Jabulani dari Pasar Legi

Suatu sore, Diki pinjam motor sekaligus minta uang. Katanya untuk beli sesuatu… Setelah sesore dia pergi, pulangnya membawa sebuah bola.

Jabulani!!!

Ya… tapi cuma Jabulani abal-abal yang dibeli di Pasar Legi, Solo.

Jabulani ini hanya batikan-nya saja yang mirip, namun cukup hitam putih saja, tak ada warna-warni. Hanya logo  Piala Dunia saja yang tercetak berwarna. Jahitannya pun amburadul di sana-sini. Maklum, harganya murah, mulai dari 35ribu sampai seratusan ribu. Bola Jabulani bajakan nan murah yang dibeli Diki itu rencananya digunakan sekedar bermain bola setiap sore di lapangan di dekat rumah. Bola bagus yang dimiliki Diki hanya digunakan khusus bila bermain futsal dan bermain bola di klub-nya saja.

Begitulah… Itu hal yang lumrah di setiap musim Piala Dunia. Banyak barang-barang yang mengikuti mode bola, baik pakaian, aksesoris, boneka, aneka souvenir, dan lain sebagainya. Demikian pula dengan BOLAJabulani, bola resmi Piala Dunia 2010 Afrika Selatan pun tak luput dijiplak dan ditiru secara ilegal dan tidak semena-mena.

Banyak orang laki-laki perempuan tua muda yang suka bola ikut terkena demamnya. Bahkan yang agak tidak suka bola pun, tak mau melewatkan Piala Dunia begitu saja. Dulu waktu saya masih anak-anak juga ikut demam begitu! Sekarang cukup jadi penikmat dan penonton tivi saja…

Masih ingat sekali di tahun 1978, saya yang masih berumur 9 tahun sedemikian ingin punya kaos garis-garis biru putih seperti punya Mario Kempes. Waktu itu Maradona baru setahun masuk Timnas Argentina dan walaupun sudah menunjukkan bakatnya namun belum menampakkan bintang cemerlangnya.

Sebetulnya kalau tidak menjadi mode saya juga tidak begitu jelas warna kaostim Argentina, karena hanya tahu dari nonton tivi hitam putih di Balai Desa atau di Pabrik Karet di desa sebelah. Itupun hanya siaran ulang yang ditayangkan TVRI, satu-satunya stasiun televisi di Indonesia saat itu… :-D

Oh ya, saya malah nggak bercerita soal Jabulani yang sesungguhnya. Akhir-akhir ini memang jadi pembicaraan hangat berkaitan dengan perilaku khas bola itu. Banyak orang yang menyebutnya dengan Jabulani Effect. Banyak yang merasa diuntungkan, banyak pula yang merasa belum menemukan cara tepat penanganannya. Apa rahasianya???

Silahkan klik gambar Bola Jabulani untuk mengetahui rahasianya!!!…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

30 thoughts on “Jabulani dari Pasar Legi

  1. bozz aku mau nanya nie,
    aku baru pndah ke WP3,
    tapi kok setiap aku klik read more page not found ya??
    tau masalahnya ga bozz??
    tak lihat blog ini juga pake wp3 ya??

    • barangkali waktu upgrade ke wp-3 ada sesuatu yang tertinggal, misalnya plugin2 yang tidak terudate atau bisa jadi karena plugin lawas yang belum mendukung penuh wp-3…
      silahkan dicek!
      selama ini (pasca upgrade) di sini tidak ada kendala yang berarti… lancarrr…

  2. Itulah salah satu budaya negeri kita ini. Berusaha untuk membuat bajakan dengan harga yang murah agar bisa dinikmati oleh rakyat kecil.

  3. Jebuleni… :lol:

    piala dunia yang aneh dengan bola yang katanya kontroversial… sama anehnya dengan bola yang terpampang di foto atas.. :P

  4. ga terlalu semangat lagi mengikuti gelundungannya si jabulani setelah semalam Itali kalah (lonely)
    ayo diki, teruslah bermain bola :-D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *