Ekspor-Impor

Ekspor dan Impor adalah proses transportasi barang atau komoditi dari satu tempat ke tempat lain. Dalam perekonomian (proses perdagangan), kedua istilah itu sering digunakan untuk menyebutkan pemindahan barang suatu negara ke negara lain secara legal. Kalau tidak legal atau ilegal, namanya penyelundupan.

Ekspor,  pada umumnya digunakan untuk menyebutkan tindakan mengeluarkan barang atau komoditas. Sedangkan Impor,  pada umumnya digunakan untuk menyebutkan tindakan memasukkan barang atau komoditas.

Selain digunakan dalam perekonomian, istilah ekspor dan impor sering pula digunakan dalam dunia perkomputeran, misalnya digunakan untuk menyimpan berkas dalam format yang berbeda (ekspor), atau  membaca dan mengambil berkas dengan format yang berbeda dengan aplikasi yang digunakan (impor).

Dalam dunia per-website-an – per-ngeblog-an, istilah ekspor dan impor juga sering digunakan. Biasanya untuk urusan pemindahan konten dari dari satu situs ke situs lainnya baik yang bermesin (CMS) sama maupun yang berbeda mesin.

Pemindahan alias ekspor-impor itu digunakan untuk berbagai keperluan.

Bila merancang situs di localhost dan akan pindahkan ke server (hosting), pastinya dilakukan pemindahan CMS dan ekspor-impor database yang diikuti dengan konfigurasi ulang. Memindahkan konten dari Blogspot ke WordPress baik yang berada di wordpress.com maupun yang self hosted juga bisa dilakukan dengan ekspor-impor. Bisa juga ekspor-impor dilakukan dari dan ke CMS-CMS yang berbeda misalnya Joomla, Drupal, dan lain sebagainya, mungkin juga ekspor-impor dilakukan karena pindah hosting. Caranya tentu saja berbeda-beda, hasilnya pun berbeda, tidak musti persis-plek dengan aslinya. Tapi, secara informasi, konten yang di-ekspor-impor tidak mengalami perubahan.

Oh ya, simak juga pengalaman “sebatas pengetahuanku” tentang pindah hosting (sayangnya pemaparan di sana kurang rinci)…

Saya sendiri juga punya sedikit pengalaman soal ekspor-impor. Yang pertama karena saya pernah bekerja di perusahaan ekspor impor (ini benar-benar ekspor-impor komoditi). Yang kedua karena saya pernah berpindah-pindah blog, kalau dihitung kira-kira sejak 2006 sudah 4 (empat) kali (lha yang ini ekspor-impor konten website). Ditambah lagi saya juga pernah mengelola beberapa website-weblog milik beberapa kawan dan handai taulan, tambah sedikit lagi pengalaman saya.

Pada awalnya banyak kesalahan yang saya perbuat sehingga menimbulkan error, ketinggalan dan kehilangan tulisan atau gambar, dan lain sebagainya. Bekas-bekas masa belajar saya dulu masih ada di tulisan-tulisan lama di blog ini yang kadang ada gambarnya yang hilang, broken link, dan lain-lain. Semakin lama akhirnya tahu juga seluk-beluknya, dan kesalahan yang terjadi semakin minimal.

Enjoy aja!

Tapi sumpah!… Baru dua minggu belakangan ini saya bisa memindahkan konten  atau ekspor-impor konten wordpress ke blogspot (doh) (katrok ya?)… Kalau kebalikannya (blogspot ke wordpress) sih sudah sering saya lakukan. Awalnya karena ada beberapa blog bermesin WordPress yang  nyaris dua tahun persis dipasrahkan kepada saya untuk urusan pengelolaan mesinnya yang sewa hostingnya akan jatuh tempo. Pemiliknya keberatan untuk membayar sewa yang cukup mahal. Solusi isinya dipindahkan saja ke blogspot, sedangkan  domainnya tinggal mengarahkan saja. Dengan begitu, cukup bayar perpanjangan domain saja untuk tahun-tahun mendatang.

Tadinya akan saya pindahkan ke hosting gratis, namun karena saya ada pengalaman buruk kehilangan cukup banyak konten di sebuah hosting gratis, saya mencoba memindahkannya ke blogspot yang disesuaikan domainnya.

Apakah yang seperti ini bisa disebut degradasi??? Menurut saya sih tidak. Lagi-lagi, secara informasi tidak ada yang berubah. Cuma prestise-nya saja yang berubah… :-D  Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, bagi saya blogspot masih cukup hebat untuk  digunakan sebagai sistem pengelola konten.

Namun saya heran karena format file WordPress eXtended RSS (WXR) berekstensi .xml yang saya download dari CMS WordPress ternyata tidak bisa dibaca ketika diimpor di blogspot. Rupanya walaupun kebutuhan impor-nya juga file ber-ekstensi .xml, formatnya berbeda sehingga tidak bisa terbaca.

Beruntung saya mendapatkan pertolongan dari wordpress2blogger yang menyediakan aplikasi daring (dalam jaringan = online) yang berguna untuk melakukan konversi format WXR ke format blogger-eksport.

Berikut ini langkah yang saya lakukan untuk ekspor-impor dari wordpress ke blogspot:

  • Login ke wordpress, selanjutnya masuk ke Tools > Eksport.
  • Pilih tulisan dari author tertentu (kalau tulisannya sedikit pilih saja all author), dan klik Download Export File untuk menyimpan file WXR (file download adalah wodrpress.yyyy-mm-dd.xml)…

  • ———>

  • Buka http://wordpress2blogger.appspot.com/ > browse file wodrpress.yyyy-mm-dd.xml yang diekspor dari WordPress dan klik Convert.

  • ———>

  • Tunggu proses sampai selesai dan simpan file blogger-export.xml.
  • Login ke www.blogger.com > masuk ke Settings > pilih Import blog.

  • ———>

  • Masukkan file blogger-export.xml hasil konversi, tunggu proses selesai sampai konten berhasil dipindahkan dan silahkan pilih apakah cukup disimpan atau langsung dipublikasikan (tentunya tetap sesuai dengan urutan tanggal posting)…
  • Selesai deh! (dance)  (banana_rock)  (banana_cool)

Catatan Andy MSE:

  1. Aplikasi konversi di atas hanya bisa melayani file .xml berukuran maksimal 1 (satu) MB saja. Oleh karena itu, bilamana tulisan sudah terlalu banyak, bagi dalam beberapa author (bikin sendiri dengan cepat), berdasarkan pengalaman saya satu author cukup 50-70 tulisan saja (bisa dikira-kira sendiri).
  2. Perlu hati-hati terhadap link-link yang menuju ke gambar karena tetap terarah ke tempat semula. Pada WordPress, file gambar biasanya tersimpan di wp-content/uploads. Pindahkan juga ke tempat lain misalnya ke image-hosting lain dan arahkan link gambar dari masing-masing posting ke tempat gambar dipindahkan. Bila posting sudah terlalu banyak, tentunya hal ini sangat merepotkan. Jadinya akan ada kejadian seperti tulisan-tulisan lama di blog ini…

Yeach… begitulah sependek yang saya tahu dan sepanjang yang saya punya yang bisa saya sampaikan… :-)  Jangan diketawain karena aplikasi lama ini baru saya ketahui dua minggu ini.  :-D  (haha)

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

39 thoughts on “Ekspor-Impor

  1. Oh ya, simak juga pengalaman “sebatas pengetahuanku” tentang pindah hosting (sayangnya pemaparan di sana kurang rinci)

    Hihihi. . . diriiku gak menjelaskan cara eksport import, tapi pengalaman eksport import pertama yang mengalami kegagalan dan akhirnya bisa diatasi! (worship) Suwun pak Andy
    .-= sedulur Jidat menampilkan tulisan..Semua baik-baik saja! =-.

  2. satu-satunya kelemahan (atau kelebihan?) blogger/blogspot adalah susah komen kalau belum login ke salah satu account … plus di opera mini kadang2 enggak bisa komen … sebagai “avid user” opera mini, saya jadi enggak pernah masuk ke blog blogspot … tapi javascript-enable-nya mengiurkan … dibanding wordpress (yang gratis :-P )
    .-= sedulur rangga aditya menampilkan tulisan..beum ada Linx Sudah rencana Meerkat =-.

  3. mau coba ah tuk belajar. kemarin juga sempat mikir kayak ini tapi dasar gaptek n gak bisa,ya nunggu postingan seperti ini. thanks pak andy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>