FPI dan Pengamanan

Aneh… Begitulah kesan di dalam benak saya tatkala menyimak berita tentang rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajak organisasi massa (ormas) Front Pembela Islam (FPI) untuk melakukan pengamanan selama bulan Ramadlan.

Sumpah! saya sama sekali tidak tahu apa yang ada di dalam benak Foke. Rasanya kok seperti perekrutan preman kampung untuk menjadi satpam di sebuah pabrik. Para pembuat onar direkrut dan dirangkul untuk mencegah terjadinya keonaran.

Maaf, saya tidak menjelek-jelekkan FPI. Menurut saya, FPI adalah organisasi yang cukup baik walaupun radikal. Bahasa kerennya, mereka ada di jalur garis keras. Saking kerasnya, seringkali karena merasa membela atau menegakkan sesuatu yang sangat diyakini, FPI melakukan tindakan-tindakan yang menjurus ke arah anarki. Tidak bisa disalahkan begitu saja, namun menurut saya juga tidak bisa dibenarkan sepenuhnya. Indonesia ini terdiri dari bermacam suku bangsa, bermacam orang dengan keyakinan berbeda, pokoknya sangat plural. Tindakan yang bersifat memaksakan tentu saja tidak cocok diterapkan di sini, walaupun jujur saja sesekali tindakan FPI dirasa mewakili pihak yang merasa didzalimi di saat pemerintah tidak bisa (atau enggan) berbuat sesuatu. Pemerintah sebagai penjaga kedaulatan, pemegang kekuasaan, penentu kebijakan, pemegang amanat rakyat, dan lain-lain seringkali malah menteror rakyat sendiri

Tindakan-tindakan FPI barangkali hanyalah puncak gunung es ketidakpuasan terhadap negeri ini.

Dan ketika pemilik pabrik pemerintah merasa terganggu oleh ulah si pembuat onar tindakan FPI, maka preman kampung FPI dijadikan satpam diajak kerjasama untuk melakukan pengamanan… (thinking)

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

30 thoughts on “FPI dan Pengamanan

  1. saya kurang sreg jika menggunakan agama. soalnya nih ada desas desus kalau tempat tempat yang kuat mbayar fpi tidak akan diusik.. yang dihajar tempat tempat maksiat orang orang kecil.. (doh)

    • Nah, kalau analisamu benar, berarti dinegeri ini ada aturan, siapa kuat dia yang menang. Lagi2 hukum rimba berlaku. Hidup Endar… hihihihi

  2. seharusnya para organisasi preman alias mafia atau penguasa kartel yang ketika ada warga indonesia di luar negeri menjadi korban negara lain mereka berani bilang
    bahwa “keselamatan warga indonesia adalah tanggung jawab kami”… dan berani bertarung dengan preman negara lain
    jangankan mereka lha wong tentara saja tidak berani… (doh)

  3. islam kok dibela??? apa FPI lebih hebat daripada islam sampai2 takabur merasa bisa membela islam.

    kalau dasarnya preman ya preman aja… mau dibungkus jubah dan gamis dengan simbol2 islam ya tetap aja preman tukang palak.

    kalau pemprov dki dan fpi bekerjasama itu memang karena dua2nya sama preman. yang satu preman berseragam pegawai negeri, yg satu preman berkostum islam…

    minyak ke minyak, air ke air…
    preman ke preman…

  4. sudah banyak kasus preman yang dijadikan satpam,dengan harapan preman yang lain gak datang mengganggu.

    semoga saja dengan begitu,kepremanan preman itu bisa tertahan dan berjalan pada rel yang benar..

    eh,sak jane aku i komen opo to? (lmao)

  5. pernah denger ada yang suka setor pajak sama FPI ?? kok saya sering dengar tapi lupa :D seperti mabes polri campur kantor pajak, pasti ada gayus di dalam nya (haha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *