Jamkesmas

Uneg-uneg dari Rapat Dwibulanan RT 02C RW 03, Gumpang, Kartasura, Sukoharjo.

Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) adalah program pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin yang sebelumnya disebut Asuransi Kesehatan untuk Masyarakat Miskin (Askeskin).

Program yang dimulai pada tahun 2008 ini dilanjutkan pada tahun 2009 karena (menurut pemerintah) terbukti meningkatkan akses rakyat miskin terhadap layanan kesehatan gratis. Program itu nantinya terintegrasi atau menjadi bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional yang bertujuan memberi perlindungan sosial dan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Jika Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) efektif diterapkan di Indonesia, program Jamkesmas akan disesuaikan dengan sistem itu. Salah satunya, pengaturan proporsi iuran pemerintah pusat dan daerah untuk pembiayaan pemeliharaan kesehatan rakyat miskin.

–o–

Di sela-sela rapat dwibulanan warga RT 02C/03 Desa Gumpang, Kec. Kartasura, Kab. Sukoharjo (11/10/2009), ada pertanyaan dari warga (miskin) mengenai keberadaan Jamkesmas. Tentu saja pertanyaan itu terlontar karena di RT 02C/03 Gumpang tidak ada satupun warga yang mendapat Kartu Jamkesmas, padahal ada beberapa warga yang sebetulnya berhak untuk mendapatkan Jamkesmas.

Menanggapi pertanyaan dan keluhan tersebut, Ketua RT, Bapak Ichwan Susilo, SE MSi mengatakan bahwa beliau pernah menanyakan kepada pak Lurah Gumpang. Namun, jawaban yang didapat adalah daftar penerima Jamkesmas itu terbit sesuai usulan dari masyarakat. Pertanyaan pak RT kepada pak Lurah ini dikarenakan pada Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) tingkat desa pada awal tahun 2009, Pak RT pernah mengajukan berbagai usulan antara lain pengajuan 5 (lima) warga RT 02C/03 Gumpang, Kartasura untuk mendapatkan Jamkesmas. Namun sampai saat ini, 5 (lima) warga yang diusulkan itu belum mendapatkan Jamkesmas. Padahal, dari beberapa kali rapat RT diketahui bahwa masih ada beberapa warga RT 02C/03 Gumpang, Kartasura yang sebetulnya berhak mendapatkan Jamkesmas. Bila usulan yang dulu saja belum terpenuhi, bagaimana untuk mengusulkan yang lain lagi?

Barangkali ada di antara sedulur sekalian yang mengetahui prosedur pengusulan Jamkesmas, mohon informasinya untuk saya teruskan kepada pak RT.

Ditulis oleh Andy MSE yang ikut Rapat Dwibulanan RT 02C/03 Gumpang, Kartasura, Sukoharjo.

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

58 thoughts on “Jamkesmas

  1. minta saja sama ybs (calon penerima jamkesmas) untuk minta pengantar dari RT/RW dan kelurahan setempat terus ke Puskesmas untuk mengisi formulir yang telah disediakan. Setahu kami, Puskesmas-lah yang akan mengatur pemberian Kartu Jamkesmas karena Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan (bagi rakyat miskin).
    Semoga bermanfaat!

  2. wah, ternyata kok begitu ya.

    Saya juga prihatin dengan musrenbang yang dilaksanakan. Meskipun Gubernur telah mewajibkan, tapi pelaksanaannya kebanyakan masih setengah hati
    .-= sedulur Pencerah menampilkan tulisan..Lima Jenis Manusia =-.

  3. sepengetahuan saya jamkesmas itu tidak diusulkan tetapi hasil pendataan yang kemudian di sk kan oleh bupati/walikota sebagai data peserta jamkesmas, namun data tersebut setiap tahun divalidasi oleh pemda setempat untuk meng update data yang sebenarnya dilapangan,jadi apabila masih ada masyarakat miskin yang belum terdata sudah kewajiban pemda untuk memvalidasi data yang ada karena dalam klausul sk bupati ada yang menyatakan data dapat di validasi sesuai kebutuhan bisa per triwulan,sementer atau tahunan, tergantung pemdanya fokus tidak dengan masyarakat miskinnya. dan untuk masyarakat miskin yang tidak mendapat jamkesmas sebenarnya sudah diatur oleh pemerintah pusat dengan jamkesda yang dibiayai oleh APBD setempat, jadi kalau jamkesda sudah berjalan diwilayah tersebut sebenarnya masyarakat miskin yang tidak dapat jamkesda tidak perlu kecewa karena prinsip jamkesda sama dengan jamkesmas……..tinggal pemdanya mau atau tidak melaksanakannya.

    • @aldi, naahhh… kalau pendataan, artinya ujung tombaknya di RT/RW dan kelurahan kan??? jadi bingung juga kenapa data yang diajukan pak RT (maksudnya usulan dalam musrenbang itu) kok sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya… kira2 tersumbat di sebelah mana ya?

  4. Wempi blon pernah ngurus jamkesmas jadi blon ada pengalaman bagaimana prosedur ngurus jamkesmas.

    tapi wempi ada pengalaman sewaktu bapak sakit mata katarak, kalo di rs pemerintah satu mata operasi sekitar 4jt-an. Wempi bawa bapak ke balai kesehatan mata masyarakat (bkmm), jika ada jamkesmas maka gratis, jika tidak ada maka hanya dikenakan 1,6jt untuk operasi katarak 2 bola mata.

    Kalau ada awalan ‘balai kesehatan’ baik mata, paru, jantung dan lain sebagainya. maka pasien selain dokter spesialis juga akan diperiksa oleh mahasiswa kedokteran buat nambah ilmu lapangan mereka. jangan sampai nanti mencak-mencak pula di sana “kok diperiksa mahasiswa juga sih? bukannya dokter aja”.

    semoga bermanfaat.

  5. Hehehe… Kurang tauh tuh… Kayak gitu kayaknya biasa ya mas di indonesia. Orang tetangga saya aja yang mentereng rumahnya dapat kompor gas gratis! Kok di komplek sebelah (komplek btn rumah kecil) yg seharusnya dapet (karena rata2 masih pake kompor minyak) gak dapet. Menejemennya kacrut! Alias kacau dan kusut.

    • @sepur, iya ya! padahal orang miskin itu selalu berusaha mengobati diri sendiri sebelum berobat ke balai pengobatan umum. mereka adalah konsumen terbesar untuk obat pusing, obat flu, obat batuk, dan lain sebagainya.
      orang kaya seringkali menghindari upaya pengobatan diri sendiri, tapi sedikit gangguan langsung ke dokter spesialis atau ke RS yang mahal. bahkan tak jarang mereka secara rutin melakukan general check up. hal yang tidak mampu dilakukan orang miskin.

  6. Warga yang belum dapat kartu jamkesmas tidak bisa dikeluarkan lagi tahun 2009 ini. Bapak / Ibu masyarakat miskin yang belum mendapatkan kartu jamkesmas, memang betul-betul orang miskin bisa mengantarkan berkasnya ke pak lurah dahulu atau langsung ke Kantor Walikota dengan membawa surat pengantar dari pak lurah desa setempat untuk di masukkan ke dalam daftar warga miskin yang belum mendapat kartu jamkesmas.

  7. Iya bung…saya juga mau ngurus jamkesmas punya keluarga saya…yang terjadi di wonosobo kota saya malah sang pendata sak penake wudele dewe…orang yang ngga CS sama dia walaupun kurang ammpu tidak di data…tapi yang CS sama dia walaupun kaya juga tetep dapet..ngga adil..saya sieh rencana mau ngajukan ke kelurahan…krn saya pikir Jamkesmas adalah hak bagi warga desa yang memang membutuhkan..nah permasalahanya skr..patokan warga yang mampu atau tidak mampu tuh seperti apa? apa mungkin seorang penjual ayam tidak di perbolehkan mendapat jamkesmas? saya akan menuntut hak sampai kemanapun…ada usulan sebaiknya saya memulai dari mana dan prosedur yang benar seperti apa? buat bahan saya mengajukan ke Kades…?

    • @edy Sharma, oops… sudah ada jawaban di komentar2 sebelumnya… dengan surat pengantar bisa mendapatkan pelayanan sementara, selanjutnya tetap harus melalui pendataan dari desa/kelurahan setempat..

  8. pa,sebenernya prosedur mendapatkan jamkesmas sdh pernah kerabat saya ikuti,tapi mengapa kok tidak bisa mendapatkan fasilitas jamkesmas tersebut sampai telah mengeluarkan persyaratan administrasi juga sdh dilakukan.Sebenarnya bagaimana langkah kami selanjutnya untuk mendapatkan jamkesmas untuk kerabat saya yg menderita penyakit tumor dan harus segera dioperasi,tapi kesulitan biaya,terimakasih

    • kalau semua langkah sesuai prosedur sudah dilakukan dan belum juga mendapatkan jamkesmas, coba minta lagi pengantar dari kelurahan, trus ke puskesmas, dan ke Dinas Kesehatan setempat. kalau ternyata prosedurnya sulit, tulis saja di surat pembaca… semoga yang sakit segera diberi kemudahan segala urusan…

  9. jamkesmas yang sebenarnya untuk rakyat yg kurang mampu kadang dislah gunakan bahkan banyak yg jadi anggota jamkesmas dari orang2 yg mampu..yg lebih ngeri ada pasien jamkesmas yang rumahnya besar setelah diselidiki ternyata dia kluarga penguasa dikabupaten itu.gimana ky gitu???
    uang jamkesmas yang harusnya untuk penyelenggaraan kesehatan bagi orang2 g mampu harus disetor ke pemda dan dijadikan PAD sebesar 50% trus gimana itu???apa sanksi yg harus diberikan bagi kabupaten yang menjadikan dana jamkesmas sebagai PAD???
    lihat aja dislah satu kabupaten di kalteng pasti anda2 kaget dengan kebijakan ini…

  10. apabila ada usulan susulan peserta Jamkesmas,kuncinya ada di pak Bupati/walikota,cuz data peserta Jamkesmas itu sahkan oleh SK Bupati/Walikota. Surat keterangan RT/RW/Kalurahan, sepengetahuan saya sekarang sudah gak bisa dipake pak (dulu disebut SKTM),sekarang SKTM dah gak berlaku lagi.
    Saran saya jika memang memenuhi syarat sebagai peserta, koordinasi dengan para kader yang ada ditingkat dusun pak (Idealnya para Kader inilah sebagai perpanjangan tangan BKK,PP,&KB yg diserahi tugas pendataan peserta jamkesmas), namun prakteknya memang “tak kenal maka tak sayang bnr2 terjadi dilapangan”, para kader tidak door to door dlm pendataan. So,segera saja mengurus hal ini,cuz tahun 2010 pasti ada SK Bupati/Walikota lagi, misal SK dh turun akan lebih susah lagi ngurusnya. Semisal tetap tidak mendapat Jamkesmas, cb cari informasi di Dinkes Kabupaten/Kantor BKK,PP,dan KB wilayah setempat (Karena 2 Instansi ini yg terlibat langsung pengelolaan Jamkesmas bidang kepesertaan).
    Semisal tetap tidak mendapatkan, cb alternatif lain melalui Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) yg dikembangkan masing2 daerah (Propinsi/Kabupaten)

    Semoga bermanfaat…tk

  11. jamkesmas idealnya bisa di update kepesertaanya tiap bulan atau tiap tahun karna banyak yg membutuhkan dengan kondisi ekonomi yang sulit dan penyakit yang kompleks
    baru-baru iini juga menakutkan bagi yang punya sktm hampir saja tidak dicover padahal belum ada nota dinas dan alasan yang jelas, berbahagiala yg punya jamkesmas tapi sudilah kiranya mengikhlaskan kartunya bagi yang lebih membutuhkan.
    bagi yg tdk punya jamkesmas bisa ngurus sktm, masyarakat yng sudah punya sktm seharusnya bisa dimasukkan kuota jamkesmas

  12. aku pernah bantu seorang ibu rumah tangga biasa tetanggaku yang tidak mampu, sakit stroke pendarahan di kepala…, beliau baru saja di tinggal suaminya yang meninggal 50 hari yang lalu…, karena sudah gak ada suami beliau nggak ada pendapatan sama sekali, sebelum meninggal beliau adalah ketua RT, tapi tidak punya jamkesmas… karena waktu itu (Pak RT) merasa tidak berhak akan JAMKESMAS…, tetapi setelah meniggal istrinya malah sakit parah. lalu saya coba mintakan surat keterangan tidak mampu ke sekretaris RT , di cap dan di tandatangani oleh RW, karena jamkesmas sudah tidak ada maka, dibuatkan oleh kelurahan SKTM ( Surat Keterangan Tidak Mampu ) lalu di stempel juga oleh kecamatan, lalu minta surat rujukan puskesmas kecamatan atau UGD Rumah sakit ( kalau sudah terlanjur di RS, minta keterangan surat Rawat Inap ) surat surat yang sudah terkumpul tadi di jadikan satu di tambah foto copy KK dan KTP yang sakit kemudian di bawa ke DKK (dinas kesehatan kota ) untuk dimintakan persetujuan, setelah beres langsung di bawa untuk di ajukan ke RS. di RS dimintakan tanda tangan ke pejabat yang berwenang mengurus SKTM, kemudian surat-surat yang di bendel itu di copy 5 lembar, dan di ajukan ke bagian pendaftaran. selesai

  13. aku ada seorang kepala rumah tangga dg 1orang anak. 6bln yang lalu istriku sakit ginjal. org sakit ginjal identik dg biaya yang tinggi sekali bagi keluargaku. rata rata 6-8jt per satu bulan. aku sdh minta sama rt/lurah agar istriku dapat jamkesmas. sdh 3bln aku urus belum ada kabar berita. sementara harta kami sisa rumah yang blm tergadai. pantaskah keluarga kami dapat jamkesmas.

  14. memang susah cari jamkesmas, kemarin saya ke kantor lurah Desa Gunting minta surat keterangan miskin trus saya bawa ke kecamatan, lalu saya minta surat keterangan ke puskesmas Wonosari 2, kata Kepala Puskesmasnya, kalau gak ada yg sakit gak berani mengeluarkan surat tersebut. Apa memang benarseperti itu ?? Jadi sampai hampai sekarang semua anggota keluarga saya tdk punya jamkesmas. Jangankan untuk berobat ke rumah sakit, untuk makan saja sulit. Dulu pernah ada kuota jamkesmas untuk wilayah RT saya( RT 8 ), tp yang dapat justru mereka2 yg secara ekonomi lebih baik dari saya. Kata Perangkat desa saya, ” saya gak tau masalah itu, yang lebih tau Pak ketua RT “. Tolong pak NARNO, kalau pingin jadi bupati lagi tolong pikirkan kami2 rakyat jelata yg setiap hari sll bergumul dengan kesulitan & sesusahan !!!!!

  15. Nyumbang Info untuk para sedulur.

    Jamkesmas kemungkinan sudah tidak dikeluarkan lagi, yang ada hanya jamkesda itupun dana terbatas. jika memang warga benar2 tidak mampu ( berdasarkan keadaan dan ekonomi ) klo saran saya mohon warga yang bersangkutan konsultasi ke kantor askin tingkat prov. setelah konsultasi berdasarkan keadaan,dan disurvei, kemungkinan dapat dicarikan solusine.
    thank, siapa tau info ini berguna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>