Super Toy

Kemarin, 05/09/2008 beberapa email mampir ke alamatku. Asalnya dari milist yang aku ikuti. Berikut kutipannya sebagaimana aslinya termasuk salah ketik dan salah ejaan, nama pengirim sengaja tidak dicantumkan:

Dear All,

Belum begitu lama, kita dihebohkan dengan kasus BLUE Energy.

Kini, ada kasus serupa yang melibatkan orang dalam Istana, Heru Lelono, si Komisaris Utama PT Sarana Harapan Indo (SHI).

Benih padi Super Toy (atau Letoy?).

Menurut mantan ketua HKTI, Siswono Yudhohusodo, suatu jenis bibit unggul baru tidak boleh dipasarkan sebelum diuji oleh Badan terkait (maaf lupa namanya). Namun, Benih padi Super Toy bisa bebas melenggang dan langsung dipasarkan ke masyarakat dengan janji bahwa SEKALI TANAM BISA SAMPAI 3 KALI PANEN !!!

Kini, akibat ulah Heru Lelono cs, masyarakat petani di Purworejo (maaf kalau salah), dirugikan oleh PT SHI.

Mohon komentarnya untuk kasus terakhir ini.

[nama pengirim tidak disebutkan]

Ditanggapi oleh yang lain:

he he he kok bisa ya varietas seperti ini dilepas ke lapang? petani di kediri yang berkreasi sendiri dengan benih jagung malah ditangkap karena menghasilkan benih jagung berkwalitas yang lebih murah dari benih sejenisnya yang dikeluarkan oleh perusahaan….

Kejadian seperti ini pernah terjadi di kroya indramayu, seorang jendral purnawirawan mengintroduksi benih padi Baru tetapi ternyata hasilnya tidak sesuai dengan janjinya dan petani dipaksa mengklaim bahwa itu adalah varietas hasil penyilangan petani seendiri….

kalo perilaku seperti ini tidak ditindak akan sangat berbahaya bagi kedaulatan pangan yang kita cita-citakan, sudah petani tidak berdaulat pada tanah, tidak berdaulat pada air karena diprivitasasi sekarang dibuat lagi tidak berdaulat terhadap benihnya sendiri dan dibuat bergantung dengan benih import…….SBY kan S2nya dari IPB kok ya masih bisa dikelabui model beginian…..

[nama pengirim tidak disebutkan]

Tanggapan berikutnya:

Seharusnya kalau sudah terbukti dalam uji coba (untuk produk pertanian menurut Mentri Pertanian uji coba 7 tahun), baru dilempar ke pasar. Kalau seperti sekarang bukan hasil yang baik yang didapat, tetapi rakyat sugi 20 milyar dan SBY juga kena imbasnya karena Heru lelono adalah “orang dalam istana”

[nama pengirim tidak disebutkan]

Tanggapan-tanggapan selanjutnya juga seru, tapi karena senada tidak aku kutip lagi (takut salah kutip).

Sore kemarin ketika sempat nonton TV juga ada berita tentang Super LeToy itu. Gambar petani di Purworejo yang membakar hasil panennya karena kecewa, penjelasan dari Heru Lelono, juga juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng yang ikut tampil di TV menyanggah bahwa Super LeToy itu bukan program atau proyek pemerintah. Bahkan dikatakan bahwa kehadiran SBY di Purworejo itu bukan untuk mempromosikan Super LeToy melainkan atas undangan Bupati Purworejo.

Menyimak gambar di televisi, jelas sekali kelihatan bahwa pada peristiwa panen raya padi Super Toy di Purworejo 17 April 2008, SBY dan Ani menyabit padi cuma kena sedikit, trus dipegang pakai tangan kirinya, berikutnya sabit di tangan kanan diambil dengan sigap oleh entah siapa, digantikan sebonggol padi bernas berisi yang rapi seperti di-ani-ani. ABS sekali ya???

Sayang seribu sayang, saya tidak berhasil mengabadikan tayangan di televisi itu. Beruntung malamnya habis tarawih, saya bersama Diki dan Nanin bisa mendapatkan gambar dari sumber yang terpercaya (semoga belum dihapus). Mau tembak langsung gambarnya?? silahkan ke sana (semoga masih ada)!

Jadi mikir nih! Kalau SBY dikelilingi orang-orang seperti Heru Lelono, Joko Suprapto (penemu blue energy), juga pakar pornomatika Roy Suryo yang masih menduduki jabatan sebagai Ketua Departement Kominfo Partai De… dan mungkin masih banyak orang yang kompetensi-nya diragukan… Aduh… Akan jadi seperti apa negara ini kelak???

Oh ya… Menurut Diki dan Nanin, mereka masih percaya bahwa bapaknya jauh lebih piawai dibandingkan RM. Roy Suryo Notodiprojo. Kok bisa?? Bapake Diki dan Nanin blogger sih!… Hehehe…

Akhirnya tersisa pertanyaan: Hai orang-orang yang beriman… yang tidak beriman tidak hai… Dimanakah kemaluanmu???

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

18 thoughts on “Super Toy

  1. ya itulah Indonesia mas…rakyatnya hanya dijadikan kelinci percobaan…syukur2 berhasil agar dapet untung yang besar…ya kalo ga berhasil cuma retorika aza yang harus diperbagus agar kelihatan bagus di media…salam petani mas…

  2. wew…. kok selalu saja ada upaya utk melaukan pencitraan publik melalui rekayasa dan tipu2 ya, mas andy. yang ditampilkan emsti yang baik2 aja, tentang super toy itu….

  3. Bukan ingin mendiskreditkan Gus Dur, tapi bukankah lebih mengerikan ketika Gus Dur berkuasa karena -tentunya- dia akan lebih percaya pembisik-pembisiknya?

  4. Bukan Super Toy tapi Super Letoy…
    Tapi tak tau juga ya.
    Memang bibitnya yang payah atau petaninya yang salah ngrumat…
    Gampang ngrumat blog ketimbang petak sawah.

  5. Kalo lihat wajah sumringah Kang Anton, kok aneh ya kalau dia hari ini mengeluarkan komentar kritis tentang Super Toy?

    Tapi, SBY juga sih, sudah tahu namanya super toy, mau aja memanen. Namanya juga toy…. :-)

  6. “Akhirnya tersisa pertanyaan: Hai orang-orang yang beriman… yang tidak beriman tidak hai…”
    ngakak aku moconya, mas…
    semoga aku termasuk yang disapa “hai” yah…
    *oot* :P
    caroline´s last blog post..Memberi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *