Email yang Bocor

the-faithPernahkah sedulur melakukan kegiatan yang disebut ngrasani atau gegrundelan atau geguneman atau omong-omong cilik atau bergunjing tentang orang lain??? Dapat dipastikan, hampir semua orang pernah rasan-rerasanan. Saya juga.

Di jaman modern ini, kegiatan ngrasani tidak hanya dilakukan face to face, bisa juga memanfaatkan media komunikasi canggih seperti telepon dan internet. Ada banyak media untuk ngrasani, apalagi jaman sekarang banyak sekali situs-situs socio networking… Kegiatan ngrasani beralih tak kentara tapi tetap ada. Ops… jangan salah, jangan berburuk sangka, kegiatan ngrasani nggak mesti negatif lho! Misalnya kasus Ibu Prita Mulyasari.

Apa yang terjadi ketika Prita Mulyasari ngrasani pelayanan RS Omnivora yang tidak sesuai harapannya? Tentu saja tidak akan terjadi apa-apa bilamana email Ibu Prita tidak bocor kemana-mana… Cukuplah teman-temannya saja yang tahu. Ketika arena ngrasani sudah berkembang ke area publik misalnya ke media surat pembaca, ya akhirnya jadi banyak orang yang tahu dong! Itu sudah bukan ngrasani lagi, melainkan keluhan atau pengaduan atas pelayanan yang tidak memuaskan. Menurut saya, sebetulnya cara mengatasinya sederhana saja. Cukuplah pihak RS Omnivora meminta maaf, memberi ganti rugi, dan memasang pengumuman dimana-mana bahwa kasus telah terselesaikan dengan baik secara kekeluargaan. Pastilah nama jelek RS Omnivora tidak runtuh dan tidak ada kasus pembaikan nama cemar yang berlarut-larut dan justru membuat semakin dibenci banyak orang.

Ada lagi kasus email yang bocor, misalnya email dari seorang pembantu dekat presiden, yang namanya mirip dengan nama saya. Email itu beredar di mana-mana, baik melalui mailing list maupun melalui orang per orang… Jutaan orang (mungkin) langsung bergunjing… “eh, ternyata dia begini begitu ya?”… Pandangan orang banyak pun berubah, namun beruntung,  hiruk-pikuk email bocor itu reda dengan sendirinya. Seringkali email bocor semacam itu tidak musti benar. bisa jadi hoax, kerjaan orang yang tidak bertanggung jawab, bisa jadi memang iya namun susah membuktikannya.

Saya teringat, kira-kira hampir setahun lalu ketika ada serombongan blogger dari belahan timur pulau Jawa mengadakan suatu perjalanan panjang. Mereka menamakan kegiatan perjalanan itu sebagai ziarah yang artinya “berkunjung ke tempat yg dianggap mulia“. Tentu saja tempat yang dianggap mulia ini bukanlah makam atau peninggalan bersejarah, melainkan tempat para komunitas blogger di beberapa kota. Menurut pandangan pribadi saya, kegiatan ini sangat baik dan patut diacungi jempol delapan. Namun, ketika mereka bermaksud mengadakan suatu diskusi maya yang akhirnya tidak berjalan dengan lancar (karena kurang persiapan) banyak orang mencibir di sana bahkan ada yang mengatakan bahwa acara itu tak beda jauh dengan rapat tujuh belasan… Yang membuat saya heran dan prihatin, di antara orang-orang yang berjamaah melempar cibiran itu terdapat nama-nama besar yang menurut saya seharusnya mereka menempatkan diri sebagai orang yang dihormati di dunia perbloggeran. Yang mengherankan, ketika forum ngrasani berkembang dari diam-diam menjadi bisik-bisik agak kentara, tak ada sesuatupun yang dilakukan oleh nama-nama besar tapi walaupun hanya secuil permintaan maaf.

Mungkin karena mereka merasa paling benar sendiri dan itupun diamini oleh banyak pengikut mereka. (nottalking)

Pernah juga suatu waktu saya mengalami… Email saya bocor… Itu sewaktu saya menerima ajakan untuk membantu seseorang  (yang kebetulan seorang blogger) yang menawarkan suatu perhelatan kepada calon pemimpin yang sedang berkampanye. Peserta perhelatan itu tentu saja jaringan kenalan yang juga para blogger. Singkat cerita, akhirnya saya pun berhubungan langsung dengan seorang perempuan jauh di sana, sebut saja namanya mbak Sinden. Dari beberapa informasi yang saya dapatkan, saya tahu kalau di belakang mbak Sinden itu berdiri beberapa nama besar. Nah… berhubung perhelatan itu akhirnya batal dilakukan karena tidak ada kesepakatan soal biaya, saya mengambil kesempatan untuk mencoba mencibir. Entah bagaimana caranya, email yang saya kirim kepada mbak Sinden itu akhirnya diketahui banyak orang. Ya tentu saja, itu tidak membuat saya heran. Dan akhirnya, ketika ada di antara mereka kembali melempar cibiran kepada para blogger yang bermaksud mengadakan perhelatan, sebagai blogger calo atau blogger makelar, saya juga tidak heran… Kembali mereka para nama besar itu merasa yang paling benar. Mungkin mereka merasa bahwa saya tidak boleh mengatasnamakan “blogger” yang mungkin saja bagi mereka adalah sesuatu yang sakral… Bukankah sah-sah saja semisal ada beberapa copet yang kebetulan juga ngeblog, berkumpul dan mereka menamakan kopdar blogger copet???

Saya tidak sakit hati, bahkan sempat berkali-kali tertawa sendiri… (haha) Mereka salah…. ya… mereka salah… Saya tidak termasuk blogger calo atau makelar… karena saya adalah blogger pelacur!!!… (tongue)

Pernahkah sedulur mengalami, email sedulur bocor kemana-mana???

..::catatan andy_mse: tulisan ini dibuat sebelum berangkat ke Seminar UU ITE  yang diselenggarakan oleh Bengawan bekerjasama dengan Fakultas Komunikasi UNS.

maaf, gambarnya sama sekali tidak sesuai dengan isi tulisan::..

b

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

78 thoughts on “Email yang Bocor

    • nyang ngajari nekad itu adalah seorang guru di SMP ndeso yang nekad ngeblog… dia aslinya orang Sukoharjo… namanya pak guru Wandi… kenal kagak??? (lmao)

  1. Alhmdllh, sy belum kebocoran email Pak…. Duh jangan sampe deh… khawatir malah ntr di FW kemana2.. n diprovokasi.. khan repott.. hhehehehe

  2. @Belajar Menjadi Blogger™, tambah lagi: blogger bajakan… xixixi…
    yang ndebat sampeyan pasti blogger seleb… atau blogger exclusive, hihihi…selamat

  3. Durung pernah bocor email e.. Lha aku rung pernah ngemail mencibir2 ngono.. palingan pas tuku sesuatu neng kaskus suwe terus muni2 neng forum. Kalo by email durung pernah..
    blogger Pelacur e wis payu piro mas bengi iki? hehe
    .-= sedulur ardian eko menampilkan tulisan..Jalan-jalan ke Ancol =-.

    • seringkali milis juga jadi potensi kebocoran misalnya bilamana ada email yang seharusnya untuk komunitas itu saja ternyata diforward kemana-mana… jadi, nulis di milispun harus hati-hati, hehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *