Indahnya Kebersamaan

Sudah hampir dua bulan saya bekerja bersama para tukang di proyek perumahan. Banyak kejadian-kejadian yang asyik, lucu, bahkan sesekali harus berseteru. Itu hal yang biasa dan wajar-wajar saja bilamana banyak orang dari berbagai latar belakang melakukan kerjasama. Walaupun demikian, target pekerjaan tetap dipenuhi dengan penuh tanggung jawab.

Sesekali, pemilik rumah yang sedang dibangun menyempatkan diri untuk berkunjung. Walaupun ada di antara para tukang yang menilai “riwil“, bagaimanapun juga pembeli adalah raja (berkuasa karena membayar). Jadi, apapun keinginannya asalkan sesuai dengan rencana awal yang telah disepakati ya harus dipenuhi. Sebetulnya, bukan pada tempatnya pemilik langsung melakukan komplain kepada tukang. Tentunya harus melewati pihak pengembang yang selanjutnya akan menginstruksikan kepada pelaksana, kepada mandor, dan akhirnya kepada para tukang.

Yang menyenangkan, bila kunjungan itu sambil membawa oleh-oleh, entah tahu kupat, nasi bungkus, roti, pisang, semangka, dan lain sebagainya. Ada juga pemilik rumah yang memberi uang, yang bila dibagi-bagi paling-paling masing-masing tukang hanya mendapatkan lima ribu rupiah. Semuanya diterima dengan gembira. Dan acara pembagian uang atau makan bersama menjadi keasyikan tersendiri.

Meniru istilah Aa Gym, yang seperti itu bisa jadi termasuk Indahnya Kebersamaan…  Meniru istilah jaman penjajahan, yang seperti itu adalah lekker eten, zonder betalen alias makan enak kagak bayar… (hungry) (mmm)

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts


Fatal error: Uncaught Exception: 12: REST API is deprecated for versions v2.1 and higher (12) thrown in /home/andymse/andy.web.id/wp-content/plugins/seo-facebook-comments/facebook/base_facebook.php on line 1273