Harry Van Yogya

Barangkali banyak yang sudah mengetahuinya, barangkali pula banyak yang belum tahu sama sekali. Saya termasuk orang yang beruntung karena sempat bertemu dan berkenalan dengan beliau.

Ya, saya masih di Yogya setelah menjadi relawan ason-ason di Merapi. Di sanalah saya bertemu dengan pak Blasius Haryadi yang terkenal dengan sebutan Harry Van Yogya. Orangnya biasa saja. Berbadan tegap, berkulit legam, bertutur kata ramah dan sopan. berpakaian sederhana namun selalu rapi. Profesinya adalah Penarik Becak sejak 1990.

Tapi jangan salah… Biarpun tukang becak, pak Harry nggak seperti tukang becak seperti pada umumnya. Selain selalu berpakaian rapi, pak Harry juga gaul dan berwawasan luas.

Bila pebecak lainnya hanya menunggu penumpang, atau melayani pelanggan tetap, atau yang lebih maju sedikit (karena berada di kota wisata Yogyakarta) menawarkan becaknya dengan persuasif (bergaya bahasa penuh keramahan khas Yogya), sesekali ada juga yang cenderung agresif, pak Harry memanfaatkan juga sosial media seperti Facebook dan Twitter untuk berhubungan dengan para pelanggannya.

Tak heran bila friend pak Harry tak cuma dari dalam negeri saja melainkan sampai ke manca negara. Tentunya kebanyakan adalah turis yang pernah berwisata ke Yogya. Melalui sosial media, para pelanggan becak pak Harry bisa berkomunikasi, bahkan booking jasa jauh hari sebelumnya.

Untuk nge-fesbuk dan nge-twiit, pak Harry menggunakan hape, laptop, atau kadang-kadang ke warnet. Yang ingin berkenalan lebih lanjut sebelum bertatap-muka secara langsung, bisa nonton dulu videonya di Yutub. Ada beberapa video tentang Harry Van Yogya di sana.

Tentunya lebih mantap bila sedulur langsung ke Yogya dan berbecak ria bersama pak Harry. Cari saja pak Harry di seputaran Kampung Turis Prawirotaman. Lebih asyik lagi bila sebelumnya berteman dulu melalui facebook bergabung bersama 4000an friend sebelumnya, dan/atau twitternya (@harryvanyogya)…

Oh ya, sedikit cerita soal pribadi pak Harry, beliau ini seumuran dengan saya. Beliau adalah alumni De Britto 1987 (saya Alste 87), namun anak sulung saya sedikit lebih gede dibandingkan anak-anak pak Harry, maklum saya kawin muda. :-D  Seperti dituturkan di multiply-nya, pak Harry mempunyai tiga anak. Dua cowok usia SMP dan satu cewek kecil lepas balita yang ditinggalkan ibunya saat masih berumur lima bulan pada waktu gempa Yogya 2006.

Sumpah! Bagi saya, Harry Van Yogya benar-benar pribadi yang mengesankan…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

25 thoughts on “Harry Van Yogya

  1. Kenal Andy MSE yang se-leting dengan Harry Van Yogya sudah merupakan suatu kebanggaan yang teramat besar, apalagi jika bisa berkenalan dengan keduanya……

  2. Aq sudah pernah membaca cerita tentang dia di banyak media tapi yang membuat aq salut padanya adalah wawasannya dalam bersosial network. Di kala banyak teman seprofesinya masih gagap dengan tekhnologi, dia dengan santainya mengayuh becak sambil update status. :lol:
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  3. (worship) salut sama orang yg mau maju! Hareee geenee enggak melek social networking? (thinking) (LOL)

    Sekarang tukang mie ayam deket rumah saya aja punya fesbuk sama ym. Kl mau mesen tinggal ping/buzz dia ajah soalnya OL 24/7 (tongue) . Rencananya mau bikin fan page lagi (lmao)

  4. Maaf tidak bisa balas satu per satu. Wah jadi ga enak neh mas Andy, saya hanya biasa-biasa aja kug. Anyway thx atas artikelnya. Buat semuanya thx juga dan salam kenal

  5. Ini toh yang sampeyan ceritaken di twitter.. ternyata njenengan seumuran sama mas harry ini.. kapan-kapan klo ke jogja saya pengen ketemu pak harry ah.. :D

  6. wahhhh….klo ke jogya hrs ktmu pak harry nh…! semoga pak harry dikenal ke seluruh dunia…!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *