Jokowi dan Kota Solo

kitab-soloJujur saja, saya mau tidak mau harus acung jempol kepada Jokowi, panggilan beken Joko Widodo, pria kurus yang pernah menjadi Tokoh Pilihan 2008 versi Tempo yang sekarang menjabat sebagai Walikota Surakarta atau Solo yang terkenal dengan jargonnya Solo Berseri dan Solo Kota Budaya.

Sebagai sebuah kota (yang kecil), Solo dapat dikatakan miskin sumberdaya. Itu menurut saya lho!

Bagaimana tidak? Wilayahnya sempit, padat, dan susah untuk dilakukan pengembangan. Potensi relatif tipis. Industri-industri berkembang di wilayah sekitar Solo, tidak di Solo. Pemukiman juga berkembang pesat di wilayah-wilayah seputar Solo, sekali lagi tidak di Solo. Bahkan bandara pun tidak berada di wilayah Kota Solo. Dengan segudang “kemiskinan potensi” itu tentu saja perlu putar otak tujuh keliling –kalau perlu seribu keliling– untuk memajukan Kota Solo.

Ada dua hal yang saya garis bawahi tentang pengembangan Kota Solo. Yang pertama adalah pengembangan bisnis. Walaupun industri-industri dan pemukiman berkembang di wilayah-wilayah seputar Solo, namun urusan bisnisnya sendiri cukup luang untuk dikembangkan di Kota Solo dengan kata lain, Solo-lah yang menjadi pusat bisnis. Yang kedua adalah pengembangan wisata. Walaupun Solo juga miskin wisata alam, namun masih banyak potensi wisata budaya yang sangat bisa dikembangkan di Kota Solo. Keberadaan keraton sebagai pancer budaya,  –walaupun sempat juga geger rebutan raja-, masih cukup bisa ditonjolkan walaupun sekedar sebagai “duwen-duwen” (maaf sinuwun! daripada gegeran lebih baik energi sampeyan difokuskan untuk memajukan Surakarta, kalau enggak, ya wong cilik bisa ketularan punya hobby gegeran!). (worship) Keberadaan rel di tengah kota yang selama ini hanya digunakan untuk jalur reguler Solo-Wonogiri dikembangkan menjadi jalur wisata Sepur Kluthuk Jaladara. Event-event yang mendukung bisnis dan wisata budaya sibuk digelar di Kota Solo, –beberapa pernah saya tulis di sini antara lain; Festival Keraton Surakarta 2009 dan Solo Batik Carnival-.

Oh ya, lewat kabar dari Facebook baru-baru ini, saya mendapatkan informasi bahwa 2010 nanti di Solo akan ada bus wisata. Bentuknya mirip-mirip dengan bus tingkat yang dulu pernah ada di beberapa kota di Indonesia. Berikut ini gambar yang saya peroleh dari Facebook Fajar Arifianto dan  Facebook Jokowi:

Ada satu lagi yang kebetulan senada dan tidak sengaja yaitu gambar profil Facebook.

Jokowi di Facebook nampang sedang mbecak, Andy MSE  di Facebook nampang punggungnya berkaos Paguyuban Pengemudi Becak Solo Raya… ~ngertio ngono, sampeyan tak silihi kaose pak!~ (rofl) (lmao)

Catatan Andy MSE: Tulisan ini hanya secuil catatan selama beberapa tahun berkegiatan di Kota Solo.

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

46 thoughts on “Jokowi dan Kota Solo

    • tenang mas! tenang!… menawi solo tambah berseri, sukoharjo mesthi tambah makmur… Solo Baru niku ingkang kagungan nggih Sukoharjo lho! hihihi…

  1. Semoga saja pak jokowi mau menularkan elmunya pada budhe rina,sehingga potensi karanganyar tenteram pun dapat digali lagi.
    Potensi terpendam solo adalah stadion manahan,pasoepati dan persis,jika bisa dibuat seperti arsenal dg emirates stadiumnya maka solo pun pasti lebih hidup..

    • yak tul! potensi olahraga masih berpeluang bagus, sayangnya pelu biaya mahal… dan di APBD itu bersaing ketat dengan pengentasan kemiskinan, jaminan pendidikan dan kesehatan… cukup sulit juga untuk menentukan skala prioritas…

  2. Kalau pekalongan gimana ya..aku malah kurang informasi nih..salut buat solo deh,.di pekalongan guru2 smp dan sma rata2 dari solo pak..mungkin selain kota budaya juga kota penghasil guru pak ya solo itu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *