Gajah ketemu Kambing, Monyet menyusul belakangan

Annual Report: Kopdar Dahsyat Akhir Tahun (AKAP)

Judul di atas adalah sebagian dari respon sewaktu ngobrol di plurk antara saya, gajahpesing, dan genthokelir. Tulisan ini hanya untuk melengkapi beberapa cerita saya sebelumnya, juga cerita-cerita yang sudah disampaikan peserta Kopdar AKAP ini.

Singkat cerita, akhirnya disepakati pertemuan di Jogja pada hari Sabtu, 27 Desember 2008, jam 7.30 malam. Pesan susulan via sms dari Gajah Pesing mengatakan bahwa beliau akan datang bersama Anang. Sebetulnya saya masih di Semarang dalam rangka mengerjakan beberapa tugas sekaligus akan menjual motor saya Supra X tahun 2004 (plah H).  Tapi, kesempatan kopdar AKAP seperti ini sangat jarang ditemui. Akhirnya, saya mantapkan hati untuk nyemplak motor menuju ke Jogja menemui para Wali Blogger Jawi Wetan yang menunggu di Angkringan Tugu, Jogja, ditemani oleh Wali Blogger Gunung Kelir.

Beberapa urusan yang harus diselesaikan terlebih dahulu, jalanan macet malem minggu, serta hujan deras sepanjang jalan menghampat perjalanan, sehingga akhirnya saya baru bisa sampai di Jogja lewat jam 21 malam. Mereka, para Wali Blogger sudah berpindah tempat ke AlKid -alun-alun kidul- di Pagelaran Wayang Kulit. Sehabis markir motor, saya menuju ke pagelaran. Tak dinyana, belum sempat mencari-cari dimanakah gerangan para Wali itu, seseorang menyenggol saya. Oops… ternyata Gajah Pesing yang sedang menunggu saya bersama Anang dan GenthoKelir. Sungguh saya sangat terharu, dan memeluk mereka satu per satu. Mereka begitu sabar menunggu saya yang tak tahu diri malah datang paling lambat.

Di pagelaran itu, saya juga bertemu dengan beberapa blogger Jogja (CahAndong), diantaranya AntoBilang, Sandalian, Ndaru, TikaBanget, dan beberapa orang lagi yang saya sempat berkenalan tapi segera pula saya lupa namanya. Maklumlah, umur yang bertambah tua menjadikan memory saya menjadi kalah cepat dibandingkan dengan DDR2.

vayas-gajah

Gajah Pesing, tidak seperti namanya yang besar, ternyata hanya sedikit lebih besar dibanding saya.

anangku

Anang, yang tinggi langsing dan sangat produktif banyak berkata-kata di blog biru-nya, ternyata malah pendiam.

totok-gentho

Gentho kelir, ternyata sangat sesuai dengan namanya. Badannya tegap bak seorang bodyguard, berkulit kelam, tampak tegas dan bersahaja.

yeni-sandalian

Satu lagi, Sandalian, blogger Jogja yang masih muda banget tapi otaknya encer…

Entah kenapa, saya tiba-tiba mengusulkan untuk nginep saja di Gunung Kelir. Gayung tersambut, segera mereka, Genthokelir, GajahPesing, Anang, dan Sandal, mengendarai Evo Hijau menuju ke Gunung Kelir. Supra X rapat mengiringi dari belakang. Setelah mampir untuk makan nasi goreng yang porsinya sungguh gentho sekali, -tentu saja ditraktir Kang Gentho, kami melanjutkan perjalanan.

Menjelang tengah malam, barulah kami sampai di Gunung Kelir. Kantuk tak kuasa menahan kami untuk segera menikmati banjir bandwidth, bahkan saya dan kang Gentho begadang sampai pagi. Esoknya, kami berjalan-jalan di sekitar Dalem Kelir, tak lupa mendaki puncak Gunung Kelir untuk menyaksikan pemandangan yang indah, juga berfoto di seputar BTS Broadband Link Jawa Selatan.

menikmati bandwidth

menikmati bandwidth

Sorenya, diantar Kang Gentho, para Wali Blogger menuju ke Jogjakarta, sedangkan saya sendiri menuju ke habitat. Banyak hal kami dapatkan dari kopdar dahsyat itu. Banyak ide bermunculan menunggu direalisasikan.

Ini sungguh pengalaman yang sangat berharga.

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts


Fatal error: Uncaught Exception: 12: REST API is deprecated for versions v2.1 and higher (12) thrown in /home/andymse/andy.web.id/wp-content/plugins/seo-facebook-comments/facebook/base_facebook.php on line 1273