Hari Kebangkitan Nasional

dan Kebangkitan Nasional Indonesia…

Kebangkitan nasional adalah masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan 350 tahun. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting, yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli. (wikipedia)

Bisa jadi, karena Boedi Oetomo dianggap sebagai organisasi massa pertama di Indonesia, tanggal berdirinya Boedi Oetomo ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Ketika saya pribadi mencoba menelaah lebih jauh tentang organisasi-organisasi pada awal Kebangkitan Nasional Indonesia, justru saya menemukan beberapa literatur yang bernada sumbang mengenai Boedi Oetomo, di antaranya menyebutkan bahwa Boedi Oetomo a-nasionalis karena hanya memperjuangkan etnik Jawa dan Madura saja. Selain itu, anggota-anggota Boedi Oetomo adalah para mahasiswa dan lulusan STOVIA (sekolah kedokteran pada jaman penjajahan Belanda) dan kaum ambtenaar (pegawai pemerintahan Hindia Belanda). Beberapa hal ini belakangan menyebabkan keluarnya tokoh-tokoh penting Boedi Oetomo antara lain dr. Soetomo dan dr. Cipto Mangunkusumo.

Beberapa pihak mengklaim bahwa Sarekat Dagang Islam (SDI) justru lebih nasionalis karena beranggotakan tidak hanya Jawa dan Madura juga tidak hanya yang beragama Islam saja. Belakangan SDI yang menjadi Sarekat Islam (SI) malah menjadi lebih kacau balau karena terpecah-pecah bahkan muncul pula SI Merah. Soal berdirinya SDI ini juga masih menjadi perdebatan karena banyak pihak menyatakan bahwa SDI berdiri pada tahun 1912, namun banyak pihak berbeda mengklaim bahwa rintisan SDI telah dimulai pada 1905, tiga tahun sebelum Boedi Oetomo.

Soal kebangkitan nasional, saya pribadi lebih cenderung menggunakan tahun 1912 saat pertama kali berdirinya partai politik Indische Partij.

Bagaimana pendapat sedulur???

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

37 thoughts on “Hari Kebangkitan Nasional

  1. Sing penting jiwa dan semangat nasionalisme tak surut sampai kapanpun. MIris sampai sekarang masih terlihat dan terdengar tawuran demi sebuah bendera yang sebenarnya jauh lebih mungil dari Merah Putih.
    .-= sedulur PRofijo menampilkan tulisan… Kawasan Wisata Hutan Wanagama =-.

  2. nganu mas…nek saya kog cocok ma PKI jaman itu, dari sejarah SI semarang yang merupakan cikal bakal PKI terlihat jelas perjuangan keras mereka menentang belanda dengan jalan non kooperatif…

    • hhhmmm (thinking) rasa-rasanya di jaman itu perjuangan memang tidak memandang ideologi yang disandang… sayangnya, belakangan pki `dikambinghitamkan`, cilakanya, hukuman politik yang -menurut saya- tidak adil dan tidak manusiawi telah terlanjur diterapkan sampai ke anak cucu penyandang ideologi itu… beruntung berkat Gus Dur, hukuman politik itu sedikit demi sedikit terkurangi…

  3. ya itulah indonesia kang, walau sudah merdeka sikap feodal masih kental, presiden dianggap raja,. mertamu ke atasan gak enak kalo gak bawa cangkingan, lama2 ketemu hakim di pinggir kali nggak enak nek gak bawa bungkusan.

  4. Hmm… Mengganti Kebangkitan Nasional dengan tonggak Boedi Oetomo dengan SI atau Indische Partij tetap saja memerlukan telaah lebih jauh.
    Tapi, apapun.. kebangkitan nasional itu sendiri memang dinamis, ia selalu berproses sesuai dengan jamannya. Selalu ada tonggak yang berbeda di setiap jaman.
    Saya lebih setuju Boedi Oetomo sebagai tonggak Kebangkitan Nasional karena ia bukan organisasi politik. Dan organisasi ini yang mewakili situasi pada saat itu.

    CMIIW

  5. Baca postingan ini jadi terbersit untuk menulis juga tentang Kebangkitan Nasional! Hey..heyyy.. Ayoooo bangkit Indonesiaaaa (rock)

  6. yang perlu digalakkan sekarang adalah kebangkitan hati nurani yang bersih,karena dengan kebangkitan diri sendiri dari “ketidaksadaran” maka akan timbul kebangkitan nasional tanpa harus di oyak-oyak.Sudahkah kita bangkit dari tidur ini?
    .-= sedulur sanjati menampilkan tulisan… Master Linux,tolong saya. =-.

  7. saya manut sejarah aja, yang penting bangkit. Lha wong udah diperingati setiap tahun aja kita gak bangkit2 ngapain berdebat soal sejarah. Sejarah itu milik mereka yang berwenang membuat (dan merekayasa) sejarah
    .-= sedulur oglek menampilkan tulisan… Cerita Tentang Nama =-.

  8. banyak potongan sejarah kita yang hilang atau sengaja dihilangkan. seringkali ini memunculkan silang pendapat dimana semua mengklaim bahwa versi masing2lah yang paling benar.

    semangat mikul nduwur mendem njero, janganlah digunakan untuk menutupi kesalahan yang terjadi di masa lalu. namun juga jangan digunakan untuk menghakimi kesalahan yang telah terjadi.

    perlu ada kebesaran hati dan kebernian untuk mengungkap sejarah yang sesungguhnya tanpa bermaksud untuk mencari kesalahan dari para pelaku sejarah. dengan demikian bangsa ini bisa menjadi semakin baik dengan belajar dari kesalahan yang terdahulu.

    setiap hari, hari demi hari, seharusnya menjadi hari kebangkitan nasional bagi negeri ini sehingga mampu menjadi negeri yang gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo dan tegak berdiri menjadi mercusuar dunia.
    .-= sedulur itempoeti menampilkan tulisan… Setelah Sri Mulyani, Boediono? =-.

  9. Dulu ngapalinnya itu tanggal-tanggal bersejarah sih kang, bukan telaah lebih dalam dari peristiwanya.

    Saya setuju dengan pendapat kang Itempoeti, soalnya saya kan muridnya *menjura ke kang Andy dan kang Itempoeti* (worship) .-= sedulur dhodie menampilkan tulisan… Puncak miladeBlogger =-.

  10. Kita tiap tahun selalu memperingati hari kebangkitan nasional. Namun hingga saat ini, Indonesia tidak pernah bangkit dari keterpurukan. Apa yang dikatakan oleh Pak Dhe Itempoeti itu benar. Banyak sekali sejarah-sejarah yang dihilangkan. Bahkan, saat ini mungkin pelajaran sejarah untuk sekolah-sekolah, tidak selengkap pelajaran sejarah beberapa tahu yang lalu. Semangat untuk bangkit masih tetap ada, namun mengapa kita tidak pernah bersemangat untuk bersatu??? Kaum-kaum elit politik sibuk memperkaya diri mereka, kaum-kaum rakyat cilik sibuk berdemo atas tindakan para orang-orang elit politik. Para pelajar yang katanya intelek, sibuk tawuran. Kalau selalu seperti itu, kapan Indonesia akan bangkit?? Percuma donk kita memperingati hari kebangkitan nasional kalau hanya untuk simbol saja. Seperti Pancasila yang saat ini hanya untuk simbol, bukan lagi dasar negara kita.
    .-= sedulur Estiko menampilkan tulisan… Masih inginkah anda menjadi pemburu =-.

  11. menurut saya kebangkitan indonesia ya di mulai dari berdirinya sarekat dagang islam (SDI), sayangnya bernama islam,padahal penguasa waktu itu alergi dengan nama islam………klo budi utomo mayoritas orang belanda(penjajah) la klo SI pasti pribumi…….setuju dengan juragan.

  12. sy rasa kt prluh melihat kmbli sjrah saat ini rasa nasionalisme tlh luntur,yg nampak saat ini kpentingan gol yg diutmkan ini trcermin dr penonjolan diri rasa pling brjasa dan sbagainya..inilah yg trlupakn pdhal ngri ini ada olh krn prjuangan brsma,,,,,,bkn olh 1 gol saja…smua brstu untk merdeka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>