catatan sela -1

hari minggu 09/11/2008 ini, seharian televisi ramai memberitakan eksekusi mati amrozy, mukhlas, dan imam samudra. berbagai perasaan bercampur aduk dalam diri saya. sejujurnya saya dapat dikatakan hampir-hampir tidak peduli, itu karena saya juga menghadapi berbagai permasalahan kehidupan yang cukup pelik. namun, berbagai pertanyaan dalam hati tak urung mendorong untuk menulis sesuatu.

sejak awal penangkapan tersangka teroris, saya heran, biasanya aparat mau nangkep maling motor saja susahnya bukan main. sang buron edy tanzil juga sampai kini tak diketahui rimbanya. kok ini tersangka pengebom dalam tempo kira-kira satu bulan saja sudah berhasil dicokok. sungguh mengherankan…

peristiwa pengeboman itu, yang disusul pengeboman-pengeboman lain tak urung membuat pemerintah kalang kabut sampai-sampai dibentuk detasemen 88 at.  bertahun-tahun sejak 11 september  2001 yang menggemparkan amerika dunia, juga 12 Oktober 2002 yang menggemparkan indonesia, perang terhadap terorisme semakin gencar (mungkin gara-gara 11 september itulah, amerika sangat menekan indonesia. mungkin jengkel, mungkin juga mangkel, karena indonesia punya lagu september ceria).

dalam hati saya semakin bingung, mana yang teroris, mana yang bukan teroris, atau kedua belah pihak memang teroris. yang pasti, masing-masing merasa bukan teroris.

dalam soal sudut pandang, ketika tentara belanda hendak menegakkan hukum di hindia belanda, para pejuang indonesia menyebutnya agresi. sebaliknya para pejuang yang membela tanah air memperjuangkan kemerdekaan tentunya akan dicap pemberontak atau ekstremis oleh pihak belanda. amerika menyerang afganistan dan irak beralasan untuk menegakkan demokrasi, padahal ketika irak menyerang kuwait dianggap agresi juga. yang melawan akan dianggap teroris, padahal yang melawan itu juga membela tanah airnya.

sama juga dengan amrozy, mukhlas, dan imam samudra, ada yang menyebutnya mujahid, ada yang menyebutnya teroris. yang menyebut mujahid karena mereka dianggap berani melawan ketidak-adilan, berani menumpas kemaksiatan. yang menyebut teroris karena dianggap membunuh orang tak bersalah.

ketika amerika menyerang irak dan ternyata banyak korban rakyat sipil, amerika berkilah bahwa itu adalah ekses. ketika tersangka teroris dituduh membunuh orang tak bersalah, mereka juga bilang itu adalah ekses. dari sisi pandang korban yang merasa tidak bersalah, sangat mungkin akan timbul kebencian dan sangat memungkinkan akan timbul dendam yang tak ada habisnya.

ketika tsunami meluluh-lantakkan aceh dan memakan korban ratusan ribu orang tak bersalah, banyak yang kehilangan mata pencaharian, banyak anak-anak menjadi yatim bahkan yatim piatu, banyak orangtua kehilangan anak, banyak orang kehilangan sanak saudara… tidak ada kebencian, bahkan tidak ada tuduhan bahwa itu adalah ekses. padahal bisa jadi TUHAN menghukum segolongan manusia saja.

nah… itulah… ketika yang berbuat manusia, selalu saja ada pendapat yang berbeda. ketika TUHAN berbuat sesuatu apapun tidak ada yang protes.

dan ketika amrozy, mukhlas, dan imam samudra telah dieksekusi mati, banyak pihak merasa lega, banyak pihak juga merasa kehilangan. walaupun (dari berita tv) ada juga orang australia yang merasa hukuman mati justru tidak menyelesaikan masalah.

SAYA tidak berdiri di pihak manapun, saya hanya merenung dan prihatin… walaupun, andaikata ada orang yang menaruh kotoran di muka saya pasti akan saya tampar seketika.

SAYA bersimpati kepada para korban, semoga diberi keikhlasan, kesabaran, dan dimudahkan jalan hidupnya.

SAYA juga mengucapkan selamat jalan kepada amrozy, mukhlas, dan imam samudra, yang sekarang telah menghadapi timbangan keadilan dan kebenaran yang hakiki dari SANG MAHA PENCIPTA (kita semua tidak tahu dan baru akan mengetahuinya setelah kita mati).

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

34 thoughts on “catatan sela -1

  1. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un… Trlepas dari smw apa yg dlkukan ketigax, sya trut brblngkawa… Yg pasti appn bntuknya yg brhak mnghkimi adalah Allah kelak di hari akhir…

  2. “jaman nya sekarang manusia bunuh manusia, amrozi dkk bunuh orang secara sembunyi-sembunyi, sementara masyarakat ramai melalui hukum yang berlaku bunuh amrozi dkk secara terang-terangan.
    kayaknya sih semacam saling bunuh membunuh, iya apa nggak ya???”

    —-dari seorang kawan

    silahkan klik bila tertarik tulisan adam prawiranegara yang berjudul..Siapa Joko Susilo?

  3. Innalilahi wa innailaihi wa rojiun..
    Sebagai sesama orang Islam, saia hanya isa berbela sungkawa kepada keluarga yg di tinggalkan. Saia jg tdk menaruh komentar kepada orang-orang yg bertindak di luar batas kemanusiaan tapi menjadikan Islam sebagai tameng.
    (bagi yang merasa jgn protes tapi harap menyadari dengan kesadarannya sendiri)

  4. ketika ada yang memuja dan ada yang menghujat, buat saya yang penting bagaimana kita menyikapinya sebagai sebuah fenomena.Serahkan kepada Allah saja…apapun dan siapapun dia, hakim tertinggi adalah allah SWT.

    silahkan klik bila tertarik tulisan ayik yang berjudul..Coba BACA…!!!!

  5. Mereka dianggap mati syahid oleh Abu Bakar Baasyir, tp tidak oleh MUI. Dari sudut pandang ‘kedua orang’ inipun sudah berbeda, pdhal jelas2 mereka (ust. abu & MUI) itu adalah orang2 yang ahli agama. so, mana yang benar?

    Hanya Allah saja yang Maha Mengetahui

    Semoga ketiga saudara kita sesama muslim itu, mendapakan tempat yang layak disisi-Nya. Amin

  6. (Pepatah Jawa) becik ketitik ala ketara…
    kita serahkan pada keadilan Allah Subhanahu sa Ta’ala, yang benar nantinya akan terlihat kebenaran, yang salah nantinya juga akan terlihat kesalahannya.

  7. saya tidak bisa berkomentar banyak mas andy, karena saya takut salah… bahkan sampai saat inipun saya tidak bisa mendapat dasar teori yang membenarkan atau menyalahkan tindakan mereka… tapi secara logika… membunuh memang tidak diajarkan dalam islam dan agama manapun…

  8. Yah, semua pasti merasa berada diposisi yang benar. Ini memang masalah yang kompleks antara agama, hukum, kemanusiaan, kriminal, politik dan beberapa hal lain. salam. BTW, yah kadang2 suka ngopi pagi2.

  9. Kalo gw coba menempatkan diri gw di tempat para korban, maka menurut gw mereka bertiga memang pantas dihukum mati. Krn kita bukan korbanlah jd kita keliatannya berusaha tdk memihak…

    Mudah2an saja teroris2 yg msh berkeliaran tobat semua.

  10. ***mungkin gara-gara 11 september itulah, amerika sangat menekan indonesia. mungkin jengkel, mungkin juga mangkel, karena indonesia punya lagu september ceria***

    Ini postingan seriuskah? kok ada yang lucu, hahaha.

  11. semua itu tergantung siapa yg megang media, makanya bs mempengaruhi pikiran masyarakat.
    masih inget musuh james bond, elliot carver di tomorrow never dies?

  12. Sepakat, kita serahkan kepada keadilan Tuhan.
    Kami sendiri, memilih jalan yang ma’ruf untuk berbuat sesuatu untuk masyarakat. Jalan kekerasan bukan pilihan kami.

  13. kebenaran sejati hanya milik Allah … kalau saya lebih condong kepada pendapat ketua MUI yang disiarkan di tv kemaren, bahwa indonesia (termasuk bali) adalah wilayah yang masuk kategori ‘dakwah’, jadi tidak dibenarkan menempuh jalan kekerasan dalam pelaksanaan syiar agama.

    dan setahu saya, Rasulullah saw sendiri maupun para sahabat pun tidak pernah membunuh kaum jahiliyah selain di medan peperangan. saya belum pernah membaca riwayat tentang jihad yang dilakukan di kota mekkah atau madinah misalnya. kalau dijawab; oh itukan kota haram, jadi memang gak boleh mbunuh, ohhh jadi selain kedua kota tersebut adalah kota halal???

    sekali lagi, kebenaran hanya milik Allah, saya hanya menyampaikan opini saya pribadi dan bukan mewakili golongan manapun.

    silahkan klik bila tertarik tulisan deden yang berjudul..Terlambat Menjadi Blogger [Bagian 1]

  14. Semoga diberi keikhlasan, kesabaran, dan dimudahkan jalan hidupnya.
    Bagi Pendukungnya Amrozy Cs ..adalah Pahlawan…
    misakkene poll rak beh….
    Terus rambute Amrozy kok di pakai sama situ beh….
    entuk warisan rambut lumayan ra beh

  15. sebagai sesama muslim, saya ikut berbela sungkawa atas kematian a2i yang begitu tragis, mas andy. nasibnya harus berakhir kena serbuan timah panas regu tembak. namun, saya juga tdk menyalahkan mereka yang begitu antipati terhadap ketiga terpidana mati akibat ulahnya yang dinilai telah bertindak biadab. semoga saja eksekusi semacam itu bisa memberikan efek jera kepada orang2 yang mempunyai niat yang sama.

    silahkan klik bila tertarik tulisan sawali tuhusetya yang berjudul..Membangun Semangat Berbagi dan Bersilaturahmi melalui Blog

  16. wah beh, itu semua tergantung kita memandaang dari sudut pandang mana. bagi mereka (Amrozi CS dan Amerika juga) semuanya benar sesuai dengan alasan dan keyakiyan masing2.
    Kalo saya, semua salah karena tidak sesuai keyakinan saya yang pro perdamaian… (kayak lagunya ida laela yang aransemen maneh kari UNTU (GIGI) ) :D begitu beh…

    silahkan klik bila tertarik tulisan ciwir yang berjudul..Inovasi Tes CPNS

  17. simpati atau empati mas? karena keduanya ini jelas berbeda. masalah keterlibatan…

    yang jelas, menurutku, ada andil Tuhan dalam semua tindakan Amrozi. saat dia melakukan pembom-an, mungkin Tuhan ingin membuka mata kita semua. begitupun saat Amrozi dieksekusi, tangan Tuhan juga punya andil…buktinya, dia mati kala itu, kalau Tuhan tak berkenan, pastilah ada cara sampai sekarang dia masih hidup…
    tapi entahlah…

    silahkan klik bila tertarik tulisan hesra yang berjudul..untuk chandra;

  18. Saya ucapkan banyak terimakasih kepada semua yang telah berkomentar di sini, khusus untuk postingan ini saya tidak menjawab komentar satu per satu.
    Pemahaman saya, kebhinekaan Indonesia adalah kekayaan terbesar yang dimiliki bangsa ini. Oleh karena itu sangat tidak bijaksana bila dikotori dengan merusak perdamaian dan memperuncing permusuhan…
    Peace and Love!!!…

  19. dimana amrozi sekarang? surga atau neraka? biarlah itu urusan mereka dengan tuhan.. yang perlu kita lakukan sekarang adalah menjalani hidup dengan damai, semoga tidak ada lagi bom seperti itu..

    silahkan klik bila tertarik tulisan wira yang berjudul..Nested For : Parallelogram

  20. “Dan jangan lah ngkau mengtakan orang yang terbunuh djalan allah itu mati,tapi sesngguhnya mreka itu hidup dsisi Robb-nya,dengan mndptkan rizki”..orang2 bleh brpendapat yang berbda dlm hal ana.Tapi ingat apa yang mrka lakukn tdk terlpas dari apa yang Robb merka ajarkan kpda mereka…,sedangkan Robb merka adalah si pemilik surga …..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *