Catatan-1: Puasa Lagi

Akhir Juni 2014 ini umat Islam kembali memasuki bulan Ramadhan, bulan puasa. Asyiiikk… puasa lagi! Tidak setiap waktu lho, bisa puasa massal seperti di bulan Ramadhan ini! :D

Namun, seperti di tahun-tahun sebelumnya, penentuan awal bulan menurut kalender Hijriyah/Qomariyah seringkali berbeda antara penentuan yang dilakukan pemerintah dalam hal ini melalui Kementerian Agama, dan penentuan yang dilakukan ormas-ormas Islam yang ada di Indonesia. Pada dasarnya, penentuan awal bulan menurut kalender Hijriyah dilakukan menggunakan hisab (perhitungan), rukyat (pengamatan, dalam hal ini mengamati hilal), dan gabungan keduanya.

Sependek yang saya tahu dan sepanjang yang saya punya, hilal itu artinya bulan sabit, rukyat itu artinya pengamatan, dan hisab itu artinya perhitungan. Selesai… Hanya itu saja!
Saya tidak akan membahas hisab dan rukyat karena saya bukan ahlinya.

Karena yang paling bersinggungan dengan kegiatan ibadah adalah bulan puasa, Hari Raya Idul Fitri, dan Hari Raya Idul Adha, maka penentuan awal bulan Ramadhan, bulan Syawal, dan bulan Dzulhijjah adalah yang paling sering disorot perbedaannya dibanding bulan-bulan lainnya.

Di catatan ini  saya hanya menyampaikan bahwa saya termasuk orang yang mempercayai hisab. Keyakinan saya menggunakan hisab karena pernah sekali waktu mengikuti kegiatan rukyat dan ternyata tidak gampang melihat hilal (bulan sabit) yang menjadi patokan ditentukannya pergantian bulan. Akhirnya saya menyerah, dan memilih percaya kepada ahlinya baik ahli hisab maupun ahli rukyat. :D

Namun, tetap saja saya suka mengintip-intip hisab. Selama beberapa tahun belakangan ini, Intipan pertama saya adalah menggunakan software astronomi misalnya Stelarium dan Kstars yang bisa diinstall pada berbagai platform operating system. Sedangkan intipan kedua menggunakan kalender. Salah satu kalender yang menjadi rujukan saya pribadi adalah kalender/penanggalan yang cukup lengkap memuat Kalender Hijriyah Qomariyah (Hijri lunar calendar), Kalender Hijriyah Syamsiyah (Hijri solar calendar), Kalender Masehi (Gregorian calendar), Neptu Jawa/Jumlah neptu hari dan pasaran, Kalender Jawa (Asapon), Pasaran Jawa/Hari Jawa (day of Java), dan Pranoto Mongso Jawa (season of Java), yang disusun oleh Moeidzahid dimana penyusunannya penggunakan kalkulasi matematik dengan kriteria-kriteria sebagai berikut:

  1. Perhitungan kalender Hijriyah Qomariyah berdasarkan metode Irsyadul Murid dengan markas GRESIK CONDRODIPO INDONESIA, Bujur 112° 37′ 2,5″ BT, Lintang 7° 10′ 11,1″ LS, Time Zone 7. Kriteria awal bulan berdasarkan ketinggian hilal di awal bulan yang sudah mencapai 2° derajat secara haqiqi mar’i (true visible of horizon) pada saat Maghrib. 
  2. Perhitungan kalender Hijriyah Syamsiyah berdasarkan metode dari Syeikh Yasin Al-Padangi, dengan patokan awal tahun berdasarkan pembangunan masjid Quba’ pada hari Selasa Pon, 9 Robi’ul Awal tahun -1 H. / 21 September 622 M. dimana posisi matahari pada saat itu mulai bergeser dari buruj Sunbulah ke arah buruj Mizan.
  3. Perhitungan kalender Masehi berdasarkan kriteria kaisar Ugo Buogompagni yang berkuasa pada tahun 1502-1585 M. terkenal dengan sebutan Gregorius VIII.
  4. Kalender Jawa, Pasaran, dan Neptu berdasarkan kriteria Asapon, dimana 1 Suro tahun alip adalah hari Selasa Pon.
  5. Hari Raya Waisak berdasarkan kalender Budha aliran Theravada dengan Markas Jawa, time zone +7.
  6. Hari Raya Nyepi berdasarkan kalender Caka Bali dengan system Malamasa, dihitung dg Markas Bali, time zone +7.
  7. Tahun Baru Imlek berdasarkan kalender Konghucu dengan kaedah konjungsi (New Moon) system Jean Meeus dengan markas Beijing 120° BT time zone +8.
  8. Wafat dan kenaikan Sibhi Isa Al-Masih berdasarkan Konsili Nicea dengan kaedah perhitungan dari Carl Friedrich Gauss menggunakan Gregorian Calendar .

Berikut dua gambar ilustrasi kalender dari http://moeidzahid.site90.net/kalender.htm untuk bulan Mei-Juni dan bulan Juli-Agustus 2014 (klik untuk memperbesar) :

mei-juni-2014juli-agustus-2014Selain itu, untuk memantapkan hati, saya juga sering mengikuti sidang-sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui berbagai media karena Kementerian Agama menggunakan gabungan rukyat dan hisab untuk menentukan pergantian bulan menurut kalender Hijriyah.
Video pengumuman hasil sidang isbat 2014 bisa sedulur saksikan di sini:

Nah, bagi sedulur yang menunaikan ibadah puasa, apapun perhitungan awal bulan yang anda percayai, semoga sekecil apapun amal ibadah kita bermanfaat bagi diri kita sendiri dalam arti menjadikan kita semakin baik, dan juga bermanfaat bagi sesama.

Mohon maaf lahir batin, mari kita hormati orang lain yang tidak berpuasa, tidak perlu menuntut orang lain untuk menghormati puasa kita.

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

12 thoughts on “Catatan-1: Puasa Lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *