Dan Tata Cara Shalat Gerhana…
Gerhana Bulan Sebagian 26/6/2010
Gerhana bulan sebagian yang akan muncul di langit Indonesia pada Sabtu (26/6) malam ini cukup menarik. Peristiwanya hanya terjadi sekali dalam 18 tahun lebih. Menurut astronom dari Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat, Danny Herdiwijaya, gerhana bulan sebagian tersebut termasuk dalam seri Saros. “Periode perulangan gerhana yang sama berlangsung 18 tahunan,” ujarnya, Sabtu (26/6). Saros adalah nama astronomi yang berasal dari bahasa Yunani kuno. Dalam seri astronomi itu, kata dia, terjadi lebih dari 70 kali gerhana.
Adapun Direktur Observatorium Bosscha, Lembang, Hakim L Malasan, mengatakan seluruh wilayah Indonesia bisa menyaksikan gerhana bulan ini dengan mata telanjang asal langit cerah. Gerhana akan menutup hampir separuh bulan. Gerhana akan berlangsung mulai pukul 18.00-20.15 WIB. Puncak gerhana bakal muncul sekitar pukul 19.40 WIB.
Gerhana bulan terjadi karena bulan tertutupi oleh bayangan bumi dari sorotan matahari. Menurut Hakim, gerhana bulan total selanjutnya bakal terjadi pada 21 Desember mendatang.
Tata Cara Shalat Gerhana
Hukum Shalat Gerhana
Sunnah muakkadah menurut kesepakatan ulama, berdasarkan dalil sunnah yang tsabit dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Waktu Shalat Gerhana
Yaitu sejak dimulainya gerhana sampai berakhirnya. Dalilnya adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Maka apabila engkau melihatnya -yaitu gerhana tersebut- maka shalatlah” (Muttafaqun alaihi). Tidak disyariatkan shalat gerhana setelah gerhana itu selesai. Jika gerhana berakhir sebelum dia sempat shalat maka tidaklah disyariatkan shalat baginya.
Tata Cara Shalat Gerhana
- Sebelum melakukan Shalat Gerhana, terlebih dahulu harus memastikan bahwa benar-benar terjadi gerhana.
- Shalat dua rakaat dengan mengeraskan bacaan, masing-masing rakaat dengan dua bacaan Fatihah, dua ruku’ dan dua sujud -bacaan Fatihah dan Surat pada shalat gerhana dinyaringkan-
- Membaca surat yang panjang, bilamana tidak hafal diperbolehkan menggunakan mushaf.
Urutannya adalah takbiratul ihram > bacaan Fatihah > bacaan surat > ruku’ > bacaan Fatihah > bacaan surat > ruku’ > i’tidal > sujud > dan seterusnya sebagaimana shalat seperti biasa, dan pada akhir shalat ditutup dengan tahiyat dan salam.
Shalat gerhana boleh dilakukan sendiri maupun berjamaah, bila dilakukan berjamaan diperbolehkan setelah shalat dilakukan khotbah.
*dari berbagai sumber
mencoba mencari gerhana di malam yang cerah ini ah lo gitu….
Nek le memastikan seko website BMKG sah ra yo?
ra sah….. (RA SAH REPOT)
seko ndeso gak kelihatan… hiks hiks hiks
mosok sih mbulan grahana mban sinde mban siladan???
Weh, kedisikan bocah2…
wah …
di bekasi mah enggak keliatan
… sekarang lagi gerimis mengundang… di sana keliatan mas andy? …
jelasss…
Semalam ditempat saya juga hujan, jadi tidak bisa melihat Gerhana Bulan
ra patek memperhatikan… repot bar laden tonggo nyunatke
gerhana ngapusi, gerhana saru.. ming sitik tok
Sumpah aku maca iki gak karo ngaceng lho!
lho, kok cepet temen?? tadi berdiri, cuma beberapa menit sudah KO
malah lali sholat gerhana goro2 earth hour
gerhana total nuw!
Jelas dek wingi. Puol. Tapi kok kyo bulan cembung biasa yak.
namanya juga sebagian… tunggu besok 21 desember, semoga ada liputan lagi di sini!
posisi madiun
Sayange neng gonku wingi udan. Ra iso weruh Gerhana Bulan. Sakjane apik tenan fenomena alam kuwi.
ya.. aku gak ikut sholatnya
wah.. baru dapat info neh mas, telat deh
lumayan jelas pak keterangannya…
jadi pengen nyari ntu gerhana..
hehe
wah bagus banget lho kemaren gerhananya
saya lihat langsung di jalan
kebetulan cuacanya cerah banget…
nice info
mksh
alhamdulillah malah nemu tata cara sholat gerhana. kapan2 yen gerhana lagi bisa dipraktekkan.
matur nuwun sanget pakde
kalau jaman dulu ada mitos timun mas hehe