Deadlock

deadlock-deadlockTadi malam saya mengikuti Rapat RT. Bukan di RT tempat tinggal saya, melainkan di sebuah RT di Kota Solo bagian timur, tempat proyek perumahan dimana saya menjadi pelaksana proyeknya. Sudah menjadi kebiasaan pelaksana-pelaksana proyek sebelumnya yang selalu diundang bilamana ada kegiatan RT setempat, saya pun menyempatkan hadir pada rapat RT itu, sekaligus menyampaikan sumbangan dari pengembang perumahan yang rutin dilakukan setiap ada pembangunan rumah baru.

Selain rapat rutin, malam tadi juga diadakan Pemilihan Pengurus RT karena pengurus sebelumnya telah habis masa jabatannya. Sebagai pihak yang netral, saya pun membantu beberapa hal yang bersifat netral pula misalnya penghitungan suara, penyaksian, dan lain sebagainya.

deadlock-rapat-rt

Ternyata, demokrasi di tingkat paling bawah yang merupakan ujung tombak pemerintahan sekaligus ujung tombok itu tidak selalu berjalan mulus. Pemilihan RT tadi malam, tidak memilih kandidat tertentu karena tidak ada yang mau mencalonkan diri sebagai pengurus RT. Disepakati, kandidat pengurus RT bersifat bebas, dimana setiap warga bisa mencalonkan siapa saja untuk diusulkan menjadi pengurus RT. Yang mendapat suara terbanyak itulah yang mendapat amanat untuk menjadi pengurus RT periode mendatang. Pada sesi penghitungan suara, muncul 13 nama yang diusulkan warga. Dari 165 warga yang hadir, karena sebagian telah pulang, hanya ada 112 yang mengikuti pemilihan. Dikurangi 4 suara abstain dan rusak, tinggal 108 suara sah. Calon terbaik mendapatkan 40 suara, di bawahnya ada 30 suara, dan sisanya terbagi untuk 11 calon lain yang diusulkan warga dengan selisih cukup banyak.

Permasalahannya, warga yang dicalonkan dan mendapatkan suara terbanyak MENOLAK menjadi pengurus RT. Yang mendapatkan suara di bawahnya pun tidak mau menjadi pengurus RT dengan alasan bukan dia yang memperoleh suara terbanyak. Saya tidak ikut campur dan tidak membahas lebih lanjut untuk menjaga kenetralan saya…

DEADLOCK!!!…

Sebagai jabatan sosial, menjadi pengurus RT lebih terasa sebagai beban dibandingkan amanah dan kehormatan. Bisa jadi karena tidak ada penghargaan yang cukup layak untuk pengurus RT, padahal beban pekerjaannya cukup lumayan.  Dan pikiran saya pun berkecamuk, membandingkan dengan pemilihan-pemilihan di tingkat yang lebih tinggi. Dari pemilihan kepala desa, bupati – walikota, gubernur, wakil rakyat, sampai pemilihan presiden, selalu saja banyak calon yang berebutan bahkan sering dijumpai uang bermain di belakangnya. Amanah telah tersingkir oleh kehormatan semu dan materi yang mengiming-imingi di setiap jabatan yang diperebutkan (belum lagi, selalu saja ada yang tertarik melihat peluang untuk korupsi)…

Bagaimana menurut sedulur sekalian???

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

31 thoughts on “Deadlock

  1. memang bang andy … di tempatku juga sama …sewaktu ada pemilihan rt baru selalu muncul masalah yang sama dengan yang panjenengan utarakan (doh) …. dan sudah terpilih tidak mau menerima amanat dari warganya…. mungkin memang tidak ada pengharagaan khusus untuk mereka yang menjadi rt , (worship) coba aja kalau ada penghargaan khusus atau insentif khusus pasti banyak yang mau ya bang heheheh…. karena di RT tidak ada yang bisa untuk di korupsi bang hehhee….. (lmao) .-= sedulur Dameydra menampilkan tulisan..Join Djarum Black Competition Vol II =-.

  2. kalau enggak salah gaji RT setahun itu 300ribu dech (lmao) makanya pada “menghindar” hehehe. mana nanti kalau kerja enggak bener dibentak-bentak warga lagi … itulah “kemalangan” yang sedang menimpa paman saya di komplek sebelah rumah saya (LOL) pokoknya berbagai cara dilakukan untuk menghindari diri dari jabatan itu … (haha) .-= sedulur rangga aditya menampilkan tulisan..themes cantik berkualitas untuk Ubuntu =-.

  3. sebenarnya ikut Organisasi itu bagus loh. melatih skill, tapi rata-rata organisasi nirlaba alias enggak ada duitnya emang suka “lepas tanggungjawab” seperti itu … jangankan di RT. di Kampus juga seperti itu kok … tapi giliran ada “proyek”nya pasti ngumpul kayak semut dapet gula (LOL) dasar orang indonesia muka proyek (haha) .-= sedulur gadgetboi menampilkan tulisan..themes cantik berkualitas untuk Ubuntu =-.

  4. Jabatan RT memang jabatan yang kurang bergengsi, lebih banyak kerja sosial sehingga peminatnya sedikit. Tapi secara hukum orang yang sudah terpilih mestinya tidak boleh lari dari tanggung jawab karena ini adalah bagian dari ibadah sosial kita.

    Kalau saya bukan nggak mau tapi kalau nanti ngasih sambutan pakai bahasa jawa halus gaya jogja gimana yaa padahal saya kan biasa pakai bahasa kebumenan
    .-= sedulur big sugeng menampilkan tulisan..Tanamlah =-.

  5. sepertinya permasalahannya sama juga disini (di RT saya) dimana banyak warga yang enggan untuk menjadi ketua RT, namun disini ujung-ujungnya adalah aklamasi dengan banyak paksaan dari banyak warga kepada seseorang agar ybs mau menjadi ketua RT.
    .-= sedulur katakataku menampilkan tulisan..Kerja Keras Adalah Energi Kita =-.

  6. bapak saya RT juga, tidak ada gaji yang tetap,hanya saja setiap ada pembagian sesuatu kepada warga (misal sembako), mendapatkan sisihan.

  7. Wah…masa pada menghindar? Padahal memegang amanah dari warga, adalah hal yang paling membanggakan. Tapi, sayangnya sekarang ini banyak yang terjerumus dalam lingkaran setan. Yaitu, berusaha mencari uang untuk mengembalikan modal yang telah dikeluarkan pada saat kampanye dengan cara apapun, walaupun itu haram
    .-= sedulur Next Jimbun Punya menampilkan tulisan..Kopdar; Bertukar Gadis desa dengan gadis kota =-.

  8. waduh-waduh..jaman sekarang segala sesuatu dinilai dengan uang yah… setuju dengan penghargaan-penghargaan yang akan semakin menyemangati..
    salam kenal mas..
    solo kota budaya..hehe.

  9. Ha njuk sing dadi Pak RT sopo kang? Maksudnya deadlock itu gak ada yang melanjutkan toh? Tak kira tu nama game RPG semacam ragnarok. :p

    Iki kira2 bisa dicari solusinya pake IT gak? (jarene Solve With IT). :)
    .-= sedulur nahdhi menampilkan tulisan..Hati-Hati Menabung di Bank =-.

  10. sama seperti pemilihan ketua organisasi jaman sekolah..
    pada ga mau, karena nanti yang kerja ada sang ketua sendiri

    jadi ingat:
    Ketua (Ketua RT, Ketua organisasi, dll) adalah jabatan yg tidak diinginkan
    Kepala (Kepala seksi, Kepala Pemerintahan, dsb) adalah posisi yang diburu oleh siapa saja.
    .-= sedulur Pradna menampilkan tulisan..Obrolan Sore 12 : Koin Unas untuk Bang Sianturi =-.

  11. RT sptnya memang kerja sosial dan banyak capeknya…beda kalo ujug2 dinobatkan menjadi lurah..pasti pada mau ya…karena ada lahan bengkokya hehehee
    lha trus..kenapa kok ketua RT gak dapat gaji atau insentif lah istilahnya ya mas..tanya kenapa hayo?
    .-= sedulur oelil menampilkan tulisan..Air Tanahku =-.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *