Convert Video ke MP3 di Linux

Salah satu yang disukai pengguna Internet For Kids terutama pengguna remaja adalah men-download lagu-lagu kesukaan mereka masing-masing. Jujur saja, untuk urusan ini sulit sekali memberikan penyadaran tentang legalitas penggunaan file musik berkenaan dengan hak cipta. Meskipun demikian, hal ini masih ditoleransi untuk penggunaan pribadi bukan untuk disebarluaskan, walaupun untuk mencegah ini juga sangat sulit sekali.

Sayang sekali, lagu-lagu kesukaan itu tidak mesti dapat ditemukan dalam format MP3, format yang sangat populer saat ini karena berukuran cukup kecil, cukup berkualitas, dan dapat diputar di aneka player baik di PC, di hape maupun di peralatan lain. Meskipun begitu, seringkali masih dijumpai lagu-lagu kesukaan itu tersedia di sharehosting dalam bentuk format video.

Untuk mengkonversi menjadi format MP3 di Linux sangat mudah sekali. Salah satunya adalah menggunakan aplikasi kecil bernama Sound Converter. Pada prinsipnya, konversi hanyalah memisahkan layer audio dari file yang berisi layer video-audio dan menyimpannya ke dalam file tersendiri sesuai format yang diinginkan.

Di Internet For Kids, ketika saya mencoba Sound Converter di Ubuntu dimana installernya dapat dicari di  System > Administration > Synaptic Package Manager dan langsung mengetikkan “Sound Converter” di kotak pencarian. Temukan “soundconverter” dan klik kotak kosong di sebelahnya untuk memberikan tanda centang dan klik “Mark for Installation” kemudian klik “Mark”.

Kembali ke pencarian, ketikkan  “gstreamer” di kotak pencarian, temukan “gstreamer0.10-plugins-ugly-multiverse” (angka pada nama file menunjukkan versi, bisa jadi sedulur akan mendapatkan versi yang berbeda). Klik “Mark for Installation” kemudian klik “Mark”.

Klik “Apply” pada toolbar untuk menginstall keduanya.

Setelah Sound Converter dan plugin yang diperlukan terinstall dengan baik, jalankan Sound Converter dari menu (Applications > Sound & Video > Sound Converter). Pada saat memulai untuk pertama kali, tentukan preferensi dengan klik Edit > Preferences > . Di bawah “Type of result?”, pilih format MP3. Sesuaikan juga kualitas hasil yang diinginkan. Semakin baik kualitasnya, semakin besar ukuran file MP3-nya. Klik “Close” setelah selesai.

Klik “Add File” tombol di dekat bagian atas. Browse ke file yang akan dikonversi, kemudian klik “Open”, bisa satu saja atau beberapa file sekaligus.

Klik “Convert”,  dan file video akan dikonversi menjadi MP3.

Bila sedulur tidak menggunakan Ubuntu atau turunan Debian lainnya, instalasi bisa dilakukan melalui Software Center atau aplikasi lain sekelas synaptic, atau bisa juga menginstall dari source-code yang tersedia di situs resmi Sound Converter.

Di Internet For Kids, aplikasi ini sering digunakan untuk mengkonversi file-file video dari format ~.MP4, ~.FLV, ~,AVI, ~.3GP dan lain-lain menjadi file audio dalam format MP3.

(music)(music)(music)

Sebelum meninggalkan halaman ini, klik SUKA/LIKE pada form di atas untuk ikut berpartisipasi mendukung pengembangan Internet For Kids ~ Tempat berinternet aman dan nyaman untuk anak-anak…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

24 thoughts on “Convert Video ke MP3 di Linux

  1. Kalo aku pakenya Mobile Media Converter, om.
    Simpel. Hehe..
    Ntar yang ini bisa ku coba. Siapa tau lebih sreg di hati. Hehehe..

  2. malam mas…ternyata pakai distro ubuntu yah,,.kalau aku pakainya ubuntu kalau lagi tukaran file aja dan browing, urusan nonton film dan dengerin musik, saya serahkan lewat jendela aja…

  3. jujur saja sebagai penggemar musik akut, saya lebih suka me-ripp sendiri dari CD ori daripada mendownload. soalnya kalau download-an pasti kualitasnya di “kompress” juga (LOL) … makanya di hape saya 4GB mp3 cuman berisi 100-200 lagu (doh) yang di iklannya 4GB harusnya bisa 1000 lagu …
    ini bisa me-ripp CD juga engga mas? saya biasa meripp dengan media monkey (gratisan) masih di windows (tongue) (blush)

  4. mo nyadarin tapi kok malah ngajarin buat em pe ti ga nya yaaa….
    Anyway, klo lagu barat okelah, klo lagu artis indo, dah gitu pendatang baru lagi, kasian…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *