In Memoriam

Tulisan ini masuk dalam kategori PLESIRAN, namun bukan membahas soal plesirnya, melainkan sarana yang selama ini saya gunakan untuk plesir kesana kemari…. yaitu; sepeda motor.

Juga masuk kategori FREN, karena sepeda motor adalah teman perjalanan saya yang setia.

Saya boleh dikatakan seorang biker, pengendara motor, sebetulnya karena tidak punya kendaraan lain yang lebih bagus daripada motor, namun pada banyak orang selalu saya katakan bahwa saya suka sepeda motor karena kelincahannya, kegesitannya, walaupun lalu lintas cukup sibuk. Dalam sejarah hidup saya, berkali-kali berganti-ganti menggunakan sepeda motor. Namun, hanya ada tiga saja yang benar-benar saya pakai mulai dari pertama -dalam keadaan baru-.

Yang pertama adalah Yamaha RX King tahun 1998, tadinya jatah dari kantor, dan akhirnya saya miliki sendiri. Saya sangat suka kendaraan ini. Sungguh semua bagiannya terasa sempurna, pun larinya, tarikannya, kelincahannya, kemudahan pengeendaliannya, semua saya nilai dengan angka sempurna. Saking sukanya, saya punya seperangkat peralatan untuk bongkar pasang semua bagian RX King, termasuk bagian-bagian mesinnya. Beberapa kali saya bongkar sendiri sekedar menambah mengurangi asesori, maupun modifikasi mesin. Walaupun tampangnya biasa saja, berkali-kali memenangkan balap liar di Semarang hingga tahun 2001-an.

diki kecil di samping RX King 1998

Yang kedua adalah Honda Astrea Supra X tahun 2004. Ini adalah kendaraan irit untuk mensiasati keadaan ekonomi yang tidak sebaik dulu. Empat tahun sudah Supra X menemani saya, kira-kira sudah 80ribu kilometer jarak yang sudah ditempuh bersama Supra X. Sehabis kunjungan pertama ke Gunung Kelir, Supra X 2004 itu dijual. Lagi-lagi untuk pensiasatan ekonomi.

nanin mbonceng Supra X, tidak lupa bawa boneka gajah

Sebagai pengganti Supra X 2004, di awal 2009 ini saya berganti tunggangan lagi. Kali ini pilihan jatuh pada Honda Blade 110R tahun 2009. Selisih 10cc dibandingkan Supra X, ternyata cukup berpengaruh pada tarikan dan top speed-nya. Yaps… tidak perlu review lagi, nanti dikira malah promosi… Ini gambarnya:

myblade... my new blade... wow...

RX King dan Supra X kini hanya tinggal kenangan… kenangan yang sangat manis…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Random Posts

46 thoughts on “In Memoriam

  1. wah iku senang dan ngiler mas andi, muga-moga gak ngelupaan numpaki yang diwajibkan..
    wuahaha….

    suryaden´s last blog post..Teror

    • duit motor itu bukan dari Pattiro, sekali lagi, pensiasatan ekonomi…
      penghasilanku justru lebih banyak dari keahlian pribadi misal soal komputer -hardware, web, training, dlsb…
      kalau sampean pengin penghasilan lebih, gunakan kemampuan fotografi-mu yang sudah masuk tingkat expert itu untuk cari duit. semoga sukses…

  2. kulamuwun pakdhe, ….. RX King dan Supra X nya saya juga mau, karena punyaku lebih tua dari itu …

    • cuma RX King yang suka diajak balapan, motor sesudahnya Astrea 800 tahun 1983 juara wheelie, hehe… Lainnya hanya untuk pemakaian sehari-hari saja.

  3. sesedih yah kang kehilangan barang yang kita juga membutuhkan ( jadi teringat aku pernah kehilangan motor karena di gasak maling ,)

  4. Wah, pernah punya RX King rupanya, bekas jambret ya? Hehe, gojek loh.
    Shogun-ku sudah berusia 12 tahun, sampai sekarang belum ganti motor. Mesakke ya :(

    Dony Alfan´s last blog post..Rokoknya Kelihatan

    • ho oh… emang legendaris si motor jambret itu, sebetulnya aku masih ingin punya RX lagi…
      hasil jeprat-jepret kan bisa buat nyicil motor kang? hehehe…

  5. Honda Blade 110R tahun 2009, processore weke Intel opo AMD?
    Theme nya kok milih ireng… Ganti abang wae…
    Knalpote persis rockete HAMMAS.
    Wis nganggo kamera built ini po durung?. Biso MMS nggak?
    Nggon ngarepe ndang dipasangi mika ben rak kanginan.
    Ben cepet, tambahi plugin NOZ…
    Spedometere tambahi plugin recent visitor ben ngerti, wis mboncengke sopo wae.
    Nek perlu pasangi GPS ben rak nyasar.
    Lampu ganti Hella.
    Ben Bane awet, dilaminating. Slang bensin ganti slang infus ben irit.

    marsudiyanto´s last blog post..Suara Anak Jangkrik

    • pakai AMD, L1 cachenya besar, tarikan di gigi 1 dan 2 mantap.
      theme item meniru blog hitam mantan kyai.
      knalpotnya broom.. (im2)
      kameranya nggak ada, MMS = mek+mik susu
      kalau pakai mika itu buat orang tua pak!
      plugin NOS segera dipasang.
      plugin recent visitor nggak ada, cukup pakai quickcomment ajah.
      GPS mahal pak! sudah kadung dipasang di perahu buat mancing, hehe
      Lampu sudah diganti halogen, mblerengi kancane.
      ban masih asli
      slang bensin malah digedein pak!
      mainjet plus pilot jet sudah dioprek ulang, bisa lari lebih dari 100km/jam.
      mangstaff…

  6. aku juga barusan ganti (lebih tepatnya banyak pake yang blade) dibanding astrea 800ku, ketoke tuaan beberapa hari dari punya njenengan, saya beli 9 januari. berapa iritnya mas? punyaku kok 65 km/L-an. astreaku juga 65km/L an setelah kupasangi femax setahun 1/2 yang lalu. mudah-mudahan motor kita awet ya.

  7. mas…pie cara ne merubah starter motor supra jadi kayak starter mobil ? matur suwun sanget” sebelum nya mas….