Yang Diperkosa

Diperkosa sama artinya dengan dipaksa dengan kekerasan. Entah untuk melakukan sesuatu, atau diperlakukan sesuatu. Pokoknya dipaksa… Pemerkosaan bisa menimpa siapa saja. Bisa anak-anak, remaja, dewasa, tua, kakek, nenek, laki-laki perempuan, pokoknya manusia lah… Juga bisa menimpa hewan, binatang, mahluk hidup lainnya, bahkan juga bisa menimpa benda-benda tak bernyawa. Tentunya itu kalau perkosa atau paksa tu diartinya sangat luas… Tapi, kata “perkosa” seringkali digunakan untuk pemaksaan yang berkaitan dengan seks. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Dalam Jaringan, artinya adalah sebagai berikut:

per·ko·sa, me·mer·ko·sa v 1 menundukkan dng kekerasan; memaksa dng kekerasan; menggagahi; merogol: ~ negeri orang; laki-laki bejat itu telah ~ gadis di bawah umur; 2 melanggar (menyerang dsb) dng kekerasan: tindakan itu dianggapnya ~ hukum yg berlaku; negara itu dicap sbg negara yg ~ hak asasi manusia;

pe·mer·ko·sa n orang yg memerkosa;

pe·mer·ko·sa·an n 1 proses, perbuatan, cara memerkosa; 2 ki pelanggaran dng kekerasan

Eh… Percaya nggak kalau pemerkosaan itu bisa menimpa benda-benda mati?? Kalau ada yang nggak percaya, ini contohnya:

tiang listrik yang diperkosa...

Tentu saja ungkapan perkosa di sini tidak sepenuhnya tepat. Tapi saya kesulitan mengungkapkan dengan kosa kata yang tepat tentang apa yang menimpa tiang listrik itu. Saking seringnya digunakan untuk tautan tali pengikat spanduk, banner, umbul-umbul, dan lain-lain, banyak sekali bekas-bekas tali yang tersisa di tiang listrik itu. Bahkan, diamati dari bekas-bekasnya, sering pula ada spanduk yang tidak diurus sampai lepas dengan sendirinya dan menjadi sampah yang menggantung.

Bila saja tiang listrik itu bisa bicara, mungkin dia ingin lepas dari perkosaan tali-tali bekas pengikat spanduk itu… Mungkin dia ingin pula tampil bersih tanpa sampah di tubuhnya.

Ah… siapa peduli???

Gambar diambil di perempatan Bulak Kapal, Kota Bekasi, 27/04/2009

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

31 thoughts on “Yang Diperkosa

  1. Wahhh…
    pemandangan itu juga sering tak dapetin kang, apalagi tahun-tahun kemaren masih sering pake spanduk konfensional untuk promosi dan aku ikutan masang. Harusnya spanduk2 itu dipajek’i, dan harusnya yang menerima pajeknya juga serius menertibkan pemerkosa-pemerkosa (baca : tali-tali) yang masih anteng memerkosa tiang-tiang itu. Atau kalo ndak ya harus ada kesadaran dari pemasang spanduk baru untuk merapikan tiang yang akan diperkosanya… wahahahaaa

    ãñÐrî ñâwáwï menampilkan tulisan… Dasawarsa Kota Depok

  2. Urip iku sawang sinawang, begitu ungkapan dalam bahasa Jawa.
    Saya salut dengan perhatian panjenengan yang sudah sampai level berperi tiang kelistrikan……………gak tega lihat tiang listrik “diperkosa”.

    Tapi itulah mungkin kita gak tahu. Yah, mungkin saja sang tiang listrik berkata sebaliknya, justru merasa bahagia lehernya dijerat berulang kali…….karena sesungguhnya dia justru ingin gantung diri, ingin mengakhiri hidupnya.

    Sudah bertahun tahun dia mengabdi kepada PLN tapi nyatanya gak ada perubahan yang substansial pada nasibnya.
    Lihat saja ! Sudah bertahun tahun dia ditelantarkan, dibiarkan telanjang, gak diberi baju.
    Gantung PLN karena sudah melanggar pasal 33…………..

  3. Beh…bener hakta Muds blog…..
    Wis porah…raksah digagas…. tiang listriknya saja juga nggak pernah sms ke pos pengaduan PLN atas musibah yang diterimanya kok…
    Jangan -jangan emang Tiang Listrik itu Bangga…bahwa dia Hebat seperti LIMBAD the Master tanpa Mantra

    Jahid Klw menampilkan tulisan… PILEG USAI BANYAK YANG PILEG

  4. orang kita kok kurang memperhatikan keselamatan ya.. memang nyawa di sini murah harganya.
    itu kalau tidak salah dekat dengan kawat tegangan menengah, kawat tersebut tidak ada isolasinya sekali nyenggol badan orang dijamin langsung hangus

    endar menampilkan tulisan… Istri pertamaku demam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *