Festival Karaton Surakarta 2009

Minggu ini benar-benar minggu yang sibuk. Tentunya yang sibuk bukan hanya saya melainkan banyak orang termasuk di  Kota Solo…Di belahan kota yang berbeda juga masih banyak orang sibuk membersihkan sisa-sisa teror bom, juga ada yang sibuk mengurusi pengembalian tiket nonton MU yang gagal. Bahkan mungkin ada pula yang sibuk mempersiapkan pernikahannya. Banyak orang Jawa yang meyakini bahwa bulan Rejeb dan Ruwah adalah bulan baik untuk melangsungkan pernikahan yang tentunya diikuti dengan acara “pengeboman” (dalam tanda kutip).

Kembali ke Solo alias Surakarta

Di sela-sela perhelatan akbar Pesta Demokrasi, event-event rutin dan tidak rutin di Kota Solo tetap digelar. Setelah sukses menggelar Solo Batik Carnival menjelang Pilpres 2009 lalu,  di minggu ini digelar pula  Java Expo 2009 yang berlangsung pada tanggal 15-19 Juli 2009, dan di akhir minggu digelar pula Festival Karaton Surakarta 2009 yang berlangsung pada tanggal 18-19 Juli 2009.

Festival Keraton Surakarta 2009

Festival yang diramaikan dengan Display & Demo Seni (membatik, merangkai bunga/ngronce, miru kain & merawat batik, tatah pendhok, tatah sungging, jamasan pusaka, kembar mayang) serta Kuliner Klangenan Dalem (dendeng AGE, sate penthol, dawet telasih, ledre intip, jadah wajik, pisang kepok bakar juruh) ini dimulai pada tanggal 18 Juli 2009 jan 10.00 dengan Upacara Agung Tingalan Jumenengan Dalem Dinasti Mataram SISKS Pakoe Boewono XIII. Malam harinya diadakan Konser Karawitan dan Peragaan Busana Adat. Pada hari Minggu pagi, 19 Juli 2009 diadakan Lomba Mewarnai, Upacara Adat Tedhak Siten, dan Makna & Filosofi Sesaji. Malam harinya, sebagai penutup kembali diselenggarakan Konser Karawitan.

Catatan Andy MSE: Ini ditulis dalam kebingungan karena kebetulan banyak agenda yang berbarengan di akhir minggu ini justru membuat aktivitas saya sama sekali tidak efektif. Termasuk dalam ketidak-efektifan ini adalah saya tidak bisa memenuhi ajakan teman untuk bergabung di komunitasnya untuk mengikuti “GEMA SUAKA RIMBA“, kegiatan para pecinta alam yang mengusung slogan ” Dengan Semangat dan Jiwa Kita, Berfikir, Bertindak, Demi Kelangsungan Hutan Yang Hijau, Kita Lestarikan Alam Beserta Isinya Dengan Tekad dan Semangat”. Jujur, saya bingung dengan slogan itu, tapi sepertinya acara puncak berupa Pendakian Massal Gunung Lawu 18-19 Juli 2009 sangat mengasyikkan…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

18 thoughts on “Festival Karaton Surakarta 2009

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *