Bertemu Perempuan Bergaun Putih

Pelukan erat, jabat hangat, wajah sumringah. Itulah pertama kali kami bertemu, seolah bagai sahabat lama. Duduk bersama, berdampingan, berbagai cerita mengalir deras. Dua jam berlalu tak terasa, belum puas kami bicara, namun kewajiban di depan mata tak urung menyudahi pertemuan yang tak dinyana.

“Sampeyan masih melihat sosok perempuan bergaun putih?”
“Ya! Perempuan itu masih setia menunggui rembulan setiap malam di bukit itu.”
“Siapa dia sebenarnya?”
“Tak seorangpun tahu. Dia hanya dikenali sebagai perempuan bergaun putih”

Alinea pertama adalah kesan pertama yang begitu menggoda ketika saya bertemu Pak Sawali Tuhusetya.

Judul di atas sebetulnya salah, karena ketika saya berkunjung ke kediaman pak Sawali, saya pertama kali bertemu dengan putri beliau yang baru pulang sekolah dan masih mengenakan seragam SMA. Jadi sebetulnya saya bertemu dengan “cewek berbaju putih” yang kemudian sigap menelepon;

“Bapak! Ada tamu, namanya pak Andy dari Solo”

“kaj!snfs%naf##bz*x f bs&jgfs bf)@sH:faj$sf^bsnf?A%L” (saya tidak tahu apa jawab sang bapak -jadi saya ketik sekenanya).

Hape ditutup ceklik…

“Monggo pinarak pak! Silahkan menunggu di dalam!”

Deg… Jadi khawatir juga, ini menjelang jam dua siang, jangan-jangan Pak Sawali masih menunaikan tugas di SMP 2 Pegandon, Kendal. Wah… nggak enak hati juga nih! Dasar, ngakunya Cah Sholeh tapi bertamu tak diundang di waktu yang kurang tepat.

“Oh ya, makasih, kami menunggu di sini saja!”

Kami??? Iya, saya berkunjung ke rumah Pak Sawali bersama Solichun, pegiat Pattiro Sekolah Rakyat yang berkantor di Jalan Pemuda 11B Kendal, juga bermarkas di Limbangan, Kendal. Kunjungan saya ke Kendal, 130km dari domisili saya di Solo sebetulnya merupakan kunjungan rutin ke Sekolah Rakyat, yang saya lakukan setiap akhir bulan karena saya harus melakukan supervisi atas kegiatan Sekolah Rakyat terutama dalam manajemen dan keuangan. Berbekal petunjuk singkat sewaktu saya nyaris mengalami kecelakaan di Kendal, rupanya tak begitu sulit menemukan kediaman beliau.

waduh, mas andy sudah sampai kendal? lokasi kecelakaan itu dah deket dg gubug saya, mas. sampeyan hanya tinggal menyeberangi pasar, lantas lurus ke barat, masuk ke kompleks perumahan rss-btn. tanya nama saya, mudah2an mereka sdh banyak yang kenal. kapan2 pinarak, mas.

Hanya perlu 2 (dua) kali bertanya,

“Oh, pak guru?? terus ke utara, masuk ke kiri lewat jalan Jatayu, lurus sampai mentok, belok kanan…”

Tanya lagi,

“Pak Sawali??? Lurus saja! rumahnya yang paling pojok.”

Ternyata, tidak hanya di atmosfer blogger, di atmosfer Kendal pun pak Sawali cukup dikenal. Saya ndak usah bercerita deh!… Silahkan menilik Buku Tamu di rumah beliau!

Sengaja kami menunggu di pinggir sawah, di dekat pos ronda, menikmati keindahan alam, sawah yang luas membentang, gemuruh traktor membajak sawah terdengar dari kejauhan, semilir angin yang menyejukkan di siang yang panas. Rumah Pak Sawali yang sederhana dan bersih itu memang dekat dengan sawah, mengingatkan saya waktu kecil, rumah bapak ibu saya berhadapan dengan sawah, dan saya pun jadi sangat akrab dengan sawah.

Brum….brum…brum… Revo biru mengagetkan bincang-bincang saya dengan Solichun. Seorang pria berpostur kecil berkumis turun dari motor dan… yeach… kembalilah ke alinea pertama…

Lagi-lagi saya tidak akan bercerita karena pasti pak Sawali sudah bercerita (saya kalah set). Yang jelas, Pak Sawali itu grapyak, semanak, semedulur. Guru yang cerdas, optimis namun tidak ambisius. Peka realitas sosial pun pintar teknik-teknik nge-blog (soal ini saya malu, -menurut Sakui, peringkat Sawali[dot]Info mencapai 95% tanpa errorr, blog saya hanya 33% dengan 72 errorr).

Setelah menghabiskan dua buah pisang, segelas air mineral dingin dan segelas es teh, saya berpamitan. Dua buku “Perempuan Bergaun Putih” kumpulan cerpen karya pak Sawali Tuhusetya, yang masih rapat dalam kemasan plastik menjadi oleh-oleh tak ternilai –alinea kedua tulisan ini dalam blockquote adalah kutipannya–. Sambil membuka kemasan plasik salah satu buku, kemudian menandatanganinya, Pak Sawali berpesan;

“Mas Andy! Ini satu buku khusus untuk panjenengan, sedangkan buku satunya silahkan untuk siapa saja yang mas Andy inginkan.”

Buat Mas Andy
Salam kreatif
ttd
Sawali Tuhusetya
Kendal, 30 Okt ’08

Duh… saya benar-benar terharu mendapatkan buah tangan itu.

Sampai malam ini, buku itu sudah saya baca hampir separohnya. Buku yang satunya saya persembahkan untuk Perpustakaan Damarati di Sekolah Rakyat. Semoga bermanfaat!

Besok saya kembali ke Solo, terbayang, Diki dan Bu Noor pasti senang membaca perempuan bergaun putih.

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

44 thoughts on “Bertemu Perempuan Bergaun Putih

  1. wah, jadi seperti lomba posting kopdar, hiks. yang pasti, saya mengucapkan terima kasih banget sama mas andy, juga kepada mas solichun yang telah berkenan utk bersilaturahmi ke gubug saya. semoga silaturahmi darat ini terus berlanjut pada masa2 mendatang. sungguh menyenangkan kita bisa bertemu. suatu ketika, Insya Allah kita bertemu lagi. salam buat bu noor, diki, dan nanin. ufh, ingin aku menucibit pipi mereka yang imut dan menggemaskan itu. sukses selalu buat mas andy dan keluarga! salam hangat!

    silahkan klik bila tertarik tulisan sawali tuhusetya yang berjudul..Pertemuan Tak Terduga dengan Mas Andy MSE

  2. Emm… Acara Kopdar memang slalu mengesankan.yg pada mulanya hanya bertemu didunia cyber,dan ternyata itu memang bisa bertemu didunia nyata adalah sesuatu pertemuan yg istimewa.klo kePonorogo silahkan mampir pak andy,eh tp skrng lg g’diPO.pkoknya mampir aja pak :)

  3. Jadi pingin ketemu orang orang semua, tidak cuman copy darat satu-satu. Seandainya ada odo-odo acara misalnya suminar atau temu bloger wah mesti tambah gerr sangking suenengnya

    silahkan klik bila tertarik tulisan wahyubmw yang berjudul..Muhasabah #2

  4. Hm, pikir saya sekolah rakyat itu kayak SR macam dulu atau Sekolah keliling gitu. Ternyata lain toh. Macam LSM gitu yah?
    Pengin juga ketemu pak Sawali. Saya kepincut pas baca tulisan-tulisannya.
    Eh, saya coba Sakuinya kok 0% yah?
    Walah, jadi sedih:(
    Emangnya itu apa sih (Lho???)

    silahkan klik bila tertarik tulisan Adi yang berjudul..FM Static

  5. Hahahaha…., Mas Andy, pak Sawali memang udah cerita lebih dulu. Emang gampang ya mencari rumahnya. Pak Sawali kan orang terkenal. Tinggal tanya aja, pasti banyak orang yang tahu.

  6. Ini semacam perjalanan dinas ya Cah?
    *Ngiri atas misi yang dijalan cah sholeh dalam bbrp tahun terakhir….*

    Ingin seperti itu (menjadi sukarelawan-red) tp……
    Mungkin tuk smtra waktu saya harus banyak belajar dengan cah..

    Salam kenal utk cah solikun…..

    silahkan klik bila tertarik tulisan khay yang berjudul..Darimana Asalmu?

  7. Duh..ceritanya mengharukan,Mas…berawal dari dunia Maya,ternyata akhirnya ketemu juga dialam nyata..deg-degan ngga Mas pas ketemu pak sawali di alam nyata,hehehe..btw,kirain tadi judulnya soal ‘penampakan’ :D
    silahkan klik bila tertarik tulisan Nenad Mohamed yang berjudul..Aku kangeeeeeeeen……

  8. wah .. makasih banget mas, tapi ndak usah repot2 kirim ke jerman, Insya Allah ntar kalau liburan ke Jawa mau tak unek2 tuh gramedia, tempat berlama2 di sana sama suami kalo pas pulkam :)

    silahkan klik bila tertarik tulisan Elys Welt yang berjudul..Pemerkosa Brutal Itu …..

  9. oohhh pak sawali tiang RSS, saket kalian dalemm kulo pak…….
    pak sawali… ngertos pak puji?… niko ngeh guru….
    salam buat perempuan bergaun putih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *