Berapa Usia Ideal Masuk SD?

Tidak semua yang Liburan di saat Tahun Ajaran Baru bisa benar-benar menikmati liburannya. Sebagian malah disibukkan oleh urusan mencari sekolah. Yang lulus SMA sederajat sibuk mencari peluang masuk di perguruan tinggi ternama, yang lulus SMP sederajat sibuk mencari peluang masuk SMA/SMK favorit, yang baru lulus SD juga sibuk mencari SMP unggulan, yang bosan sekolah sambil bermain di Taman Kanak-Kanak pun ingin segera masuk SD. Tidak mesti yang sibuk adalah anak-anak dan remaja calon peserta didik. Orang tua justru lebih banyak sibuknya disertai kekhawatiran bila anaknya tidak diterima. Termasuk saya… :-D

Untungnya, anak saya termasuk sedikit… Jadi tidak begitu repot… (lmao)

Dan tahun ini saya pun disibukkan oleh Diki yang telah lulus SMP dan ingin melanjutkan ke SMK… Forget it! Saya tidak akan membahas itu. Justru saya akan membahas anak-anak yang masuk SD dan akan menikmati Hari Pertama Masuk Sekolah di sekolah yang benar-benar sekolah bukan sambil bermain seperti di TK.

Berikut kutipan dari sebuah artikel yang berkaitan dengan Psikologi Anak:

TAK semua anak punya perkembangan intelektual yang ‘normal’ atau rata-rata. Ada anak ‘gifted’ atau ‘talented’ -yaitu dikaruniai kecerdasan atau bakat luar biasa- yang tingkat intelektualitasnya jauh melampuai anak-anak lain seusianya. Sayangnya, kadang anak gifted ini baru diketahui setelah ia masuk SD. Coba kalau bisa diketahui saat ia masih di preschool, kan bisa masuk SD lebih cepat.

Tapi, bagaimana peluang anak berbakat ini? Gimana orangtua mengetahui kalau anaknya berbakat? Sebenarnya bisa saja lho, anak yang belum berusia 6 tahun bersekolah di sekolah dasar. Sebab yang lebih penting sebenarnya kesiapan umur mental si anak, yakni kemampuan mental dan intelektual, bukan umur kalendernya.

“Contoh, anak umur 4 tahun tapi umur mentalnya 6 tahun, berarti mereka sudah siap masuk SD,” papar Prof Dr. S.C . Utami Munandar, guru besar psikologi anak Universitas Indonesia.

Cuma, untuk mengetahui apakah umur mental anak siap, orangtua mesti mengeceknya dengan melakukan tes umur mental ke psikolog. Dari sini, nanti bisa diketahui IQ anak, dengan rumus: (umur mental/umur kalender) x 100 = IQ. Bila skor IQ anak di atas 130, jauh di atas anak normal (skor IQ 85-115), bisa saja ia dipandang gifted dan dipertimbangkan masuk SD lebih awal, setelah mempertimbangkan aspek-aspek lainnya.

Menurut Utami, jumlah anak berbakat di Indonesia sekitar 2-5% dari keseluruhan anak. Namun sejauh ini belum semuanya mendapat pendidikan khusus. Tak semua sekolah mempunyai fasilitas, sarana, dan prasarana yang bermutu, ataupun kelas unggulan yang bisa mengembangkan dan melihat anak-anak yang berbakat.

Padahal sebenarnya dengan bakat di bidang intelektual, tak menutup kemungkinan balita bisa masuk SD. Akibatnya banyak anak yang umur mentalnya sudah tinggi namun tidak terstimulasi dengan baik, sehingga mereka bosan di kelas karena merasa materi yang diajarkan guru terlalu mudah.

episentrum.com/artikel-psikologi/

 

Bila sedulur ingin melanjutkan membaca artikel tersebut, silahkan buka spoiler:

Kemungkinan anak yang masih usia TK bisa masuk SD juga dibenarkan Dra. Shinto B. Adelaar, M.Sc., psikolog perkembangan anak. Namun menurutnya bukan semata-mata karena IQ saja yang kelewat tinggi dibanding anak-anak lain. Si anak juga mesti punya tingkat kematangan yang mampu menghadapi stres dan situasi sekolah. “Sebab situasi dan cara belajar di SD berbeda dengan di TK. Di SD, anak lebih banyak duduk diam di tempat daripada bergerak atau jalan-jalan. Ia juga harus tekun mengerjakan tugas dalam waktu yang lebih panjang serta mau mematuhi instruksi guru. Berarti, dari segi pemikiran, si anak harus lebih matang,” Shinto menjelaskan.

Secara emosi, anak juga harus lebih matang, agar mampu mengontrol diri dan tidak lagi bertingkah laku berdasarkan keinginannya sendiri. Jadi, meski anak IQ-nya tinggi, belum tentu EQ-nya tinggi. Kalau anak itu masih dependent (bergantung pada orangtua), sikap bekerjanya belum terbentuk, masih banyak sikap bermainnya, kemungkinan besar bila anak dimasukkan ke SD ia bisa mengalami tekanan dan stres, sehingga menimbulkan reaksi malas belajar atau tidak mau sekolah.

Selain berefek malas, anak yang terlalu dipaksakan lompat jenjang pendidikan bisa menimbulkan masalah psikologis. Kasihannya, pada anak balita itu. Di usia itu mereka masih ingin main, sementara anak lainnya sudah tidak ingin main lagi. Di jenjang pendidikan berikutnya, misalnya saat di perguruan tinggi dan si anak baru berusia 15 tahun, secara emosional dan sosial ia belum sematang teman lainnya. Tak jarang temannya akan mengangap dia sebagai anak kecil, karena mungkin dari segi fisik belum berkembang sepenuhnya. Jadi dari segi sosial ada hambatan. Atau karena susah bergaul karena komunikasinya sering tidak nyambung, anak lebih senang membenamkan diri pada buku.

Memperdalam, bukan Mempercepat

Kadang orangtua yang punya anak berbakat yang mulai bosan di playgroup atau TK, jadi geregetan dan ingin menaikkan anak ke SD. Namun menurut Shinto, ini bukan solusi yang baik, apalagi jika hanya karena orangtua melihat anak itu lebih cerdas dibanding anak lainnya.

“Jika ingin memasukkan anak ke SD di usianya yang belum cukup, sepatutnya melihat dulu kondisi anak, karena apapun yang dipaksakan sebelum waktunya akan mengundang risiko. Kalau anak itu enjoy, bisa bergaul dengan lingkungan sosialnya dan senang belajar, tak masalah. Silakan saja melompatkan anak ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tapi jika tidak, jangan dipaksakan, karena orangtua hanya akan merampas waktu bermain anak.”

Lebih baik menurutnya, perkaya pengetahuan dan kematangan anak. Orangtua tidak perlu ‘mempercepat’ tapi lebih ‘memperdalam’ pengetahuan anak. Misalnya anak TK A, pengetahuannya baru sampai C, kita asah pengetahuan anak hingga sampai F. Tapi levelnya tetap TK A. Tujuannya, supaya nanti si anak tumbuh menjadi anak yang pintar dan kreatif dan punya kepribadian yang matang. “Saya percaya kematangan kepribadian itu lebih banyak menunjang keberhasilan anak, daripada
semata-mata kecerdasaan intelektual saja.”

Menaikkan anak ke kelas yang lebih tinggi, misalnya tidak masuk kelas 1 tapi langsung kelas 2, juga bukan solusi yang baik. Sebab dengan menaikkan kelas anak, berarti ada materi tertentu yang tertinggal. Sebaiknya, untuk anak berbakat ini dimasukkan ke kelas akselerasi. Disana mereka akan memperoleh kurikulum lebih singkat dan padat tanpa harus kehilangan satu materi pun. Toh sekarang banyak sekolah unggulan yang menyenggarakan kelas akselerasi.

Dengan masuk kelas akselerasi dan bergabung dengan anak lain yang punya kemampuan yang sama, anak lebih terstimulasi. Sebab anak yang sangat cerdas jalan pikirannya tidak sesuai dengan anak seusianya. Bila ngobrol ia tidak ‘nyambung’. Bagi anak yang kecerdasaannya rata-rata, anak yang terlalu cerdas ini jadi membosankan, menganggap si anak terlalu serius karena omongannya jauh ke depan dari anak yang lain.

Amati Tanda-tanda Awal

Agar orangtua tak terlalu lama mengetahui kalau si kecil berbakat, sebaiknya orangtua melihat dan memperhatikan kemampuan anak sejak dini. Tanda-tanda anak berbakat dapat dilihat dari pertanyaan yang ia ajukan. Pertanyaan si anak biasanya mendalam, kritis, dan tidak cepat puas dengan jawaban yang sekedarnya. Anak memberikan reaksi yang lebih matang dari usia sebayanya, cepat bisa membaca sendiri tanpa diajarkan.

Caranya, dengan memberi rangsangan dan sarana yang bisa merangsang bakat anak, misalnya menyediakan aneka permainan. Dengan begitu, selain anak akan terpacu intelektualitas dan kreativitasnya. Supaya tidak salah langkah, orangtua perlu memeriksakan anak ke psikolog untuk mengetahui apakah anak itu berbakat, sebelum memasukkan anak ke SD pada usia dini.

Shinto menyarankan, orangtua yang punya anak berbakat dengan IQ tinggi, tapi emosinya belum berkembang, sebaiknya tidak meloncatkan anaknya ke kelas atau jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sebab belajar di SD itu lebih susah, apalagi SD di Jakarta. Anak terlalu banyak di-drill sehingga banyak mengurangi minat anak untuk belajar. Lebih baik anak tetap di TK tapi ia diberi tambahan pengetahuan yang banyak.”

Ada kalimat yang menarik pada kutipan artikel di atas; “jumlah anak berbakat di Indonesia sekitar 2-5% dari keseluruhan anak“…

Terlepas dari validitas angka prosentase tersebut, saya yakin seyakin-yakinnya bahwa jumlah anak berbakat memang sedikit. Jauh lebih banyak yang normal-normal saja.

Permasalahannya, banyak ditemui orang tua yang merasa anaknya istimewa sehingga bersikeras memasukkan anaknya ke SD sebelum cukup usia padahal belum tentu anaknya istimewa atau termasuk dalam 2,5% seperti disebutkan dalam artikel di atas. Mengapa sih tidak sabar sedikit menunggu anaknya berumur mendekati 7 tahun? (sejak saya masih SD dulu, -sependek yang saya tahu dan sepanjang yang saya punya-, usia masuk SD adalah 7 tahun)…

Pelajar sekolah dasar umumnya berusia 7-12 tahun. Di Indonesia, setiap warga negara berusia 7-15 tahun tahun wajib mengikuti pendidikan dasar, yakni sekolah dasar (atau sederajat) 6 tahun dan sekolah menengah pertama (atau sederajat) 3 tahun.

kemdiknas

Ketika otonomi daerah mulai diberlakukan sejak 2001 lalu, urusan pendidikan dasar menjadi urusan di bawah dinas pendidikan masing-masing daerah. Aturannya tetap sama, usia masuk SD diutamakan 7 tahun, bila kapasitasnya masih mencukupi bisa menerima murid yang berusia 6 tahun dengan prioritas usia mendekati 7 tahun. Tentunya, angka 7 itu sudah melalui penelitian panjang sebelumnya.

Nah… Apa yang akan terjadi bila anak dipaksakan masuk SD sebelum cukup usia??? Tidak akan terjadi apa-apa kecuali semakin lama anak akan semakin terbebani dengan kewajiban-kewajiban bersekolah yang pada akhirnya bukannya menumbuhkan prestasi malahan menjadikan anak ketinggalan. Perilaku orang tua yang terlalu PEDE akan keistimewaan anaknya akan menciptakan anak-anak lelah yang kehilangan kegembiraan sebagai anak-anak. Mereka tidak lagi bebas bermain dan bersosialisasi dengan teman dan lingkungan melainkan harus belajar dan belajar sepanjang waktu. Seusai sekolah mereka akan mengikuti les-les dan bimbel-bimbel juga menghadapi setumpukan PR yang melelahkan.

Saya bukan psikolog, namun saya mempunyai pengalaman empiris di keluarga dan handai taulan saya dimana yang masuk SD cukup umur, ketika menginjak usia SMP, SMA dan seterusnya akan lebih cakap dalam memecahkan persoalan-persoalan  matematis. Yang kesusu sekolah semakin naik tingkat semakin melorot prestasinya. Anak saya yang kedua, Nanin, yang masuk SD pada saat cukup usia (tidak kesusu sekolah seperti Diki kakaknya) lebih enjoy belajar namun prestasinya tak kalah dengan kakaknya. Adik bungsu saya yang termasuk kesusu sekolah sehingga akhirnya menjadi sarjana pada usia  menjelang 21 tahun pun mengakui sendiri. Dia merasa dalam banyak hal agak bebal dan perlu belajar ekstra keras bahkan kadang-kadang perlu mundur dulu sedikit agar bisa mengejar ketinggalannya.

Sumpah! Saya tidak menggurui. Dalam soal ini, saya masih banyak belajar dari Bu Noor yang juga bukan seorang psikolog namun dalam kesehariannya adalah praktisi di bidang pendidikan yang berpengalaman mengajar mulai dari SMA, SMK, SMP bahkan TK. Bagaimanapun saya tetap sepakat bahwa idealnya anak masuk SD ketika usianya 7 tahun.

Nih, ada kutipan lagi yang layak untuk dipertimbangkan! Silahkan buka spoilernya:

fakta yang ditemukan oleh ahli-ahli neurologi yang menyatakan bahwa pada saat lahir otak bayi mengandung 100 sampai 200 milyar neuron atau sel syaraf yang siap melakukan sambungan antar sel.

sekitar 50% kapasitas kecerdasan manusia telah terjadi ketika usia 4 tahun, 80% telah terjadi ketika berusia 8 tahun, dan mencapai titik kulminasi 100% ketika anak berusia 8 sampai 18 tahun.

para ahli sepakat bahwa periode keemasan tersebut hanya berlangsung satu kali sepanjang rentang kehidupan manusia

nah …

masalahnya … seperti yang dikatakan oleh Prof Suharyadi dari UI bahwa otak belakanglah yang menentukan kecerdasan seseorang … terutama untuk anak usia 7 tahun ke bawah ya …

untuk usia 7 tahun ke bawah, pembelajaran yang terbaik adalah yang mengedepankan kenyamanan fisik (r-system), emosi (limbic), dan kesempatan untuk berimajinasi (right brain) …

tanpa adanya kenyamanan untuk berimajinasi, maka otak akan memerintahkan tubuh bertindak atas dasar pencarian kenyamanan emosi … terjadilah yang judulnya ngambek, mogok, malas, membangkang, dlsb …

tanpa adanya kenyamanan untuk emosi, maka otak akan memerintahkan tubuh bertindak atas dasar pencarian kenyaman fisik (pertahanan tubuh) … terjadilah yang judulnya badan panas, perut melilit, muntah2, dlsn …

tanpa adanya kenyamanan fisik, maka otak akan memerintahkan tubuh untuk berhenti!

nah lho …

jadi … kembali lagi …

lain dulu lain sekarang …

andaikan kelas 1 SD masih seperti dulu … maka tanpa keraguan saya tidak akan khawatir jika ada anak di bawah umur yang masuk ke SD

sayangnya … SD sekarang tidak seperti SD yang dulu …

SD sekarang sarat materi, yang sayangnya, walaupun beban kurikulum semakin berat tetap saja kualitas HDI kita termasuk di bagian bontot …

kira-kira sudah bisa menjawabkah? kenapa sebaiknya masuk SD di usia 7 tahun?

kalau belum … mari kita melihat kondisi2 sekolah yang ada di sekitar kita …

jika kita masukkan anak ke SD pada usia 6 tahun, maka ia masih berada pada tahap kritis keterampilan sosial … padahal … ketika di SD biasa, bersosialisasi di dalam kelas adalah perilaku yang tidak diijinkan …

jika kita masukkan anak ke SD pada usia 5 tahun, maka selain masih tertatih-tatih dalam keterampilan sosial, ia baru saja melewati (atau malah masih berada pada) masa kritis dalam perkembangan motorik (kekuatan dan keterampilan fisik) … padahal … ketika di SD biasa, bergerak di dalam kelas adalah hal yang tabu kecuali diijinkan oleh gurunya … dan ketika di SD biasa, menulis adalah sebuah keharusan sementara perkembangan anak masih belum matang …

jika kita masukkan anak ke SD pada usia 4 tahun … coba lihat … perkembangan apa saja yang diterabas?

mahsun

Akhirnya, bila sedulur ingin memasukkan anak ke SD sebelum cukup umurnya, pastikan bahwa dia benar-benar mampu baik secara intelektual maupun secara sosial… Anak kita adalah masa depan kita!… :-)

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

106 thoughts on “Berapa Usia Ideal Masuk SD?

  1. betul mas..
    kebanyakan yang suka ngerasa anaknya sangat istimewa itu ortunya ..
    dan ortu juga yang ngerasa gak mau kalah sama anak/ortu yang lain kalo anaknya udah 6 tahun belum masuk sd.. gengsi katanya..
    padahal kalo demi kepentingan anak, bisa jadi usia 6 tahun buat anak tersebut belum waktunya dia sekolah sd..
    akibatnya justru bisa fatal, anaknya gak mampu mengimbangi kemampuan teman sekolahnya yang setahun lebih tua, jadinya prestasinya terlihat “biasa-biasa” saja..
    kalo dah gitu ntar yang disalahin anaknya, atau gurunya gak bisa ngajarin..
    halah..!

    • bener..!
      lain anak lain kemampuan..!
      mungkin karena lain-lain dalam konsumsi gizi dan nutrisinya..!

      lagi-lagi yang membedakan adalah masalah ekonomi (doh)

  2. dan bagaimana untuk anak yang baru 6 th sudah lulus TK? jadi nganggur seth u sekolah? sedangkan anaknya nangis2 minta sekolah

    • itu TK mana ya? kok baru 6 tahun sudah diluluskan? setahu saya, kelulusan TK bukan ditentukan oleh kompetensi, melainkan usia…
      salam sukses mbak Kania! :-)

      • Ibn bersekolah di TK Kinderfield cabang Cinere.
        Dan menurut Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru Depok Tahun 2010
        http://bit.ly/bK5wkE
        BAB IV

        PENERIMAAN PESERTA DIDIK

        TAMAN KANAK-KANAK NEGERI
        Pasal 6

        Persyaratan

        (1) Peserta Didik Baru Kelompok A berusia 4 tahun s.d. 5 tahun

        (2) Peserta didik baru Kelompok B berusia lebih dari 5 tahun s.d. 6 tahun

        (3) Pengelompokan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2), bukan jenjang yang harus diikuti oleh setiap peserta didik. Setiap peserta didik dapat berada selama 1 (satu) tahun pada kelompok A atau kelompok B, atau 2 ( dua ) tahun pada kelompok A dan kelompok B.

        salah satu SD swasta, SD Al-Asykar menerima murid kelas satu SD berumur 5 th 10 bulan sampai 6 tahun 9 bulan.

        • melihat peraturan di atas, harusnya kelulusan TK B adalah lebih dari 6 tahun sampai dengan 7 tahun, karena penerimaannya lebih dari 5 tahun s/d 6 tahun… dengan begitu, seharusnya lulusan TK Negeri bisa diterima di SD Negeri…

  3. takutnya kalau terlalu dini sudah masuk SD, nanti udah di SMP, SMAnya suka ngadat … saya banyak kasus teman saya yang lebih muda dari saya (karena dulu masuknya awal) sering bertingkah aneh di sekolah … mungkin sudah jenuh sekolah kali yah? (lmao) ….

  4. dulu waktu kecil..
    saya diluluskan TK pas umur 6 tahun..
    gara-gara juga teman seumuran juga sudah masuk SD (annoyed)
    kesalahan iki marai aku rodo saru yo (lmao)

  5. 7 tahun mas…
    tapi kebanyakan orang indonesia keminter…
    6 tahunbelum genap dah masukin sd, klo nggak bisa malah pake nyogok segala…
    ampun deh…
    orang indonesia, rata rata menginginkan terlalu banyak, tapi akhirnya mendapat terlalu sedikit…
    kasihan….
    ingin lebih cepat, tapi justru paling belakang sampai tujuannya…
    kasihan…

  6. Pernah saya diceritain guru SD, ada orangtua yang ngebet anaknya sekolah disana padahal umurnya baru 6 th. karena gak boleh akhirnya ortunya tu mendaftarkan ke sekolah lain. Tapi karena kadang sekolahan kekurangan murid, banyak sekolahan yang menerima murid yang masih dibawah umur sekolah.

  7. Wah Pak Andy, jujur saja saya sangat menikmati artikel ini. Kebetulan, saya kerap dihantui persolan tersebut. Ketika anak saya lulus TK nanti, dia belum 7 tahun. Yang menjadi ketakutan salah satunya adalah efek kebosanan ketika dia harus sudah masuk SD dalam usia kurang (dari tujuh tahun). Barangkali saya masih terselamatkan karena sekolah2 di Jakarta tampaknya sangat ketat dalam menerapkan batasan usia SD, yakni minimal 7 tahun. Trims infonya

    • seperti komen Suryaden sebelumnya, anak-anak masih ada masa bermain yang harus terselesaikan… kalau kesusu sekolah, nanti bermainnya malah ketinggalan… (haha)

  8. Nek aku melbu SD kuwi umur 5 taun. Tapi asal otake wis kuat, ra masalah. Adikku sing ragil umur 4,5 taun melbu SD. Nanging yo kuwi, wis siap mental lan otake kuat yo nganti saiki ra masalah.

  9. nice infoo..
    lengkap bgt mas infonya..
    sipppp bgt,,, :)
    semoga bermanfaat bagi pembaca yg lain juga..
    btw, salam kenal ya..
    visit my blog ya… ditunggu lhoo.. thx kyu.. :)

  10. Dimana pak kita bisa cek IQ anak, ada info kah? Biar tahu apakah kita sudah benar dan tepat sasaran ketika menyekolahkan anak… :)

  11. menurut saya, usia 6 tahu lebih itu pas.
    sebab kematangan psikologis dan emosi serta otak anak sudah dalam masanya. kalo kurang maka kasihan, sebab dia masih butuh waktu banyak untuk bermain dan bersenang2. sedangkan usia lebih dari tujuh maka kasihan karena ntar ketuaan lulusnya (rofl)
    sekali lagi ini pendapat saya bukan pendapat pakar pendidikan anak atau ahli psikologi anak B-)

  12. gimana dengan usia masuk berdasarkan gender ya? karena kecenderungan anak ce lebih cepat matang dibanding co?

    • kematangan anak cew memang lebih cepat. tapi itu setelah usia lebih dari 10 tahun. sebelumnya menurut saya sama saja… lagian kematangan itu terutama masalah kedewasaan fisik (reproduksi), perkembangan otaknya kan setara???

  13. Berapapun usianya kalau dari segi IQ sdh matang, Go…. masuk aja ke SD,
    Jaman sekarang beda dgn jaman dulu, anak sekarang Tk aja sdh pinter ngomong kaya di Sinetron2 (malah jangan2 ngikut2 di sinetron), Media Televisi bukan cuma TVRI aja kaya jaman dulu, malah sekarang ada puluhan Stasiun TV swasta yg secara gak langsung di tonton dan ditiru anak2 usia dini.
    Banyak dijaman sekarang orang dewasa berpikiran seperti anak2, dan yg anak2 berpikiran matang dan dewasa. Orang2 dewasa jaman sekarang ya kita2 ini yg di produksi di jaman dulu.

  14. yo ideale koyo aku mlebu sd umur 8 tahun, juara terus lulus yo iso dadi pegawai negri …..he he

  15. mau nanya dan saring ya..
    anak pertama saya kelahiran sept 2005, saat ini masih TK A, jadi nanti masuk SD umurnya 6 th 10 bln (7 th kurang 2 bln), ideal kan ?????
    nah..adiknya ini yang jadi kepikiran saya..dia lahirnya juni (sakarang masih 9 bln..hehe)..nanti masuk SD nya 6 th lebih 1 bln atau 7 th lebih 1 bln ya?..kalo 6 th lbh 1 bln sepertinya kemudaan, tapi kalo 7 th lbh 1 bln pasti nanti paling tua di sekolahnya..sekarang aja kakaknya sudah paling tua di kelasnya..bahkan anak tetangga yang kelahiran oktober 2005 sudah mau masuk SD thn ini (2011)..tolong sharing ya..

    • Saya sependapat dengan Pak Marsudiyanto (lihat juga komen2 sebelumnya) bahwa usia ideal masuk SD adalah 6-8 tahun, namun, tentu saja tergantung kemampuan masing-masing anak. Menurut saya, kalau sudah lewat 6 tahun ya nggak apa-apa masuk SD (walaupun baru lewat sebulan)… Sebaliknya, kalau kurang dari 6 tahun ya sebaiknya bersabar dulu… Kalau yang kelahiran Okt 2005 trus mau masuk SD tengah tahun ini, kok kayaknya masih kemudaan banget (kurang dari 6th)… Bisa jadi anaknya memang istimewa, namun menurut saya, ukuran yang paling baik adalah kedewasaan (usia), bukan kecerdasan. Kalau memang si anak benar-benar cerdas dan berbakat, di SD dan seterusnya pasti akan lebih berprestasi dan mengejar ketinggalan, tidak mesti harus dimasukkan ke SD di usia dini.
      Salam Sukses, semoga anak-anak anda berprestasi! :-)

  16. Saya tinggal di Manado, anak pertama saya lahir 3 jan 2006 sekarang sekolah di TK. Waktu awal masuk TK saya utarakan mengenai umur dan kemampuan anak saya dan ibu guru di TK menyarankan untuk masuk kelas yang disiapkan untuk masuk SD dengan alasan anak saya bisa mengikuti pelajaran dengan baik bahkan dari segi kecerdasan anak saya bisa mengalahkan anak2 lain yang usianya jauh lebih tua darinya.
    Saat ini ibu guru menyarankan untuk tetap melanjutkan ke jenjang SD, karena peraturan untuk masuk SD di Manado usia minimal 6 th, bila kurang dari 6th harus dengan ijazah TK maka anak saya sudah memenuhi syarat untuk masuk di SD.
    Tapi secara pribadi saya masih meragukan kemandirian anak saya tersebut. Kalau hanya melihat dari segi kecerdasan mungkin benar anak saya mampu tapi sifat mandirinya itu yang masih harus dilatih. Bagaimana solusi untuk masalah saya ini karena mengingat waktu untuk masuk SD kurang 2-3 bln lagi.
    Terima kasih sebelumnya untuk jawaban yang diberikan.

    • Perkiraan pada tahun ajaran baru mendatang anak ibu baru berumur kira-kira 5 1/2 tahun. Sepertinya masih ada masa bermain yang harus diselesaikan.
      Menurut hemat saya, ditunda setahun ke depan belum terlalu terlambat untuk masuk SD bahkan pas sekali
      Namun, orangtua-lah yang lebih mengerti keadaan baik fisik maupun psikis anak. Bila anak benar-benar istimewa, disekolahkan lebih awal di sekolah khusus bisa menjadi satu pilihan…
      Salam sukses!

  17. Ass, saya tinggal di Malang dan anak saya laki-laki yang tahun ini lulus dari TK B kelahiran 24 Oktober 2005. Jujur sebetulnya saya menilai anak saya kurang matang emosionalnya dan saya cenderung untuk menunda satu tahun lagi sebelum masuk SD. Tetapi dari pihak sekolah TK mengatakan kalau anak saya sudah siap masuk SD karena dari segi kemampuan belajarnya sudah baik. Pihak sekolah TK terus mendorong agar anak saya dimasukkan ke SD. Saya bingung mana yang harus saya ikuti, pihak sekolah atau intuisi saya sabagai seorang ibu?
    Kalaupun harus menunggu 1 thn lagi haruskah mengulang TK B atau bisa hanya dengan les2 di luar sekolah? Terima kasih banyak…

    • Tingkat perkembangan emosi anak TK B dan anak kelas 1 SD hampir setara. Saya pikir, usia enam setengah lebih dua bulan sudah cukup untuk masuk SD. Kalau ditunda setahun ke depan, umur tujuh-nya sudah banyak lebihnya, asal belum 8 tahun bisa jadi pilihan.
      Namun, kalau melihat trend sekarang dimana banyak yang memasukkan anak usia 6+ ke SD, bisa jadi si anak akan minder kalau jadi paling tua di sekolahnya. Begitupun, saya tetap tidak sependapat bila ada anak yang dimasukkan ke SD pada usia kurang dari 6 tahun. Artinya, walaupun kita juga memperhatikan kecenderungan lingkungan sekitar, tetap memperhatikan usia dan kemampuan si anak.
      Bilamana anak ibu tergolong anak dengan kecerdasan wajar, saya rasa sudah cukup usia untuk dimasukkan ke SD. Bagaimanapun juga, keputusan ada di tangan ibu baik berdasar intuisi maupun berdasar pemantauan kemampuan sehari-hari. Intinya, masuk SD sekarang sudah cukup baik, tahun depan lebih baik dan belum terlalu terlambat.
      Semoga anak ibu bisa belajar dengan baik! :-)

  18. Mau sharing dan mohon petunjuknya ya pak.., anak saya tahun ini masuk SD umur 5,8 th. Bila dilihat dari segi kemampuan sudah setara dengan teman2nya yg berumur 6 thn lebih. Tapi prestasi tidak terlalu menonjol karena dia yang paling kecil di kelasnya. Sifatnya kekanakannya juga masih terlihat seperti: sering ngambek dan tidak mau mengalah dengan adiknya. Kadang dia juga merasa bosan dengan PR yang diberikan oleh tempat les berhitung. Apakah sebetulnya anak saya belum terlalu siap masuk SD? Saya ingin dia bisa berprestasi di SD, jadi apa perlu saya tunda setahun lagi?
    Kalaupun mengulang TK B apa ada kemungkinan anak saya merasa bosan belajar di TK?
    Tapi kan masih lebih baik bosan belajar di TK ya pak daripada bosan belajar di SD…..
    Matur suwun…

    • Saran saya, biarkan mengulang di TK B saja, namun jangan diberi terlalu banyak beban belajar karena kemampuannya sudah cukup… biarlah dia bersenang-senang bermain menuntaskan masa bermainnya.

  19. Assalamualaikum.w.w
    Saya sangat tertarik situs Bapak ini. Kami punya dua orang putra. dan kami pasangan suami istri sama-sama bekerja dan anak di saat kami bekerja di jaga oleh nenek sama pembantu. melihat perkembangannya pada umur 4 tahunan sudah kami masukan ke TK satu tahun kemudian TKnya masih berlanjut, tapi di pindah ke TK yang lain yaitu di TK semen Padang, disaat tahun ajaran baru ini umurnya baru 5 tahun 10 Bulan, dan sepintas si anak sering bilang ngak mau lagi TK.Memang kami sudah pernah juga tukar pikiran dengan Dokter Spesialis anak dan menyarankan tetap di TK aja dulu, setahun lagi. jadi yang ingin kami tanyakan ke pada Bapak, apakah anak kami perlu pindah TK atau tetap di TK yang sama agar tingkat kebosanan tidak timbul.
    untuk itu kami mohon arahan dan saran dari bapak, atas bantuan diucapkan terima kasih

    • Yeach… Seringkali kita tahu dampak dari sesuatu setelah terjadi. Demikian pula dengan anak bapak ibu yang masuk TK pada usia cukup dini. Ini tentunya menimbulkan kebosanan si anak.
      Namun, seperti saran saya kepada komentator lain di sini, saran saya agar ditunda dulu setahun. Strateginya bisa diatur menyesuaikan keadaan, misalnya dipindahkan TK-nya. Bisa juga dengan memberikan pelajaran tambahan misalnya bimbingan belajar membaca dan menulis untuk persiapan SD nanti (walaupun sebetulnya belajar membaca dan menulis itu masuk kurikulum di SD). Bila bapak ibu beragama Islam, sepertinya pada usia anak bapak ibu saat ini adalah saat yang tepat untuk belajar baca tulis Al Qur’an sekaligus mendisiplinkan shalat 5 waktunya agar pada usia SD nanti sudah lancar dan teratur. Barangkali dengan tambahan belajar itu akan mengurangi kebosanannya di TK yang sudah cukup lama dan tahun depan akan masuk SD pada usia yang benar-benar matang. Harap diingat, pemberian pelajaran tambahan cukup seperlunya saja, menyesuaikan dengan keadaan si anak agar tidak mendapatkan beban berlebihan yang bisa mengganggu kegiatan bermainnya.
      Just kidding! Bujuk juga agar si anak memahami bahwa di SD nanti akan bersekolah selama 6 tahun, jauh lebih lama dibandingkan dengan di TK yang hanya 2-3 tahun. Jadi, rasa bosan bukan alasan untuk berpindah sekolah baik ke TK lain maupun melanjutkan ke SD di usia dini. Intinya, semangat belajar harus ditumbuhkan tidak peduli masih TK, SD, dan selanjutnya.
      Salam sukses, semoga putra-putri bapak ibu berprestasi!

  20. Saya termasuk yg terlambat membaca article anda. Namun saat ini saya sedang ragu dengan status putra saya Saddam. Tahun ajaran ini anakku sudah kelas III SD diusianya yang 8 tahun (7 April 2003). Tgl 30 April 2011 kemarin di sekolah di adakan test IQ dan hasilnya 109 dengan umur kalender dibuat 7 April 2002 (tdk bisa diinput tahun kelahiran anakku). semester ganjil kemarin dia peringkat 9.
    Yang ingin saya tanyakan apakah dia harus tinggal kelas supaya bisa dituliskan tahun lahirnya diraport dan surat penting lainnya atau dia tetap meneruskan sekolahnya namun saya harus mengganti akte kelahiran anak saya 1 tahun lebih awal supaya datanya balance?
    (saat ini datanya selalu tahun 2002 walau pun sudah saya beritahu gurunya untuk diperbaharui, bahkan diraportnya tahunnya dikosongkan.)

    • waduh… terlalu muda banget ya masuk SD-nya? tapi kalau melihat prestasinya yang ranking 9, IQ 109 dengan umur dimundurkan setahun, sebetulnya anak ibu sudah termasuk anak yang pintar walaupun belum termasuk anak istimewa.
      mengenai masalah administrasi, mohon maaf saya tidak bisa menjawabnya, bu! saran saya, konsultasikan saja dengan pihak sekolah bagaimana baiknya, yang penting anak tetap bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan nyaman baik secara fisik maupun psikis.
      bila saat ini masih kelas III, masih banyak waktu untuk berkonsultasi dengan pihak sekolah, agar pada waktu kelulusan nanti data sudah beres sesuai keputusan bersama demi kebaikan anak.
      salam sukses!

  21. malam pak…
    menarik sekali membaca aritkel bapak…hal ini yang membuat saya akhir2 ini pusing pak…anak saya sudah dimasukkan ke PAUD sejak dia berumur 2,5 tahun..tahun ajaran ini umurnya 4 tahun kurang 1 bulan..awalnya saya ingin memasukkan anak saya ke TK … tapi saya khawatir sekali nanti anak saya bosan di TK..sekarang aja di PAUD anak saya sudah mogok sekolah…kalau anak saya tahun ini ke TK berarti nanti SD nya 6 tahun kurang 1 bulan…setelah saya membaca artikel anda rasanya usia 7 tahun tepat untuk masuk SD,,,,tapi di usia nya yang 4 tahun ini menurut bapak pendidikan apa yang tepat untuk anak saya,,,mengingat di PAUD dia sudah bosan,,,terimakasih sebelumnya,,

    • saya pikir tidaklah baik memberi stressing kepada anak.
      barangkali di PAUD itu dia merasa bahwa dia mendapatkan kewajiban ini dan itu dan lain sebagainya. kewajiban-kewajiban itu tentunya bermaksud baik namun justru bagi anak bisa jadi terasa bagai stressing.
      hal ini tentu saja tidak baik untuk anak, salah satu dampaknya adalah rasa bosan tadi.
      menurut hemat saya, ada beberapa pilihan;
      -memasukkan ke TK dan disiapkan bahwa di TK nanti bersekolah selama 3 tahun agar pas masuk SD-nya kelak.
      -mengistirahatkan dari kegiatan barangkali setengah atau satu tahun. bila anak merasa kehilangan pergaulan (karena sudah terbiasa di PAUD) pasti akan minta sekolah lagi, namun bilamana pergaulan di luar sekolah sudah cukup, biarlah dia menikmati dan menyelesaikan masa bermainnya. pada masa yang tepat nanti dia diperkenalkan dengan kewajiban-kewajiban sesuai dengan usianya.

  22. Sepertinya kasus memasukkan anak kemudaan juga terjadi pada anak saya. Anak saya perempuan, lahir di bln November 2007. Sejak tahun lalu ia sudah saya masukkan ke preschool, jadi Bulan Juli 2011 ini seharusnya ia sudah masuk TKA (ia baru berumur 3 th 8 bulan per Juli 2011). Anak saya termasuk cerdas dan dapat berpartisipasi di kelas. Bahkan guru kelasnya juga mendukung untuk masuk TKA tahun ini. Tapi setelah saya membaca artikel di atas, saya juga menjadi ragu untuk memajukan waktu masuk SDnya. Jika anak saya hendak saya undur masuk SD nya, apakah lebih baik ia mengulang di preschool, ataukah lanjut dulu ke TKA dan TKB, baru nanti mengulang di TKB? Karena pelajaran yang diajarkan di preschool sepertinya sudah ia pahami. Tolong minta pendapat Bapak ya.. Terima kasih.

    • eeeeemh…. gimana kalau TK-nya 3 tahun saja… nanti pas banget masuk SD-nya. kalau dia nanti bosan di TK, bilang saja kalau nanti di SD itu malah lebih lama (6 tahun)… :-D salam sukses!

  23. selamat sore pak, anak perempuan saya sekarang usianya 5thn 7bln dia juni sekarang lulus TK B dan meminta di sekolahkan di SD. Terus terang saya dan suami masih ragu untuk memasukkan anak saya jasmine ke SD walaupun jasmine sudah bisa membaca tapi masih sering mogok kalau di suruh menulis dan mengerjakan PR. sempat ada yang bilang sama saya kalau anak perempuan itu lebih cepat dewasanya jadi tdk apa-apa kaluo di masukkan ke SD, tp yg membikin saya ragu pelajaran kelas satu SD itu sekarang sudah pelajaran yang berat belum lagi PR dan ulangan-ulangan. Rncananya jasmine mau saya masukkan lagi ke TK B tp pindah TK biar ga jenuh atau berhenti dulu sekolah tapi saya les kan, les calistung dan les B.Inggeris karena jasmine sendiri yg meminta di leskan B.Inggeris. Tp kalau di tanya jasmine tetap pengen k SD karena teman-temannya sekelas juga langsung masuk SD. Menurut bapak yang ter baik yang mana? karena saya tidak ingin anak saya merasa terbebani apalagi kalau sudah SD dia harus benar-benar belajar selama 6 thn

    • saya yakin, kalau sudah melewati 6 tahun, belajar di SD pastinya lebih ringan… jadi, ada baiknya ditunda dulu. tahun depan, InsyaAllah lebih baik…
      salam sukses :-)

  24. pak andy, mohon sarannya.anak saya lahir tgl 22 mei 2005.apakah sudah pas masuk TK tahun ini?dan berarti th depan masuk SD.Mohon saranya pak.

  25. maaf pak andy.. mohon pendapat bapak…anak saya lahir agustus 2005…juni 2011 lulus tk B… apa sebaiknya anak mengulang TK lagi ..atau.. dimasukan k SD tahun ini ..atau.. ikut les-les aja untuk persiapan masuk SD tahun depan… terimakasih ..

    • kalau masih kurang dari 6 tahun, saya sarankan mengulang TK lagi saja! kecuali kalau si anak benar2 istimewa. tentunya ibu yang lebih tahu mengenai kemampuan anak ibu…
      salam sukses… :-)

  26. Thanks mas Andy atas materinya..sangat kebetulan sekali..nunut share pengalaman, saya dulu SD 5 lebih 2 bln masuk SD. itupun karena gak ada TK di kampung saya, lulus kuliah D3 20 tahun..saya gak istimewa sama sekali..meskipun SD, SMP selalu 3 besar.pas SMK dan Kuliah Teknik Mesin saya kedel kedel…menurut saya temen temen yang 2 tahun lebih tua ide dan kreatifitasnya bagus bagus meskipun gak pinter menurut saya..Masih imut kata Personalia pas ngelamar kerja..Untungnya setelah bekerja semua kembali normal, meskipun prestasi kerja saya biasa biasa saja, saya punya pengalaman kerja lebih dibanding teman teman sekolah jika ditilik dari umur..sekarang saya 33 dengan pengalaman kerja 13 tahun dan temen2 rata rata 35 dengan pengalaman kerja 13..pada saat promosi jabatanpun saya punya kesempatan yang sama dengan temen2 yang lebih tua. Intinya masalah usia sekolah bukan genius tidak genius tetapi adalah pertaruhan kesempatan yang diambil dengan segala resiko dan untung ruginya..sangat rugi dari hubungan sosial, disaat mereka dah cerita pacaran kita mimpi basah aja belum..kan repot..sabar aja deh..bahkan rencananya anak saya mau masuk SD biar pas 7 tahun atau lebih..biar pengalaman buruk Bapaknya nggak terulang..

    • pengalaman bapak persis plek sama adik saya yang bontot…
      salam sukses baik untuk bapak maupun untuk keluarga terutama anak-anak penerus generasi kita… :-)

  27. Anak saya lahir di bulan September 2007. Menurut Bapak, kapan waktu yang tepat untuk memasukkannya ke TK? Apakah sebelum masuk ke TK, lebih baik saya masukkan dia ke PAUD terlebih dahulu? Jujur, saya kurang mengerti apa perbedaan PAUD dengan TK. Karena ada yang mengatakan bahwa PAUD itu seperti playgroup, ada juga yang mengatakan bahwa PAUD itu sama seperti TK. Hal ini yang membuat saya bingung. Apalagi ada beberapa anak yang setelah lulus dari PAUD, dia langsung melanjutkannya ke SD. Saya menunggu penjelasan dari Bapak. Terima kasih.

    • Yang jelas, saya sarankan masuk SD nanti pada tahun 2014 di usia 6 tahun lebih.
      Playgroup, PAUD, dan TK pada intinya sama saja yaitu memberikan pendidikan kepada anak-anak sedini mungkin sehingga saat masuk sekolah yang bener-bener sekolah yaitu Sekolah Dasar sudah cukup matang. Jangan dianggap sepele karena pendidikan di usia dini ini sangat berpengaruh pada perkembangan selanjutnya sampai dewasa nanti… :-)
      Akan tetapi, karena anak-anak sebelum usia SD perkembangan fisik, mental dan kemampuan berfikirnya sangat pesat sekali, diperlukan tahapan-tahapan khusus yang disesuaikan dengan usianya.
      Walaupun demikian, saya merasa bahwa pendidikan di lingkungan keluargalah yang paling penting. Oleh karena itu, tidak perlu bingung! Pilih saja yang ada dan terdekat namun selalu tingkatkan pendidikan budi pekerti dalam keluarga.
      Salam sukses!

  28. mas anak saya baru masuk tk umur 5 lebih 2 bln klu masuk sd nanti umur 6 lebih2 bln gimana nih mas tolong d jawab yah.oh iya anak saya yg pertama msk sd u 5tahun lebih 6 bln tapi kls 4 tertahan ngga naik kelas .saya binngung mas?

    • Ya…ya…ya… Pengalaman anak pertama bisa digunakan sebagai pelajaran berharga untuk menerapkan pendidikan yang tepat untuk adik-adiknya. Bersabarlah sampai anak mencapai usia 6 tahun lebih, jangan merasa terlambat bila anak sudah berusia 7 tahun baru masuk SD. Soal anak pertama yang tertahan di kelas 4, tidak apa-apa. Justru dengan bertahan setahun dia akan bertambah matang dan nantinya pelajaran yang diterima akan sesuai dengan umurnya.
      Harapan saya, dengan tidak naik kelas bukan menjadikan minder melainkan menambah semangat belajarnya.
      Salam sukses!

  29. waah menarik sekali membaca artikel ini,maz brrti klo anak saya lahir tgl 25 Mei 2007,msk TKnya tahun dpn aja ya?kan TK 2 th,jd ntar SDnya pas 7 th?

    • Sepakat jeng Happy!
      Sementara belum bersekolah di TK, selalu tingkatkan kualitas pendidikan dalam keluarga terutama mengenai budi pekerti, termasuk religiositasnya (keagamaan)…
      Salam sukses!

  30. menarik juga artikel bapak…
    ini anak saya lahir 14 september 2007 sekarang udah lulus paud, rencananya mau saya sekolahkan TK karena dia sudah bosan d paud, bagaimana pendap[at bapak? atas bantuannya kami ucapkan terima kasih, saya tunggu jawabannya

  31. Dipindah sekolah saja yang berlainan lokasinya. Diharapkan dengan begitu akan menambah wawasan dan kematangan sosialnya sekaligus mengurangi rasa bosan karena mendapatkan kawan-kawan baru.
    Salam sukses!

  32. Selamat malam pak….
    Membaca artikel bapak di atas saya mau bertanya , Anak saya Hilmi kelahiran 20 jul ’2007
    Saya memutuskan masuk TK A ditahun ini ( 2011) Sebelumnya usia 3 thn anak saya masuk PAUD (Dulu saya beniat masuk paud agar anak saya bisa bersosialisasi ). Pertanyaan saya kalau pendidikan TK 2 thn , Berarti anak saya pas 6 tahun masuk SD apakah umur 6 tahun itu terlalu dini, menurut pendapat bapak apa yang harus saya lakukan setelah lulus dari TK B, Terima kasih

    • Kalau kondisi anak cukup mampu ( secara kecerdasan dan kesosialan :-D ), dimasukkan ke SD pas umur 6 th tidak apa-apa. Akan lebih baik lagi bilamana bersabar dahulu sampai menjelang usia 7 tahun (TK-nya 3 tahun)…
      Salam sukses!

  33. salam kenal pak, benar yg di katakan bapak, berdasarkan pengalaman pribadi anak saya msk SD 6 th 8 bln, kematangan emosi jelas terlihat dr teman2 di bwh usianya, lebih bertanggung jawab terhadap pelajaran (biar gurunya galak tp tetap semangat masuk sekolah/ tdk putus asa / tdk takut terhadap guru yg galak tsb) dan nyaman sekali kalo ke sekolah. Bergaul dengan teman2 juga lebih menonjol, bandel tetap (anak cowok) tapi target nilai yg di terapkan di sekolah semuanya tercapai…:)) jadi lebih baik bersabar…..untuk hasil yang lebih baik..

  34. ajilag…. pantesan saja murid-murid saya tadi pada ramai kayak di TK, padahal sudah kelas dua. Usut punya usut saya buka raport, rata-rata kelahiran 2004. Coba dihitung ah, 2011-2004=7 tahun itu sudah ada di kelas 2 SD.
    ehm… mas Andy, saya mohon dikasih masukan dong itu anak-anak harus dibagaimanain (terkait dengan umur dan kematangan di atas sono). Apa kudu tinggal kelas?

  35. salam kenal mas Andy,
    putri saya sekarang sudah masuk kelas 3 SD, umurnya baru 8 tahun.
    awalnya saya mau masukkan putri saya SD kalau sudah umur 7 tahun, tapi istri dan mertua tetap
    bersikeras putri saya masuk SD waktu umur masih 6 tahun, katanya ditempat mertua (guru)
    berkerja banyak muridnya kelas 1 masih umur 6 tahun.
    saya sudah menjelaskan semuanya, karena sebelumnya saya pernah membaca artikel tentang
    usia sekolah anak yang ideal. Dan sekarang saya pernah sampaikan dengan istri dan membujuk anak
    supaya dia mau tinggal kelas, tapi istri saya menolak dan anak saya tidak mau naik kelas.
    karena di kelas prestasinya sama dengan anak usia diatasnya bahkan lebih dari kawannya.
    bagaimana dengan masalah yang saya hadapi, mohon saran dan solusinya. terima kasih, sebelumnya

    • kalau sudah kadhung mau gimana lagi? yang bisa dilakukan adalah menjaga agar tetap bisa mengikuti pelajaran, namun juga memberikan kesempatan agar kehidupan sosialnya berkembang sesuai dengan usianya…

  36. Pendapat saya….betul sekali,mnrt teori usia paling edial anak2 msk SD ya 7 th itu,atau krg sdktlah,krn pada usia tsb anak bnr2 siap scr fisik maupun psikisnya,dan skrg model pembelajaran di SDpun sdh lbh sempurna dg adanya TEMATIK(benar2 disesuaikan dg tngkt prkmbngan kmmpuan anak),anak tdk dg srta merta mnglami kndisi yg brbeda dgn lingkngan pembljaran sblmnya,(di TK) dan yg lainnya.Tp mmg yg repot disebabkan pngtahuan ortu dan guru yg tdk sama……
    Guru;Jmlh jam tatap muka sdh diatur dan dikaji scr profsional (tertuang dlm permendiknas),jk guru mlakukan scr optimal dan mnggunakan ptnjuk teknik,metode,strategi,scr kreatif,inovatif dlm proses pmbljran,niscaya guru sdh tdk membutuhkan lg les-les tmbhn yg justru menyita dan mengmputasi masa2 tumbuh kmbang kmmpuan mrk.Dia akan khlngan masa2 brmainnya,mrk akan khlngan moment pnting dlm prkmbngn jiwanya,krn saat brmain akan tmbuh sosial emosional yg smpurna.Penglman sy sndr yg mmiliki 3 putri yang brbeda2 lgkungan prkmbngan sosial emosionalnya,stlah dewasa juga terlihat jls terbentuk watak dan karakternya……jd siapkan anak2 kt menjadi penerus bangsa yg benar2 cerdas dlm berpikir dan bertindak……Semoga…….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>