Dalil Pembenaran: Nadzar Seorang Kaya

Tersebutlah di sebuah negeri, seorang kaya raya yang sedang mengalami sakit parah. Dokter, tabib, dukun, ahli pengobatan alternatif, semua sudah angkat tangan. Menyerah untuk mengupayakan kesembuhan. Si orang kaya pun putus asa, belum ingin mati tapi sudah tak ada jalan keluar. Maka, berdoalah dia dan bernadzar, “Bila sakitku ini sembuh dan aku bisa sehat seperti sediakala, aku akan menjual satu di antara beberapa rumahku yang ada di ujung negeri dan menyedekahkan hasil penjualannya seluruhnya untuk anak yatim”… Tuhan Maha Pengasih, tak berapa lama sembuhlah si orang kaya raya itu.

Manakala teringat akan nadzarnya, si orang kaya raya itu pun berfikir untuk segera memenuhinya. Diundanglah seorang kolega dagangnya yang juga kaya raya. Kepada sang kolega, disampaikan bahwa ia bermaksud menjual sebuah rumahnya yang terletak di ujung negeri. Harganya pun murah, hanya satu juta rupiah (harga sebelum redenominasi). Akan tetapi, kepada koleganya dikatakan bahwa rumah itu harus dibeli berikut sebuah ranjang usang yang ada di kamar belakang. Sedangkan harga ranjang itu adalah 499 juta rupiah. Sang kolega yang menghitung-hitung keseluruhan jumlah dan merasa bahwa harga 500 juta untuk sebuah rumah mewah di ujung negeri termasuk cukup murah, segera menyetujui dan membayarnya.

Transaksi selesai. Si orang kaya raya pun segera menyedekahkan sejuta rupiah hasil penjualan rumah yang disalurkan melalui sebuah yayasan yatim piatu. Uang sejumlah 499 juta rupiah dimasukkan ke dalam rekeningnya karena itu adalah hasil penjualan ranjang usang, bukan termasuk penjualan rumah.

Cerita di atas adalah cerita lama yang sambung-menyambung ditularkan melalui berbagai macam media, berkembang menjadi beraneka varian namun intinya tetap sama. Transaksinya sah! Sedekahnya sah! Tapi si orang kaya raya itu dalam pemenuhan nadzar melakukannya berdasarkan dalil pembenaran, bukan dalil yang benar. Dia tidak tahu bahwa Tuhan mengetahui apa yang ada di dalam pikirannya, apapun itu, termasuk di saat dia ingin menipu Tuhan sekalipun…

…bersambung […]

Subhaanal malikil quddus… rabbuna wa rabbul malaaikati warruh…
Maha Suci, Yang Maha Merajai dan Yang Maha Bersih… Tuhan kami dan Tuhan semua malaikat dan ruh…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

42 thoughts on “Dalil Pembenaran: Nadzar Seorang Kaya

  1. Pak Andy, tolong omahku ditawakke 50 rebu aja, tapi harus dibeli bersama korek gas TOKAI kesayanganku…
    Korek Tokaine setengah M wae…
    Nek ono sing gelem aku di SMS…

  2. arep jual rumah tapi ra duwe rumah, arep jual ranjang yo gak duwe ranjang. Trus aku jual opo iki?

    ceritanya menarik, dan itulah yang skrg ini banyak dilakukan oleh orang2 atas nama sedekah.

  3. Wah penasaran nih sama lanjutannya. Cerdik bgt tuh orang. Ga jadi jual rumah ah, jual ranjangnya aja. Ntar hasilnya buat beli rumah lagi

  4. ckckckckckc,aya aya wae.tapi memang begitulah kenyataan yang terjadi,banyak orang yang melakukan penipuan,baik kepada manusia maupun tuhan dengan berbagai muslihatnya.tapi bagaimanapun tuhan maha mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi

  5. astagfirullah….. permintaan sdh di kabulkan tp janji tidak di penuhi….. bagaimana kalo sakitnya kambuh kembali?

  6. Dalil nya orang kaya yang tidak ber ilmu,dan membenarkan pada fikirannya sendiri,tidak berdasarkan hisab yang telah di sampaikan rosullallah swt

  7. Uhoo~~ Uhoo~~ Pernah mendengar istilah ‘teorema pembenaran’. Tapi bukan dari kisah, tapi kalo ga salah dari buku, lupa judulnya *pikun*. Oia, salam kenal :)

  8. phhhh…
    tidak sadar bahwa apa yang dilakukan adalah tidak ada hasil nya..
    semoga kita semua selalu di buka kan hati untuk dapat ikhlas dan istiqamah dalam menjalankan apa yang menjadi kewajiban..

  9. attayaya dan anak smp
    datang untuk memohon maaf lahir bathin
    atas segala salah baik sengaja maupun tidak sengaja

    Taqobalallahu minna wa minkum,
    Shiyamana washiyamakum
    Taqobalallahu Yaa Kariim

  10. Selamat malam, Sahabat BURUNG HANTU …
    Semoga limpahan rahmat Tuhan selalu tercurah dalam kehidupan Sahabat semua …

    Sehubungan dengan Blog Competition Beswan Djarum yg sedang Denuzz ikuti, Denuzz mohon kesedian Sahabat meluangkan sedikit waktu untuk bisa memberikan komentar di 3 artikel ini:

    blog.beswandjarum.com/denus/2010/09/08/eksperimen-mematikan-bersama-djarum-beasiswa-plus/
    blog.beswandjarum.com/denus/2010/09/08/uh-untuk-apa-jadi-beswan-djarum/
    blog.beswandjarum.com/denus/2010/09/08/beswan-di-tengah-belantara-fana/

    Komentar menjadi poin penilaian yang cukup besar dalam kompetisi …

    Selain itu Denuzz harap Sahabat berkenan untuk memberikan vote di
    beswandjarum.com/blogcompetition/
    Tinggal klik “SUKA” pada blog atas nama DENUS HERUWANDA …

    Denuzz ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kesedian Sahabat narablog …

    Be a happy blogger! …
    Salam BURUNG HANTU …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *