Stop Arogansi Pengendara MOGE!!!…

Saya sudah cukup lama menjadi seorang biker alias pengendara motor. Dapat dikatakan, sejak remaja saya adalah penyuka sepeda motor. Tentu saja motor yang saya tunggangi ber-cc kecil saja, dari mulai Honda Bebek 90cc, Suzuki A100, Yamaha Bebek 80cc, Honda GL 100, semuanya kepunyaan bapak atau saudara saya. Mengendarai motor sendiri mulai RX Special 115cc, RX King 135cc, Honda Astrea 800, Honda Supra X, dan Honda Blade 110R. Hampir-hampir tidak pernah mengendarai MOGE atau motor gede, kecuali pernah dititipi teman selama beberapa bulan, Suzuki GSX 750. Itu saja karena teman saya punya utang kepada saya dan cukup lama telat mbayarnya sehingga moge itu dijadikan jaminan.

pengendara moge ojo kemaki

Berbeda dengan di negara-negara maju dimana motor kecil jumlahnya sedikit, lebih banyak motor ber-cc gede, di Indonesia justru sebaliknya. Motor kecil merajalela menjadi raja jalanan. Jadinya, mengendarai motor gede di Indonesia akan jadi perhatian di jalanan. Sayangnya, perhatian saja rupanya tidak cukup. Sebagai biker (yang tentunya selalu tertib berlalu-lintas) saya sering jengah melihat arogansi pengendara moge. Sering mereka berkonvoi beramai-ramai dan seolah-olah jalanan milik embahnya mereka sendiri. Yang lebih menjengkelkan, sering pula konvoi itu dikawal polisi lalu lintas. Pernah pula saya mendengar berita bahwa ada moge yang masuk ke jalan tol Bogor-Jakarta. Apa pula ini? Bukankah jalan tol itu khusus untuk kendaraan beroda empat atau lebih??? Mengendarai moge bukan berarti menjadi kebal hukum!…

Sering saya bertanya-tanya, bukankah saya sebagai pengendara motor juga pembayar pajak yang sama? Kalaupun pajak yang mereka bayarkan jauh lebih besar, itu sangat wajar karena motor mereka jauh lebih mahal, kapasitas mesin-nya pun lebih besar. Sesuai peraturan, wajar dong kalau mereka bayar pajak lebih mahal. Soal pengawalan, sependek yang saya tahu dan sepanjang yang saya punya, tidak pernah saya menemui aturan yang menyebutkan bahwa konvoi moge harus dikawal petugas. Toh mereka bukan warga istimewa.

Bagaimana pendapat sedulur sekalian???

———

Catatan Andy MSE:

Tulisan ini dibuat bukan karena saya iri tidak bisa menjadi pengendara moge, melainkan karena prihatin atas kasus pemukulan pengendara moge terhadap pemakai jalan lain, dan sikap arogansi lainnya.

Berikut sebagian kutipan beritanya:

  • Arogansi pengendara motor gede (moge) kembali terjadi. Korbannya adalah Darmawan Edwin Sudibyo (51) dan keluarganya di kawasan macet di Puncak, Cisarua, Bogor. (saya: menyatakan dukungan untuk Darmawan Edwin)
  • Sekjen Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Pusat Joko Saturi mengimbau pengendara moge untuk mengerti jika lalu lintas sedang macet. Pengendara harus sabar. Joko juga mengimbau agar masyarakat juga mengerti moge berukuran besar dan berat. “Diberilah kesempatan untuk lewat,” katanya. (saya bilang: ini keterlaluan)
  • Seringnya pengendara motor gede (moge) melakukan tindak arogan di jalan dikeluhkan pimpinan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI). Pimpinan HDCI capek dituntut tanggung jawab dari semua pihak. (saya bilang: kalau tidak mau dituntut tanggung jawab, bubarkan saja, HDCI kan cuma organisasi prestise tak berguna)

sumber: http://oto.detik.com

Silahkan simak berita selengkapnya di:

Gambar ilustrasi diambil dari logo Hells Angels Mc Tyrol, dimodifikasi…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

44 thoughts on “Stop Arogansi Pengendara MOGE!!!…

  1. memang tidak dipungkiri lagi bahwa kebanyakan para pejabat masih sering memandang bahwa pengendara moge orang-orang penting, padahal kan juga sama-sama bayar pajak, sama-sama pengendara umum, sama-sama makan nasi juga bukan besi (doh) .-= arifudin´s last blog ..RUSLI ZAINAL SANG VISIONER =-.

  2. buat saya mereka biadab!!!
    1. Karena kelakuan mereka di jalan raya yang sewenang-wenang!!!
    2. Yang lebih biadab lagi mereka mengahbiskan uang ratusan juta untuk sekedar gaya hidup sementara ada saudara kita di Indonesia ini yang masih harus berpikir besok makan apa!!!

    kalau saya adalah MUI, maka saya akan mengeluarkan fatwa “HARAM’ untuk moge!!!

    HIDUP MOCIL!!!
    .-= Mahendrattunggadewa´s last blog ..Ronin dan Korporatisme Negara =-.

  3. saya juga sering nganyel kok.. koyok dalan-dalane dhewe ae..
    bukan bermaksud gebuk rata, tapi dari beberapa pengalaman yang saya alami, memang begitu..

    betewe.. “mantan pacar”nya pakdhe banyak juga ternyata ya? (LOL)

  4. kata beberapa orang mengendarai moge adalah hobby. tapi mbok ya mikir to le..le.. berapa uang yg dikeluarkan untuk hobby itu.masih banyak orang-orang di negeri ini yg msh kelaparan.
    *podo-podo menungsone wae pengendara moge di istimewakan*

  5. mas mbojai.. yg saya tau mereka yg ngaku bikers itu anggotanya orang2 berduit dan berkuasa, ada pengusaha terkenal & beberapa pejabat, banyak juga dari petinggi TNI & Polri, dalam UU lalu lintas konvoi mereka harus dikawal Polisi jd sah2 saja kalau mereka ada pengawalan selain itu mereka juga dikawal “bodyguard” dan para “joki” yg mengendarai motor mereka yg lain (seringnya satu orang bisa konvoi dengan lebih dari 1 motor). Lha.. pengawal & joki inilah yg biasanya “kemaki” bondo cupet rai pas2an neng kemlinthi, bukan motornya tapi arogan, merasa neh motor punya “juragan” so you minggir sono.. gitu..
    kalau di negoronya Obama, Hells Angels MC, Mongols MC, Bandidos MC (yg mau masuk ke Indonesia via Southland MG) dan banyak lagi club2 motor 1%.. ya perilaku mereka lebih sadis lagi.. bisa paten2nan alias bunuh2an.. he.. serem..
    Kalau cuma HDCI sih.. he.. biarin aja.. biar komandannya aja yg urus..tapi kalau 1% MC lha.. itu kita harus lawan..
    kami sedang berjuang menolak keberadaan club 1% International masuk ke wilayah NKRI seperti Hells Angels & Bandidos, jangan sampai NKRI jadi ajang perang geng2 motor internasional ini..

  6. perasaan di negara asalnya pengguna moge gak segitunya dueh, gandheng neng Indonesia wong sugeh kemaki iku hukume wajib, cobo nek pas mlaku dewekan hambok dikepruk ndase nganggo helem lak yo meneng ae, kendel mergo rame-rame (biasane) tipikal banget lah.
    .-= senoaji´s last blog ..!!! =-.

  7. Yang kuat beli dan numpak “Moge” notabene : Pejabat dan orang2 kaya … tak lebih ajang prestige pamer kekayaan yang ditutupi hobby biking… Masalahnya mo pamer atau mo “anggak-anggakan” boleh-boleh saja, cuma jangan terus sok paling penting di jalan raya… huh budaya feodal gaya baru.
    .-= Xitalho´s last blog ..Tembang Kehidupan II =-.

  8. iy lihat emang ada arogansi..tp ada sesuatu dibalik itu smua..
    tp ada ilmiahnya knp moge jarang berhenti di lamu merah??
    coz moge tuh, mempunyai motor bakar yang cc nya besar..dan bila moge, terlalu lampa stop di lampu merah, bisa membuat mesin moge ny, rusak…CMIIW

    • gundulmu ah! ilmiah apane??? setiap mesin bakar pasti sudah disiapkan sistem pendinginannya termasuk kemungkinan ekstrim misalnya berhenti cukup lama atau jalan cukup lama…
      yang mbuat itu insinyur2 jagoan coy, bukan lulusan sma 2 ngawi 2009…

  9. wah kebacut iku jenenge rek

    sama-sama roda duane kok gak gelem ngalah,njaluk menang dewe

    pokoke yen musuh aku
    “senggol…bacok !!”

    wekekekkeke
    .-= galuharya´s last blog ..Pulsa Murah =-.

  10. waduh…iya tuh…mereka suka belagu…arogan…waktu itu lagi macet aja klakson2 terus…mana klaksonnya bunyinya kenceng…terus nggak ngasih jalan buat nyalip…emang rese..

  11. …. beginilah jika hal-hal kebesaran dunia telah masuk kedalam hati … inget saudaraku motor cuma benda mati tidak lebih berharga dari mahluk yg namanya manusia ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *