BeKiBoLang Tidak Berlaku Lagi

Tadi sore (22/10/2009) sewaktu saya pulang dari Seminar UU ITE di UNS, Surakarta, saya disidang oleh pak pulisi….

>>=========

Sebentar… sebentar… saya mau cerita dulu sedikit soal Seminar ITE itu…

Seminar UU ITE diselenggarakan oleh Bengawan bekerjasama dengan Program Studi Komunikasi FISIP UNS Surakarta. Bertempat di Ruang Seminar FISIP UNS pada Kamis, 22 Oktober 2009 jam 09.00 – 13.00, seminar yang membawa tema “Mengkritisi Substansi UU ITE Dalam Kaitan Dengan Kebebasan Informasi Publik dan Perlindungan Konsumen” itu mendatangkan narasumber Hendrayana, Sh dari LBH Pers Jakarta, Drs. Donny BU, MSi dari ICT Watch Jakarta, dan Drs Mursito BM, SU dari Komunikasi FISIP UNS.  Walaupun secara umum membahas kebebasan informasi publik, namun lebih banyak menelaah Undang-undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pada BAB VII Pasal 27 Ayat 3 dan kaitannya sebagai berikut:

BAB VII
PERBUATAN YANG DILARANG
Pasal 27
3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.
BAB XI
KETENTUAN PIDANA
Pasal 45
(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)

Ngeri kan? Jadinya harus hati-hati jadi blogger… Kalau kepeleset, bisa kena ayat blur itu.  Nah, bagi yang ingin mencermati, silahkan download saja UU No 11 Th 2008 tentang ITE.

=========>>

Kembali ke urusan disidang pak pulisi itu, ceritanya begini…

belok kiri jalan terusSaat melewati sebuah persimpangan berlampu bangjo, saya berhenti walaupun saya akan belok ke kiri. Tiba-tiba di belakang saya ada mobil yang membunyikan klakson terus menerus, maksudnya minta jalan karena dia akan belok ke kiri… Saya diam saja, tapi tiba-tiba sopir itu keluar dari mobil dan memaki-maki saya. Maklum saja, lampu bangjo masih merah pada hitungan mundur 47 detik. Cukup lama untuk menunggu, dan dia tidak sabar. Rupanya perdebatan yang seru di jalan itu menarik perhatian pak pulisi. Jadi deh saya dan sopir sialan itu disidang di pos pulisi di pojok persimpangan.

Karena merasa benar, saya tetap ngeyel. Setahu saya, BeKiBoLangbelok kiri boleh langsungsekarang sudah tidak berlaku lagi. Sampai-sampai untuk meyakinkan saya keluarkan laptop dan menunjukkan file peraturan terbaru yang ada di laptop saya:

Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Bagian Keempat
Tata Cara Berlalu Lintas
Paragraf 4
Belokan atau Simpangan
Pasal 112
(3) Pada persimpangan Jalan yang dilengkapi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Pengemudi Kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh Rambu Lalu Lintas atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas.

Pengemudi mobil itu ngeyel dengan alasan tidak tahu. Pak pulisi rupanya juga belum hafal peraturan baru. Selamatlah saya dari mereka berdua, namun terbersit dalam pikiran saya untuk ikut kabar-mengabarkan soal  UU No 22 Th 2009 yang diundangkan sejak 22 Juni 2009 ini. Maklumlah, sejak UU terakhir tentang lalu lintas yaitu UU No. 14 Th. 1992 sampai sekarang sudah cukup lama. Mengubah kebiasaan tentu saja butuh waktu juga.

Lagipula pasal-pasal denda yang ada pada aturan lama memang sudah seharusnya direvisi, menyesuaikan dengan inflasi… (lmao)

Silahkan download dan mencermati UU No 22 Th 2009 dan bandingkan dengan UU No 14 Th 1992!

Silahkan kunjungi Http://Yogasmara.Org

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

77 thoughts on “BeKiBoLang Tidak Berlaku Lagi

    • @ami, iya, mungkin saja Jeng Ami! soalnya kalau nggak dikasih rambu tambahan dapat dipastikan banyak yang melanggar karena tidak tahu.
      sosialisasi juga jadi PR yang besar dan cukup lama…

  1. biasa lah pak. orang yg sok tau kayak gt emang. saya jg pernah diklakson dr belakang. padahal jelas2 di bawah lampu bangjo ada tulisan “belok kiri ikuti lampu”.

    kalo di sini lebih beda lagi. ga boleh langsung tp jg ga ngikut lampu bangjo. ada lampu tersendiri.

    • @yosafat, seandainya di sini bisa se-teratur di sana ya mas? tapi di sana kan negara kecil… di sini terlalu banyak orang yang harus diatur, permasalahannya jauh lebih kompleks… (juga kesadaran yang rendah), hihihi…

  2. kenapa juga tuh orang harus keluar dari mobilnya yah… heran sama orang yang emosi-an begitu…. tapi beruntung juga tuh mas. mas dah tau peraturan baru. emang orang yang punya ilmu selalu terselamatkan :))
    .-= sedulur rangga aditya menampilkan tulisan..Happy Birthday Ubuntu! =-.

    • @rangga aditya, tapi memang pas kan??? hihihi… sebetulnya singkatan itu kan sudah banyak yang pake… entah siapa yang membuatnya saya juga tidak tahu!

  3. Wuih…keren banget bisa mengalahkan polisi. Hebat banget Pak Andy. Tapi, saya sangat salut atas ngeyelnya buat tunjukkin kalau ada peraturan baru. Tapi, jangan sampai adu jotos lagi.

  4. Saya malah tertarik sama studi kasus sampeyan itu kang. Nek pak pulisi yang sekarang yang diapalke cuma pasal pelanggaran marka jalan dan kelengkapan berkendaraan, soalnya yang sering dipake pas momen ya cuma itu…. :)
    .-= sedulur nahdhi menampilkan tulisan..Undervoltage Processor Compaq 515 =-.

  5. nah… itulah kelemahan orang yang tidak mau mempelajari peraturan perundangan… kalau dulu, belok kiri boleh langsung kecuali ada rambu lain, sekarang belok kiri dilarang langsung kecuali ada rambu lain… beda kan? :-)

  6. Saya pernah mendengar info Bekibolang itu dari temen pak yang sekarang sudah berlaku lagi, termasuk wajib menyalakan lampu di siang hari kalo masuk kawasan Semarang, kalo nggak salah dendanya limapuluh rebu (doh) Tapi setelah membaca tulisan ini, saya jadi mangstab, makasih pak infonya. (dance)

    • sama-sama pak guru…oh ya, bilangan denda pelanggaran lalin pada uu no 22 th 2009 itu mencapai 250rban lho! kan sudah inflasi…. 50rebu itu aturan jaman dulu… (money)

    • @hasssan, sekarang nggak boleh langsung belok lho! tapi anehnya pak pulisi pun banyak yang belum bergerak untuk menyosialisasikan aturan baru itu.mungkin belum ada perintah dari atasan… (LOL)

    • @pakne galuh, ini ada lagi yang tidak membaca peraturan dengan seksama… udah gitu pakek ketawa lagi…. (doh) niki mas!… aku kopi ke sini biar langsung terkirim ke emailmu!
      Pada persimpangan Jalan yang dilengkapi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Pengemudi Kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh Rambu Lalu Lintas atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas
      *selama masih dibutuhkan, rambu itu tidak perlu dilepas dan tidak salah kaprah*

      • @Andy MSE, lha itu repotnya mas, mereka belum pada banyak yang ngerti.
        jadinya meskipun ada rambu belok kiri jalan terus,tetap ajah mereka berhenti alhasil kemacetan yang di timbulkan jadi luar biasa. mungkin jika jalan terus takutnya kena tilang.

        ini yang salah sosialisasinya atau pemakai jalan yah ?
        .-= sedulur pakne galuh menampilkan tulisan..Mikrotik RB750 =-.

  7. Tapi jika ada polisi yang menilang gara-gara kita belok kiri, dibantah saja bahwa aturan itu berlaku tahun depan, bukan tahun sekarang.

    • @ressay, nggak ah! aturan itu sudah berlaku kok! pokoknya kalau nggak ada pembolehan ke kiri jalan terus atau isyarat lain misalnya lampu lalu lintas menunjuk panah berwarna kuning blink, ya harus berhenti…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>