Buku

Dari mulai bisa membaca sampai sekarang, saya suka membaca, namun jauh sesudah mulai bisa menulis barulah saya suka menulis.

Saya tidak milih-milih bacaan. Apa saja saya baca. Misalnya, papan petunjuk jalan, baliho di pinggir jalan, etiket obat, banner, plakat di berbagai tempat, dan tentu saja koran, majalah, buku dan lain-lain. :-D Tentu saja ada bacaan yang saya sukai dan ada yang tidak saya sukai. Ada yang saya baca dengan seksama misalnya petunjuk cara memasak di bagian belakang bungkus mie instan, ada juga yang saya baca serampangan misalnya terms of service dan lisence agreement.  :-D . :-p . (doh)

Dari berbagai media baca itu, yang paling saya sukai adalah buku.

Begitu banyaknya buku dibuat dan begitu banyak buku diperlukan sehingga semakin banyaklah orang yang suka, senang, enjoy, bahkan terpaksa atau dipaksa untuk membaca buku (yang karena keterpaksaan ini misalnya pelajar yang mau tidak mau membaca buku paket). Kebutuhan buku semakin banyak, sehingga semakin banyak pula orang yang termotivasi untuk membuat atau menulis buku.

ebook cerita remaja "tunas", penulis: pradna, klik pada gambar untuk pemesanan

Sayangnya, walaupun suka buku, saya kurang suka membeli buku, apalagi buku yang mahal. Saya lebih suka membaca bacaan yang berbiaya murah misalnya buku (lebih disukai buku pinjaman), ebook (lebih disukai yang gratisan),  atau membaca di perpustakaan. Begitupun, pernah sekali dua kali saya membeli buku yang mahal yang harganya mencapai ratusan ribu bahkan jutaan rupiah karena memang suka dan saya butuhkan.

Namun, walaupun beberapa koleksi buku saya cukup mahal, hampir-hampir tidak ada yang masih mulus dan tertata rapi di rak buku. Hampir semuanya kucel karena sering dibaca atau dipinjam orang lain. Ya… Saya tidak bisa menolak ketika ada orang ingin meminjam buku saya, bahkan seringkali buku itu hilang dan saya ikhlaskan. Kadang-kadang, karena merasa senang ketika ada individu atau komunitas yang mempunyai kegiatan belajar dan membuka taman bacaan atau kelompok sinau bareng atau lainnya, saya dengan senang hati menyumbangkan beberapa buku saya.

ini cuma ilustrasi, bukan gambar buku berserakan yang dimaksud di tulisan ini.

Tidak mesti kesenangan itu diikuti dengan kesenangan melihat buku-buku yang dimanfaatkan dengan baik. Seringkali ada yang berkegiatan dengan setengah hati. Katanya menerima sumbangan buku, begitu disumbang bukannya dimanfaatkan malah ditumpuk begitu saja. Lebih parah lagi bukannya ditaruh di ruang-ruang publik yang memungkinkan orang membacanya (walaupun tidak ditata rapi), ada juga yang dimasukkan ke dalam kardus bercampur barang-barang bekas aneka macam, bahkan ada yang dimasukkan ke dalam gudang.

Sungguh saya kecewa bila melihat hal seperti itu. :-(


Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts


Fatal error: Uncaught Exception: 12: REST API is deprecated for versions v2.1 and higher (12) thrown in /home/andymse/andy.web.id/wp-content/plugins/seo-facebook-comments/facebook/base_facebook.php on line 1273