jakarta MENAKJUBKAN; metromini

Ketika di Jakarta, selain suka naik busway, sering juga aku naik metromini. Duh… Pokoknya benar-benar Indonesia buangetz… Jarang-jarang aku menemukan metromini yang kondisinya layak. Lebih sering naik metromini yang sangat menyebalkan. Mulai dari kondisi mobil yang sudah uzur, bangku-bangku yang sempit baik ukurannya maupun jarak antar bangku, kaca yang longgar sehingga menimbulkan suara sangat berisik, suspensi yang super keras karena untuk antisipasi penumpang yang berjubal-jubal bergelantungan, dan lain-lain. Belum lagi kalau sedang sedikit penumpang si sopir menjalankan kendaraannya dengan super pelan, lamban seperti siput. Kalau sedang banyak penumpang pun masih sering si sopir menambah-nambah penumpang lagi, atau bisa jadi malah kebut-kebutan, berkejaran, berebut penumpang dengan angkutan lain. Haiyyah… Pokoknya sangat menyebalkan.

Saking seringnya naik metromini, kepikiran juga betapa berbahayanya metromini. Bisa jadi banyak dampak negatif bagi kesehatan, debu dan polusi lain tentu sangat berbahaya bagi paru-paru, goncangan yang keras berbahaya bagi penumpang apalagi penumpang hamil, suara berisik yang luar biasa lama-lama bisa bikin kuping jadi budeg. Belum lagi gangguan psikologis karena macet, panas, berisik, dan … awas copet!…

Mungkin perlu diberi tulisan di setiap metromini seperti ini:

Nah… ini jepretan tentang Metromini; kondisi mobil yang jelek, ada pengamen yang kadang menghibur kadang tambah menyebalkan, dan sibuknya terminal Blok M.

Tiba-tiba aku teringat Yuliazmi yang sedang hamil… HINDARI METROMINI!!!… hehehe. Tiba-tiba aku teringat Jeneponto, ibukota kabupaten di Sulawesi Selatan, di Jeneponto angkutan kota-nya banyak lho yang pakai Kijang Innova… Jakarta memang menakjubkan… Mobil jelek pun masih laku dipakai untuk angkutan umum.

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

16 thoughts on “jakarta MENAKJUBKAN; metromini

  1. ya seperti itu lah mas kalau kota besar jadi apapun itu laku dan kadang kita ga akan memilih angkutan karena di kejar oleh waktu dan kondisi kota yang sering macet kalau nunggu yang bagus bisa telat deh…. :D

  2. Lho ko’ tau Jeneponto sih mang pernah kesana yaa? kami tinggalnya di Sorowako, udah gak jauh2 amat ma Jeneponto :D Kalo aku gak betah naik mm setelah ada busway, kecuali kalo jurusan yg blm dilalui BW apaboleh buat kepaksa deh naik mm :D

  3. begitu yah Jakarta ? baru tau jg ada kabupaten di Sulawesi yg namanya Jeneponto. thanx dah mampir ke blognya Panda pak

    salam kenal :)

  4. ha3x….waktu kuliah juga suka naik metromini, pernah liat copet beraksi juga. peringatannya cocok banget, apalagi bagi buat perempuan hamil jgn naek metromini…juga bajaj:)

  5. Wah sampeyan berapa lama di Jakarta? saya 3 tahun di jakarta kenyang sudah dengan asap, debu, klakson dan makian karena macet dan saling berebut.

  6. nah ini dia yang namanya blogger addict…di tiap kesempatan dalam suasana apapun gak ketinggalan jeprat jepret heheheeh

  7. Presiden SBY (atau siapa ya?lupa..) pernah bilang, kita harus meningkatkan jurnalisme positif, mungkin artinya proses reportase dari warga sendiri (betul ga sih?? sori kalo salah).

    Nah, ini bagus, kemana2 bawa kamera, jadi ada yang menarik, langsung difoto dan diuplod.

    Kalo masuk ke Suara Merdeka kan bisa dikasih honor.. yakan pak?
    Semoga aja tambah rejeki lagi nih pak Andy MSE.

    Teliti dan teliti,
    janganlah meneliti sebelum diteliti,
    dan cobalah untuk meneliti sebelum diteliti,
    karena teliti itu berarti..

    [opo sih?]

  8. dulu sewaktu masih kere (hehehe) saya selalu naik MM. Yg bikin kita tak nyaman adalah cara sopir dalam mengemudikan bus ini, ugal2an. secara memang mereka ngejar setoran plus ditambah pulak dengan tingkat stress yang tinggi (ini hanya perkiraan saya saja)

    Tp sekrang, 5 thn terakhir, saya tak pernah naik MM ini lagi. secara lbh baik naik Busway, or angkot, pas lagi ada duit ya, taxi gitu loch— :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *