Kampung Semen

Berjalan-jalan di kampung di masa aku kecil sungguh berbeda dengan masa sekarang. Dulu, banyak sekali jalan-jalan kampung yang berupa jalan tanah biasa, di beberapa tempat diperkeras dengan batu yang ditata rapi. Jalan beraspal hanya di jalan utama atau di kota saja.

Sekarang, dimana-mana, sampai di pelosok kampung pun kondisi jalan sudah jauh lebih baik. Banyak jalan beraspal, di perkampungan malah banyak juga jalan yang diperkeras dengan beton. Di satu sisi, membuat sangat nyaman bagi pemakai jalan. Tidak lagi becek di musim hujan. Di sisi lain ada keprihatinan juga.

Coba simak gambar berikut dengan seksama:

Kampung dalam gambar di atas seolah kelihatan rapi, di kanan-kiri teduh dan rimbun karena pepohonan. Namun tanah di jalan kampung itu sudah kehilangan hak asasinya. Hampir-hampir tidak ada kesempatan bagi air untuk meresap ke dalam tanah. Bila hujan tiba, air akan mengalir ke selokan yang ada di sisi jalan. Mungkin warga kampung itu tidak pernah mengalami banjir, sehingga cukup merasa aman bila sudah mengalirkan air ke selokan, dan itu dipandang sudah ideal.

Kalau melihat seperti ini mungkin sekampung suka semen sehingga pantaslah dijuluki kampung semen atau kampung beton. Dalam hati aku berpikir, kemana ya air itu mengalir?, bila semakin banyak tempat semakin menyingkirkan resapan, apa yang akan terjadi? Kok banyak banget ya orang yang suka semen? Bila kampung seperti ini terletak di daerah yang rendah dan banyak mendapat kiriman aliran air, kemana lagi air akan mengalir? Mampukah semua selokan dan saluran dan kali dan sungai-sungai menampungnya? Bagaimana jadinya dengan sumber-sumber air dan mata air-mata air dan sumur-sumur? Dan masih banyak sekali pertanyaan dalam hati.

Tiba-tiba aku teringat kembali lubang resapan biopori.

Tambahan gambar: Plesteran semen bahkan memenuhi halaman rumah. (Gambar-gambar di atas diambil di kota Solo).

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

3 thoughts on “Kampung Semen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *