Chain Lube

Chain Lube atau pelumas rantai, akhir-akhir ini menjadi bawaan wajib saya  ~Andy MSE~ manakala harus bepergian bersepeda motor. Maklumlah, sekarang musim penghujan. Seringkali mau tidak mau harus berkendara dalam hujan, sering pula berkendara sehabis hujan. Air yang bercipratan deras di sekeliling roda kendaraan membuat rantai kendaraan seakan tercuci bersih. Tidak hanya kotorannya, melainkan juga minyak pelumas, dan gemuk (paslin/vaselin) yang melancarkan gerak rantai kendaraan.

Hasilnya, ketika didiamkan beberapa waktu, rantai yang seolah terlihat bersih, akan memunculkan karat di sela-sela mata rantai-nya. Dipakai berkendara pun tidak nyaman, penuh dengan bunyi kreketek-kreketek, berisik, kaku, dan terasa sekali kalau daya mesin tidak tersalurkan sempurna.

Mungkin bermula dari banyaknya pengguna kendaraan roda dua yang melepas tutup rantai-nya, hal ini dibaca produsen sebagai trend yang disukai konsumen. Alhasil, motor-motor jaman sekarang jarang sekali yang memakai tutup rantai. Padahal, dengan adanya tutup itu, rantai menjadi terlindung dari kotoran dan air, juga menjadi lebih awet. Terpaksalah pengguna sepeda motor seperti saya ini harus lebih rajin melumasi rantai, apalagi di musim penghujan seperti ini…

Bagi sedulur yang menggunakan sepeda motor, apakah sedulur rajin melumasi rantai???

enak ya yang pakai motor matic, nggak ada rantainya!

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

41 thoughts on “Chain Lube

  1. Rajin sekali… terutama saat musim hujan seperti ini. Karena, kalo rantainya kering tanpa pelumas, memperpendek umur rantai dan juga gear. Paling tidak kalo musim hujan minimal 2 hari atau bahkan setiap hari kalo hujannya sering….
    .-= sedulur Next Jimbun Punya menampilkan tulisan..GIMP Error setelah update =-.

    • oops… saya nggak promosi merek, yang penting rutin dilumasi, soal chain lube kalengan itu biar gampang aplikasinya di perjalanan… hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *