Boomerang

Bila mendengar kata boomerang atau dalam bahasa Indonesia disebut bumerang, yang terlintas di dalam pikiran bisa jadi adalah grup musik rock asal Surabaya, Boomerang, atau senjata tradisional yang sudah berusia berabad-abad dari bangsa Aborigin, bangsa asli benua Australia. Bisa juga terpikir perempuan, karena kalau laki-laki pasti namanya Pak Merang, bukan Bu Merang. (lmao) Dalam berbahasa, istilah bumerang juga sering digunakan untuk menyebut tindakan yang ditujukan kepada orang lain namun justru berbalik kepada diri sendiri. Memang, kekhasan dan keistimewaan bumerang senjata tradisional Aborigin itu adalah bila dilemparkan bisa kembali ke arah si pelempar.

Nah… Boomerang -selanjutnya saya sebut saja bumerang- yang saya temui (16/02/2010) berkaitan erat dengan senjata tradisional bangsa Aborigin, namun tidak berkaitan dengan pemakaian bumerang sebagai senjata, melainkan sebagai permainan yang memanfaatkan ilmu penerbangan sebagaimana aero modelling. Dengan perancangan bentuk (design) disertai dengan cara pelemparan (throwing) yang tepat, akan membuat bumerang berputar dalam radius tertentu dan kembali ke arah si pelempar. Hal ini disebabkan karena gerakan bumerang yang merupakan kombinasi translasi dan rotasi mirip dengan bilah helikopter (thinking) ~jangan-jangan helikopter yang mirip bumerang ya?~.

Suatu kesempatan yang istimewa ketika saya bisa bertemu dengan bapak Haryo W. Pangarso, seorang penggemar, pemain, pelempar, juga perancang boomerang dari Kota Semarang, -istilah kerennya boomerang thrower and designer-. Pak Haryo yang berkantor di Jl. Lamongan Raya 59A Semarang ini sudah cukup lama berkutat dengan per-boomerang-an. Awalnya dari hobby, namun berhubung banyaknya peminat yang ingin menggunakan bumerang karya pak Haryo, dikembangkanlah menjadi bisnis kerajinan yang unik.

Sampai sekarang, sudah ada puluhan bahkan ratusan desain boomerang yang dihasilkan pak Haryo. Bumerang-bumerang buatan pak Haryo, beberapa ada yang meniru dari desain yang sudah ada dari berbagai negara, banyak pula yang asli rancangan pak Haryo sendiri.

Saya sendiri tadinya hanya mengetahui bahwa bentuk bumerang itu cuma lengkungan hampir setengah lingkaran. Cuma itu saja… Dan saya pun takjub ketika mengetahui bahwa ternyata bumerang bisa dibuat dengan berbagai macam bentuk. Tentunya setelah menguasai teknik-teknik pembuatan bumerang. Sekilas terlihat sederhana, namun setiap bumerang dibuat melalui perancangan yang teliti.

Ketika saya -bersama pak Haryo- mencoba melempar bumerang di lapangan, ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Perlu latihan berkali-kali agar bisa mahir melempar bumerang seperti yang dilakukan pak Haryo…

Bilamana sedulur tertarik untuk bermain bumerang, silahkan kunjungi http://boomerangsemarang.blogspot.com… Cukup dengan 10-35ribu rupiah, sedulur bisa mendapatkan sebuah bumerang karya pak Haryo. Bagi sedulur yang tinggal di Semarang, Kendal, Ungaran, Salatiga, Boyolali, dan Solo, silahkan pesan melalui saya (tanpa ongkos kirim), namun pengiriman disesuaikan dengan jadwal saya kembali ke Solo setiap akhir pekan…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts


Fatal error: Uncaught Exception: 12: REST API is deprecated for versions v2.1 and higher (12) thrown in /home/andymse/andy.web.id/wp-content/plugins/seo-facebook-comments/facebook/base_facebook.php on line 1273