Insting Jeli Pedagang Kecil

Sektor informal –yang saya maksud di sini khusus yang super mikro-, bagaimanapun juga tidak bisa diremehkan. Peredaran uang di sektor itu pun tidak bisa dikatakan sedikit. Nafas hidup yang mata pencahariannya bergantung di situ juga luar biasa. Itu semua tidak lepas dari insting jeli pelaku-pelaku bisnis sektor informal.

Banyak hal dilakukan untuk mendekatkan bisnis ke konsumen. Ada yang mengisi tempat-tempat strategis dimana banyak orang berkumpul berlalu lalang. Ada yang rela hati menahan kantuk membuka dagangan –entah makanan entah rokok dan aneka kebutuhan orang– sampai lewat tengah malam. Ada yang berjalan berkilo-kilo menawarkan dagangan, keluar masuk kampung menjemput pelanggan sebelum pelanggan itu pergi ke pasar atau superkampret. Seringkali mereka coba-coba, namun begitu kena selahnya mereka bisa bertahan untuk waktu yang lama. Banyak yang akhirnya berkembang menjadi besar dan formal, masih banyak lagi yang bertahan dan tetap terhidupi.

Mereka jeli memilih tempat dan target pemasaran. Berikut ini adalah beberapa contoh gambar yang diambil di Puskesmas Kartasura II, Kec. Kartasura, Kab. Sukoharjo, Jawa Tengah.

1-bakul-dolanan

Walaupun yang pergi ke puskesmas adalah orang sakit dan pengantar si sakit, bapak tua penjual mainan itu tahu kalau banyak anak-anak yang datang ke puskesmas.

2-bakul-blanjan

Ibu penjual sayuran dan aneka belanjaan sehari-hari itu pun tahu kalau banyak ibu-ibu rumahtangga yang karena mau tidak mau harus mengantar si sakit ke puskesmas, jadi kehilangan waktu untuk berbelanja ke pasar untuk keperluan memasak.

3-bakul-panganan

Ibu yang satu lagi yakin kalau banyak anak-anak dan orang dewasa yang selalu suka jajanan.

Berapa pendapatan mereka?? Dari hasil kasak-kusuk bertanya-tanya, mereka mengaku keuntungan yang mereka dapatkan tak kurang dari Rp 30.000 setiap harinya. Bila hari baik, seringkali lebih dari lima puluh ribu rupiah, bahkan bapak tua penjual mainan dan ibu penjual aneka belanjaan itu beberapa kali meraup keuntungan sekitar seratus ribu rupiah dalam sehari. Nggak percaya??? Lain kali saya survey-kan lagi lengkap dengan itung-itungannya.

Mungkin bagi banyak orang jumlah sebegitu dianggap bukan jumlah yang besar. Bisa jadi iya! Namun bagi saya mereka sungguh mengagumkan… semangat mereka tak bisa dipandang sebelah mata… ada kerja keras di belakangnya…

Eh, yang seperti ini termasuk ekonomi kerakyatan nggak ya? :-D

Catatan AndyMSE:

Sektor informal adalah aktifitas ekonomi yang luput dari pengenaan pajak dan tidak terpantau oleh pemerintah sehingga tidak masuk ke dalam penghitungan Produk Nasional Bruto (PNB) -definisi karangan Andy MSE berdasarkan ingatan sewaktu masih sekolah dulu- :-D kalau ada yang salah dimaafkan ya! (worship)

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

68 thoughts on “Insting Jeli Pedagang Kecil

  1. hooo… bahasanya…
    kecuali pelaku pasar level makro, saya lebih menilai bahwa perdagangan level akar rumput, angkringan, asongan atau kakilima membutuhkan tenaga dan kejelian ekstra, untuk menemukan spot-spot yang menguntungkan, dan memiliki pangsa pasar yang potensial.

    btw, salam kenal pak…!
    .-= Kurotsuchi´s last blog ..Chapter 01 : Multitasking… =-.

  2. Ekonomi Kerakyatan bukankah perekonomian yg dijalankan oleh rakyat dan dibawah koordinasi suatu badan hukum dan Pemerintah.. Benar gak yach? kalau salah tolong dimaafkan juga.

  3. (macak kereng mode on)
    jangan pakai istilah sektor informal…
    itu istilah yg digunakan kapitalis untuk menamakan mereka2 seperti yang ditulis di atas…
    sebut saja pedagang kaki lima… itu lebih manusiawi…
    (macak kereng mode off)
    .-= itempoeti´s last blog ..Intelijen, Polisi dan Terorisme =-.

    • @itempoeti, @ciwir, saya lebih sreg dengan istilah pedagang kecil… istilah sektor informal itu saya gunakan untuk nembak kiwed sekaligus mengingat pelajaran sekolah… Serangkan istilah ekonomi kerakyatan itu saya gunakan untuk nembak suryaden… (dance) *sebetulnya saya masih kesulitan menemukan pengganti sektor informal untuk menyebut aktifitas ekonomi mikro seperti saya maksud itu. padahal, aktifitas ekonomi itu tidak hanya berdagang*
      ada yang bisa kasih pencerahan??? (thinking)

  4. Saya selalu salut pada para pedagang super mikro itu. Mereka hidup tanpa sentuhan pemerintah sama sekali. Bahkan, di Jakarta kadang-kadang mereka tidak dianggap manusia oleh Satpol PP dengan kegiatan gusur tanpa solusi.

    Setahunan lalu terbersit ide saya untuk membuat blog khusus untuk menampilkan para pedagang super mikro seperti itu tetapi sampai saat ini belum terlaksana. Saya bingung, kapan nanti saya akan berburu pedagang super mikro untuk saya wawancarai dan saya publikasikan profilnya di blog itu.

    Mungkin ada yang punya bandwidth lebih dan mau mewujudkan ide itu?

    • @Dony Alfan, niat hati untuk berobat, ternyata mata jeli pedagang menarik perhatian… hehe
      *sayang sekali, yang seperti begini lebih banyak di kotak amunisi-ku… nggak cocok untuk dolankesolo.info* (nottalking)

  5. Karena kondisi susah, otak mereka bekerja maksimal mencari peluang, makanya insting mereka jadi tajam begitu. Pedagang kecil aja untuk 30 rb sehari. Kalau punya perusahaan, mereka bisa untung hingga 3 jt per hari.

  6. apapun namanya tapi para pedagang dengan modal kecil dan keuntungan secukupnya ini usahanya halal kang, dengan kejeliannya bisa menghidupi diri dan keluarganya. dan sudah pasti mereka tidak mencekik pembeli dengan memberandol harga yang melebihi jatahnya. *pendapat pelaku pedagang kaki lima iki kang :D*
    .-= ami´s last blog ..masih terekam diingatanku dari peristiwa pemboman =-.

  7. justru di sinilah ujung tombak perekonomian kerakyatan berjalan.
    tampa mereka, tidak ada produsen meinan anak-anak versi bajakan yang rata-rata home industri.
    bahkan sudah memiliki pabrik sendiri.
    alternatif seperti itu dipakai untuk mengatasi mahalnya harga barang yang di pasang di etelase-etalase mewah.
    lumayan solutif untuk masyarakan kalangan menengah ke bawah.
    cuman perlu sedikit binaan untuk memajukan mereka, supaya tidak mengganggu ketertiban lingkungan
    .-= omagus´s last blog ..Blue innove is the best… =-.

  8. pedaganng kecil, dengan modal kecil, penghasilan kecil…sudah serba kecil masih dikejar2 satpol PP, malah nganti anake mati koyo neng suroboyo kae. tapi semangate gede tenan..mantap..itulah yang namanya berdikari seperti pendiri bangsa, seperti semaoen, dan tanmalaka
    .-= fathur´s last blog ..naskah proklamasi. benarkah buatan soekarno? =-.

  9. susahnya jadi pedagang kecil, selalu tergilas oleh pemodal2 besar..
    beberapa tahun yang lalu, waktu minimarket2 belum masuk desa, warung kecil ibu saya lumayan laris bahkan bisa buat biayain kuliah.. sekarang, buat kebutuhan sehari-hari aja susah..

    walau bagaimanapun, harus tetep semangat karena rejeki ada yang ngatur (worship)

  10. takiro, iku malah ekonomi paling mantebbb, iso mbantu wong okeh tenan…tapi piye yo, saiki arep golek modal wae kudu syarate ribet,,,nganggo jaminan barang. mesakke wong alit

  11. ya, pemain di sektor informal skala supermikro seperti ini memang patut mendapat apresiasi, mas. mereka tidak menunggu rezeki datang menghampiri, melainkan menjemputnya dengan penuh strategi. orang-orang seperti ini lebih tinggi derajatnya daripada pengemis yang hanya menadahkan tangan menanti belas kasihan, dan jauh lebih mulisa dibandingkan para koruptor yang walaupun punya uang berlimpah namun jalannya menuju kekayaan malah menyengsarakan orang lain. *kok malah ngomel tho saya?*

  12. Saya nggak paham definisi ekonomi kerakyatan pak. Bagi mereka, mendapatken rejeki uwang nyang cukup untuk keperluan sehari-hari aja sudah layak bersyukur, beda ama dasi kantoran nyang lulusan D4 itu, nyang suka Duduk Diam Dengar, Domblong. Rapat udah selesmai aja kadang dia masih nggraji dan malahan nyang ngeri membuat peta dunia :roll: :D Hidup rakyat… hidup pak Andy… :D .-= Wandi thok´s last blog ..Beta =-.

  13. Njenengan ki apike didhapuk dadi wartawan blogger pak. Ngliput rana-rene. Nek pengin ketemu wartawan blogger, iki ana pak, isnuansa.com ^O^
    .-= Wandi thok´s last blog ..Beta =-.

  14. Wartawan Informal lebih jeli lagi…
    Karo ngeterke nanin, iso nyambi jeprat-jepret…
    Hasile pasti > 30.000

    Iki hasil analisaku sesuai pelajaran SMP mbiyen.
    Maape nek salah…
    .-= marsudiyanto´s last blog ..Surip vs Gendong =-.

  15. sektor seperti ini harusnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Sayang di daerah saya kadang menjadi makanan empuk para rentenir bagi mereka yang kesulitan.
    Alhamdulillah Bapak saya walau kelasnya masih kecil membuat lembaga khusus untuk menampung sektor ini. Trims Mas artikel yang bermanfaat dan mengingatkan.
    Salam kenal. Oh ya saya juga termasuk warga Sukoharjo, berhubung kebawa istri saya termasuk warga Banaran Sukoharjo walau sekarang saya di Surabaya.
    Salam kenal dan salam sukses selalu.
    .-= arkasala´s last blog ..Dengan Tetangga Lagi =-.

    • lha makanya itu saya tanyakan, mas Fickry! lha wong saya juga belum mudheng, hehehe… setahu saya, ekonomi kerakyatan itu kan dihembus-hembuskan pada waktu kampanye kemarin… :-D

  16. Salam kenal sik gih pak,,ekonomi kerakyatan adalah ekonomi yang dijalankan oleh rakya yang dijalankan oleh presiden namanya ekonomi kepresidenan…wongntunjung ngaco…ra pernah belajar ilmu ekonomi pak…

  17. Pedagang model ini kadang gampang diutangi lho oleh pembeli yang sudah langganan. Selain itu pedagang ini juga jadi ” rebutan” pembeli, maksudnya rebutan menawar dagangannya. Padahal kalau di mall mereka nggak pernah menawar, berapapun dibayar. eeee dengan pedagang kecil nawarnya sampai lambe ndomble.

    Mantap mas observasinya.
    Salam hangat dari Surabaya.

  18. Naluri bisnis memang tidak dimiliki semua orang secara alami, mereka (para pedagang kecil) memang pintar mencari ceruk bisnis sesuai dengan yang mereka miliki, kalau nggak habis dimakan para gergasi bisnis yang semakin membesar karena banyak fasilitas yang diberikan oleh pemerintah.
    .-= Aldy´s last blog ..Dephut Kembali Menelorkan Dua Permenhut Baru =-.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *