo Buzz Post to Facebook Post to Google Buzz Send Gmail

Related Posts

48 thoughts on “Pleret

    • aku malah belum pernah main ke semarang, cuman lewat doang, cuman pas pulang kampung, mo ke kalimantan, langsung ke t anjung mas..

         0 likes

    • plurutan, plorotan, prosotan, pleretan… sing penting ora plotrok-plotrokan… (lmao)

         0 likes

  1. Podo mas… Semarang penuh kenangan… terutama BanjirKanal Barat…. Jl. Papandayan….
    Halah dadi kelingan si Khafid Shiroth… ndhisik kumpul jaman dia blakrakkan melu 3D inggris IKIP padal wes nang FE Undip…. Salam wae yo mas… nek ketemu

    Xitalho menampilkan tulisan… Belajarlah Seadanya…

       0 likes

  2. bukan hanya kaline banjir mas, tapi selokan kecil-kecil itu juga baunya minta ampun, makanya dikasih banjir rutin agar bisa bersih dan segar mungkin ya (lmao)
    suryaden menampilkan tulisan… character assasination

       0 likes

  3. 10 subsistem jaringan drainase itu belum selesai, karena belanda keburu diusir seko bumi indonesia.
    coba nek belanda neng kene rada suwe sithik, mungkin dadi beda critane…

    ciwir menampilkan tulisan… Candi Mendut dan Ruang Publik

       0 likes

  4. saat pas sma dulu kalo banjir ikut jebur2 jg ga? Pasti mas andi lepas baju lepas celana dan byur…

       0 likes

  5. bandeng presto, wingko babat, lumpia isi rebung, ganjeril, soto bangkong…
    simpang lima, tugu muda, jl. pahlawan, undip…
    panas, banjir, dll… tapi yang jelas semarang adalah kota ATLAS :-)
    ãñÐrî ñâwáwï menampilkan tulisan… Baju untuk si Rubah Api

       0 likes

  6. pernah suami dines setahun di smg..lumayan sempat wisata kuliner dan kunjungi tempat-tempat unik…

    ernut menampilkan tulisan… Sweet Seventeen

       0 likes

  7. Konon ceritanya, Semarang itu kota yang paling tepat untuk menggambarkan pewayangan….ada daerah pantai dan ada daerah berbukit. Dan Semarang jika tertata, sangat indah. Sayang setiap kali saya cuma lewat, walau adik kandungku telah tinggal di Semarang sejak tahun 1980.

    edratna menampilkan tulisan… Privacy masing-masing pasangan, perlukah?

       0 likes

  8. Dulu waktu saya masih tinggal di Semarang, daerah tempat saya tinggal tidak pernah kena rob atau banjir
    .-= sedulur Estiko menampilkan tulisan..MediaQu Forum =-.

       0 likes

  9. kali pleret kaline banjir lho…ojo wani nyemplung nantti mak plurut kelihatan entutnya………?

       0 likes