Indonesia, Surga Para Pembajak

Apakah anda masih menggunakan Operating System bajakan??? Apakah anda masih menggunakan aplikasi-aplikasi bajakan di komputer anda??? Apakah anda masih sering membaca buku bajakan??? Apakah anda masih suka mendengarkan lagu bajakan??? Apakah anda masih suka nonton film bajakan???

Maaf, sejujurnya saya juga masih tak terhindarkan dari bajak-membajak, juga perilaku melakukan dan menggunakan produk bajakan. Di jaman yang teknologinya serba maju seperti sekarang ini, semakin sulit untuk menghindari produk bajakan. Contohnya, CD dan DVD bajakan dilarang, tetapi peralatan pembakar CD dan DVD dijual dengan bebas dengan harga yang sangat terjangkau, karena tujuan dijual bebas bukan untuk membuat barang bajakan (contoh lain masih banyak). Ini menjadikan perilaku bajak-membajak mendapatkan pintu yang lebih lebar (menurut saya, inti persoalan bajak membajak justru pada perilaku, bukan pada ketersediaan peralatan berteknologi). Ditambah lagi, longgarnya penegakan peraturan di Indonesia membuat pembajakan merajalela, sampai-sampai dapat dikatakan bahwa Indonesia adalah Surga Para Pembajak.

Saya tidak akan mengajak sedulur sekalian untuk menghentikan pembajakan, itu terserah penilaian masing-masing individu. Apalagi baru-baru, dalam perjalanan Solo-Kendal-Solo lagi, saya melihat ada pembajakan yang legal. Ini gambarnya:

Apa pendapat sedulur sekalian tentang pembajakan???

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

63 thoughts on “Indonesia, Surga Para Pembajak

  1. Dulunya kok pemalsuan bisa diistilahkan pembajakan itu nalarnya gimana ya Mas. Kok ndadak pakai istilah lain. Knapa ndak disebut pemalsuan, pelecehan hak cipta atau apalah. Kasihan petani, istilah yg ada padanya pun dibajak pula. Kenapa ndak pakai istilah punya binatang, misalnya nyrudug, ngkrikiti, nyawel, nyronggot, atau nyakar.

    marsudiyanto´s last blog post..Kurang Jelas dan Jelas Kurang

  2. Pembajakan menurut saya adalah suatu pemakaian produk tanpa lisensi yang resmi dari sang penciptanya.

    ya……. terus terang saya juga belum bisa memakai produk yang legal, terutama software, tapi mungkin dengan memakai opensource kita dapat mengurangi tingkat pembajakan.

    kalo membajak sawah pakai traktor udah pernah, tapi kalo pakai kerbau belum pernah pak :)

    arifudin´s last blog post..Prinsip Leave No Trace

  3. Hehe, pembajakan g bisa dihindarkan di Indonesia karena seperti yang dibilang pak Anang, negara kita adalah negara Agraris :d.
    Hm, bingung juga sih pak. Pinginnya make yang asli tapi duitnya g cukup. Klo bisa murah atau malah digratiskan sih, mending pake yang asli.
    Contoh OS Windows XP misalnya harganya 1 jutaan, trus di glodok cuma 5000 atau minjem di temen malah dapat gratis. Pilih mana pak? Klo pilih yang pertama ada dua kemungkinan, orang itu orang kaya atau orang itu orang gila. Hehehehehe…
    Hm, semoga suatu saat harga software diturunkan atau saya jadi orang kaya bisar bisa pake software asli…

    Adi´s last blog post..Dik

  4. hehehe …. padahal sejatinya kerja sebagai pembajak awal2nya termasuk pekerjaan yang mulia dan menghidupi banyak orang. tapi kenapa kok kata pembajak jadi diperluas maknanya dg aktivitas ilegal? duh, inilah salah satu keunikan bahasa. ada istilah homonim, ejaan dan lafalnya sama tapi punya makna yang berbeda. kok ya sempat2nya ambil gambar pembajak toh, mas andy, hehehe ….

    sawali tuhusetya´s last blog post..lesbian dating games

  5. Setuju mas, contoh ya kehidupan saya yang gak bisa lepas dari yang produk bajakan, dari nasi yang saya makan sampai mp3 yang menyesaki harddisk.

  6. barang bajakan gak bakalan lepas dari kita, mo gimana lagi, walu sudah di himbau “jangan” oleh pemerintah, tapi toh buktinya masih beredar di tempat umum … yang lebih ngenes nya lagi, kadang barang bajakan gak jauh beda kualitasnya sama yang asli ..

  7. ya.. ya.. kalau tidak mau dibajak berarti jangan menciptakan suatu karya :D tapi liat gambar itu koq saya malah inget waktu kecil mainan di sawah :D

  8. mas andy…maklum ,,,bangsa kita kelasnya baru bisa membajak….kalau suruh mikir berinovasi sendiri barangkali gembrobyos…sama dengan gembrobyosnya pak tani kita yang dengan IKLAS membajak…untuk menanam padi bagi orang kota….

  9. Lha kalo sawah saya jelas setuju pembajakan, tanahnya jadi masih bisa digunakan, rapi, subur dan gembur. Jangan pakai cara yang lain misal biar cepet tdk usah dibajak tapi di ledakkan pakai dinamit, kan malah payah. Atau kalo kerbau/sapinya mahal karena akan Qurban, mending nyewa helicopter atau nyewa montor mabur terus ditarik …..rik ….rik ….bur rrrrrr

    wahyubmw´s last blog post..DIALOG KIAI DAN IBLIS

  10. kalau di daerah saya membajak (mambajak, dibajak) itu salah satu artinya adalah memeras. Kalau konteksnya ini, wajib saya hindari jadinya.
    :)

  11. huahhaaaa…..
    indonesia memang negeri para pembajak.
    tanpa membajak maka indonesia sudah dibajak.,
    membajak adalag kreativitas tersendiri beh..
    dengan membajak maka menghdupkan perekonomian rakyat kecil sekaligus mencedarai dan menipu rakyat kecil pula. contoh-nya : ada orang yang membajak makanan basi dari tempat sampah yang merupoakan ex-import dari hotel bintang 5, lalu dimasak lagi dan dijual lagi. yang beli juga orang kecil lagi
    hasil pembajakan akhirnya membangkitkan ekonomi su pembajak yang wong cilik tetapi juga menipu wong cilik pula….

    kacau—-kacau ,……,

    ciwir´s last blog post..Wedang Tape Bojonegoro

  12. Bener sekali mas, rasanya masih sulit menghindari yang bajakan itu.
    Di satu sisi dilarang, di sisi lain kok dijual/disediakan fasilitas untuk membajak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *