isu pelarangan pemakaian BBM bersubsidi

Bagi pengendara kendaraan bermotor yang mengunakan bbm Premium sepertinya bakaln merogoh kocek lebih beberpa bulan lagi. Karena  adanya pengurangan pengunaan BBM bersubsidi terbatas pada Kendaraan umum dan kendaraan pribadi tertentu saja. (doh). Lha koq tambah lama hidup di eNdonesia ini tambah susah to yo..!. Pemberlakuan kebijakan ini menurut saya akan menambah keruwetan bagi kalangan ekonomi menegeah kebawah. Di tengah ketidaknyaman pelayanan di berbagai bidang, susahnya lapangan kerja, membludaknya pengangguran yang tiap tahun terus bertambah dan tak begitu berharganya nilai gaji atau pendapatan yang di terima. Akan membuat mereka semakin tercekik.

Bahkan bisa jadi isu kebijakan ini akan memicu naiknya harga dasar barang-barang kebutuhan hidup. Kalau pada saat yang lalu kebijakan pengurangan subsidi BBM di barengi dengan di bagikannya BLT yang menurut saya kurang efektif dan adil. Kenapaa..? Karena Sama aja khan dapet BLT tapi Harga sembako melambung tinggi. Apalagi pembagian yang tidak merata menyebabkan tingginya ketidak adilan negeri ini makin terlihat. Sebenarnya para petinggi ini berjuang di gaji dengan pajak rakyat tiap hari mbelain siapa sih..? Koq ujung-ujungnya selalu rakyat kecil yang menjadi korban.

Pelarangan penggunaan BBM bersubsidi bisa di pastikan bisa merubah segala aspek perekonomian. Seperti yang telah lalu, Tapi ini doa saya semoga ini sekedar menjadi kajian saja dan tidak dilaksanakan seperti yang di isukan bakalan di ambil keputusan bulan juli atau agustus nanti. Negara ini masih sakit, membutuhkan pemerataan dan solusi cerdas untuk mengatasi kemerosotan moral dan ekonomi. Bukan pencabutan subsidi yang sebenarnya subsidi itu juga berasal dari rakyat juga. Biar para orang tua yang pake sepeda motor bisa nyaman mengantarkan anak mereka ke sekolah tanpa memikirkan itung-itungan ngisi BBM, Biar para tukang ojel bisa memberi nafkan anak istri mereka, Biar para salesman nyaman mengejar setoran, biar para pengusaha kecil bisa meraup untung lebih dan seterusnya..!

Bila pembekakan pemakain di sebabkan karena melonjaknya penjualan sepeda motor dan mobil, kenapa bukan itu saja yang di batasi produksi dan penjualannya yah..?. Saya rasa sepeda motor bukanlah baranh mewah lagi sekarang koq

Bukan apa-apa hanya sedikit keprihatinan, karena saya juga penikmat kendaraan bermotor. Dan kemana-mana saya bersama…

=========

Catatan Andy MSE:

Tulisan ini di-copy paste persis seperti sumber aslinya di Omagus.Web.Id berikut salah ketik di sana-sini, kecuali pada bagian blockquote di akhir tulisan yang dipotong karena mengandung brokenlink.

Sebetulnya, di sana tidak diperbolehkan klik kanan, juga tidak bisa diblok. Peringatan yang ada di sana adalah sebagai berikut:

Tapi, bagi banyak orang,  halangan tidak bisa di-klik kanan dan tidak bisa di-blok adalah hal yang sepele dan banyak jalan untuk mengelabuhinya kalau memang berniat copy paste. Ada yang tahu caranya??? Cara saya juga gampang kok! Lain kali -kalau sempat- akan saya tulis di sini… :-D

Buat Om Agus, saya mohon maaf, tulisan ini tidak bermaksud apa-apa cuma ingin menambah backlink untuk blog baru Om Agus(dance)

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

44 thoughts on “isu pelarangan pemakaian BBM bersubsidi

    • mohon maaf om agus, sudah dilarang masih nekat kopi paste… (worship)
      itu salah ketik cuma menunjukkan saja bahwa saya mengopi apa adanya…
      sekali lagi maaf, dan sukses untuk blog barunya! :-)

  1. mending bus, angkot, dll akan turun tarifnya! (angry) alasan rakyat menggunakan motor karena 5000 bisa untuk beberapa hari transport (kalau jarak tempuhnya dekat) bandingkan naik angkot?

    seandainya pemerintah indonesia meniru cina: larang semua transportasi pribadi, gunakan transportasi umum (sekedar info di bejiing enggak ada tuh mocin!) tapi yang nyaman dan murah (di cina bisa bikin kartu bebas bayar bus) … kapan itu terjadi? ngurus “busway” ajah enggak becus, otaknya pada “proyek” melulu, bukan kepentingan rakyat! (idiot) (hassle)

    • ya itulah…
      rasa2nya nggak ada deh cerita pejabat pertamina yang hidup pas segaji aja! mungkin karena keseringan banjir materi itu jadi nggak sensitif sama nasib rakyat kecil…

  2. lhoooo kan uang yang untuk subsidi bbm premium itu nantinya akan dialihkan untuk cicilan centurygate, untuk ngasih makan dan minum para pejabat SeksBer, lalu cicilan untuk pemilihan pimpinan kpk nanti yang nyampe 2.5M, dan……. komisi-komisi laennya yang makin bertambah dan bertambah lagi, yang padahal nda jelas dan manfaatnya langsung untuk rakyat (doh) *heu heu heu*

  3. rakyat kecil sekarang tu dijadikan sapi perahan tuk para pejabat aja. lha subsidi tu kan dari rakyat dan tuk rakyat juga,kalo dihapus maka rakyat kecil yang sudah susah jdi tambah merana.dan parpol skr juga hanya memikrkan pilpres aja dengan mengelus-elus “anak emasnya” tidak berusaha tuk mencari simpati rakyat.Kpn indonesiaku jadi negara kebanggaanku?

  4. Pemerintahe nekat…. Omagus yo nekat (mosok klik kana ra entuk?) .. tapi luwih nekat maneh sing copy paste, (lmao) wes dilarang yo nekat…

  5. Sing jelas kaum elite Politik mung mikiri wetenge deweke tox. Ra mikiri rakyate sing akeh urip neng pas garis kemiskinan lan nang ngisore garis kemiskinan. Aku je ngenteni kapan Pemerintahan kuwi do perang saudara antara kaum elite mbe kaum cilik. Koyo neng Prancis mbiyen. Lha Pemerintahe bener2 pekok. Ra gelem ngerti keadaan rakyate blas. Moga wae podo ra iso berkah uripe nek selalu ngono. kuwi dongane aku sebagai kaum cilik.

  6. lha piye kie…saiki do ngepit motor kie ben murah, kamsalahe nek numpak busway kie ra nyandak wektune. mesti telat tekan kantor. lhanek ra entok motor nganggo premium, trus apakah ada orang miskin yang kuat beli mobil ben iso tuku pertamax.

    jane pemerintahkie nganggo utek po ra tho le mikir, opo nganggo dengkul..

  7. tau nih, yg bener aja, masa Bensin buat motor mau dicabut juga subsidinya, gak tau apa kalo kita2 ini orang susah, makanya pake motor. kalo orkay ya ngapain juga pake motor, kecuali motor2 yg harganya 40 juta-an tuh…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *