Bom… Lagi-lagi BOM!…

Membaca berita pagi ini membuat miris… Lagi-lagi terjadi teror BOM… Ini semakin menambah deretan panjang terorisme di Indonesia. Yang paling menghebohkan tentu saja Bom Bali 2002 yang mencatat rekor korban terbanyak.

Tak kurang ada 24 peristiwa Teror Bom sejak 1962-1999, dan berikut ini catatan peristiwa Teror Bom  tahun 2000-2005.

  • Bom Kedubes Filipina, Jakarta, 1 Agustus 2000, 2 orang tewas dan 21 luka-luka.
  • Bom Kedubes Malaysia, Jakarta, 27 Agustus 2000, tidak ada korban jiwa.
  • Bom Gedung Bursa Efek Jakarta, 13 September 2000, 10 orang tewas, 90 luka-luka.
  • Bom malam Natal di beberapa kota di Indonesia, 24 Desember 2000, 16 orang tewas, 96 luka-luka.
  • Bom Plaza Atrium Senen, Jakarta, 23 September 2001, 6 orang luka-luka.
  • Bom Restoran KFC, Makassar, 12 Oktober 2001, tidak ada korban jiwa.
  • Bom sekolah Australia, Jakarta, 6 November 2001, tidak ada korban jiwa.
  • Bom malam Tahun Baru 2002 di beberapa kota. 1 Januari 2002, satu orang tewas dan seorang lainnya luka-luka.
  • Bom Bali, 12 Oktober 2002, 202 orang tewas dan 300 luka-luka. Saat bersamaan, di Manado, Sulawesi Utara, bom rakitan juga meledak di kantor Konjen Filipina, tidak ada korban jiwa.
  • Bom Restoran McDonald’s Makassar, 5 Desember 2002, 3 orang tewas dan 11 luka-luka.
  • Bom Kompleks Mabes Polri, Jakarta, 3 Februari 2003, tidak ada korban jiwa.
  • Bom Bandara Cengkareng, Jakarta, 27 April 2003, 10 orang luka berat dan ringan.
  • Bom JW Marriott, 5 Agustus 2003, 11 orang teas dan 152 luka-luka.
  • Bom cafe Palopo, 10 Januari 2004, empat orang tewas.
  • Bom Kedubes Australia, Jakarta, 9 September 2004, 5 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.
  • Bom Gereja Immanuel, Palu, Sulawesi Tengah, 12 Desember 2004, tidak ada korban jiwa.
  • Dua Bom meledak di Ambon pada 21 Maret 2005
  • Bom Pamulang, Tangerang, 8 Juni 2005, bom meledak di halaman rumah Ahli Dewan Pemutus Kebijakan Majelis Mujahidin Indonesia Abu Jibril alias M Iqbal di Pamulang Barat. Tidak ada korban jiwa.
  • Bom Bali, 1 Oktober 2005, 22 orang tewas dan 102 luka-luka.
  • Bom Palu, 31 Desember 2005, bom meledak di sebuah pasar di Palu, 8 orang tewas, 45 luka-luka.

*dari berbagai sumber.

Dan baru-baru ini, di pagi 17 Juli 2009, bom mengguncang Jakarta di Kawasan Mega Kuningan, tepatnya JW Marriott dan Ritz Carlton, Jakarta. Demikian menurut berita-berita di Televisi. (doh)

Saat ini berbagai media dipenuhi berita mengenai kejadian tersebut. Saya sendiri belum mendapatkan kejelasan  mengenai peristiwa itu. Saat ini, situs-situs berita online sangat ramai dan menyebabkan sulit diakses.

Saya kembali mengelus dada kerempeng ini. Dalam hati saya berdoa untuk para korban yang tidak bersalah, juga untuk pelaku pengeboman agar segera insyaf. Masih banyak cara lain yang jujur, legal, dan efektif untuk menyerukan sesuatu uneg-uneg, (barangkali merasa terdzolimi atau diperlakukan tidak adil). Bilamana pelaku pengeboman itu tidak ada tendensi apapun, bisa dipastikan mereka adalah psikopat.

Salam damai!…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

53 thoughts on “Bom… Lagi-lagi BOM!…

  1. turut berduka untuk korban dan keluarga..
    turut berduka untuk bangsa Indonesia..
    turut berduka untuk yang sudah membeli tiket MU vs Indonesia Allstar..

    semoga pelaku BOM mendapat hidayah dan pencerahan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.. Amiinn…

    Salam sehat
    .-= wahyu´s last blog ..Demokrasi Spesial Edition =-.

  2. Terror bom di jakarta sangat erat kaitannya dengan persaingan ekonomi diantara negara asia khususnya yang berdekatan dengan negara indonesia. Malaysia sangat berkepentingan dengan hancurnya perekonomian indonesia dengan mengirim para terroris – terroris yang telah dilatih diwilayahnya seperti Hambali, Nurdin M. Top) juga melatih para penembak dan pembom di wilayah perbatasan dengan malaysia seperti di Kalimantan. semenjak kejadian bom bali sampai sekarang, maka indonesia dinilai tidak aman sehingga para investor dan wisatawan akan berbondong-bondong ke Malaysia. maka perekonomian Malaysia tidak jadi bangkrut. sungguh Malaysia harus di hentikan!!!!!1

  3. Pak Andy kalebu wong kang trengginas…
    Keliling2 rak nduwe kesel, narget 300 tulisan, tapi jek ngguya-ngguyu.
    Sakjane tau lemes opo hora?
    Pak Andy termasuk CONTRENG…. (Cowok Nomaden & Trengginas)
    .-= marsudiyanto´s last blog ..Ngingu Jenggot =-.

  4. Hentikan Diam Kita, Tolak Kekerasan!
    Duka cita yang dalam.
    Bunga Bukan Bom….
    Kasih Bukan Kekerasan….

    Pembunuh-pembunuh itu memang pengecut. Tapi kita mestinya juga tegas menolak siapa pun yang mempolitisir musibah ini untuk kepentinganya, alias memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Mereka sama pengecutnya. Dalam kasus bom ini mereka sama-sama berlaku pengecut, yang pertama pengecut dan pembunuh, yang kedua pengecut dan pembohong…….

    Jangan dilupakan pula kita mesti melawan kekerasan oleh negara dan kekerasan sistimik/struktural karena tatanan sosial ekonomi yang tidak adil…..

  5. He..he.. kita dikarunia akhlak dan pikiran .. ayoo gunakan… bagaimana sikap malaysia???? begitu bernafsunya mereka ingin menguasai Pulau Sipadan dan Ligitan… lalu ingin mencaplok Ambalat… lihat ..berikutnya Pulau Kalimantan akan diklaim menjadi Wilayahnya.. bagaimana caranya… inilah skenario terbesar mereka dengan mengacaukan ekonomi Indonesia dengan cara melatih dan mendoktrin para pembom bunuh diri dengan dalih AGAMA… lalu dikirim ke Indonesia.. sehingga jika Indonesia sudah hancur.. dengan mudah mereka mengklai tiap-tiap wilayah indonesia

  6. bagaimana pandangan bangsa lain terhadap Indonesia nih…?

    bisa2 dianggep negara sarang bom…hhi

    nice artikel, salam kenal

  7. yang namanya BOM sangat merugikan.
    BOM beneran seperti di JW Mariot, ataupun BOM DUWIT saat pemilu

    ohya… kmaren juga ada yang nge-bom kali. do nggolek iwak. (ini juga merugikan)

    • ndek wingenane pas ning ngawi kae aku nganggo 3.5, tapi saiki mbalik 3.0.11…. seseuk tak jajale maneh shiretoko kuwi… penasaran ki!

  8. Saya hanya kadang sedih, kenapa yang dinisbatkan sebagai teroris adalah umat Islam. Padahal saya yakin itu pekerjaan intelijen tingkat tinggi. Saya jadi ingat waktu markas FBI dibom, langsung dituduhlah Osama bin laden (waktu itu blm terkenal) dan 5 tahun kemudian ketika orang sudah lupa ternyata pengebomnya adalah orang Yahudi. Peristiwa 11 Sept juga ada spekulasi ke arah sana. Peristiwa bom bali 1 dan 2 kita juga tidak bisa membedakan mana bom yang besar dan bom yang kecil, tapi yang diadili bom yang kecil saja dan orang Bali jadi benci dengan orang Islam (saya merasakannya ketika sempat berkunjung ke bali ).
    Prinsipnya saya juga mengecam segala bentuk teroris apalagi kalau terorisme sudah dilakukan oleh sebuah negara “besar” terhadap negara “kecil”.
    .-= big sugeng´s last blog ..Ngorok di Kereta Api Malam =-.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *