Kehilangan Momen

Sudah cukup lama saya tidak menulis sesuatu di sini. Bukannya saya memalas, namun karena beberapa kali saya kehilangan momentum.

Ini menjadikan terlalu banyak draft menumpuk, dimulai sejak sebelum Ramadhan 2012 lalu. Penyebabnya sepele, seperti hari-hari biasanya saya suka menulis apa saja, baik di kertas-kertas, di sosial media, di beberapa situs termasuk situs ini, dan lain-lain, seringkali terpikir untuk mempublikasikannya namun belum sempat mematangkan draft tersebut. Alhasil, ketika ada kesempatan untuk mematangkan draft sehingga layak publikasi, yang terjadi adalah isi dari draft tersebut sudah ketinggalan momen, bahkan kehilangan momen. Batal deh!

Memang sih, situs ini bukan situs berita, namun namun aneh juga bila tulisan tidak dipublikasikan dengan tepat, misalnya tulisan soal Ramadhan dipublikasikan setelah lewat lebaran… (LMAO)

Akhirnya, ya enjoy aja saya hapus draft-draft yang tidak jadi dipublikasikan. Mungkin lain kali saya harus mempertimbangkan untuk menulis yang lebih generic.  :)

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

21 thoughts on “Kehilangan Momen

  1. kalau saya malah sering bentrok antara postingan sungguhan dengan postingan ‘pesanan’ :), pernah suatu ketika baru saja posting terpublish, selang sepuluh menit kemudian dapat email suruh mosting postingan ‘pesanan’ tersebut, njuk piye yen koyo ngono kui, tulisanku sing tak pikir tenan-tenan cuma bertahan 10 menit saja di postingan terbaru blog :((

  2. Tak kira sing kakehan draft mung aku dewe, ternyata yo ono kancane tah.. :D

    #di dasbord ada banyak abg bugil tahu serasi, bareng tak tututi lha kq ternyata dari sini..wkxkxkxkx..
    Terimakasih banyak Mas Andy..

  3. kok sama yah mas andy (LOL) … saya juga banyak draft untuk beberapa momen yg tepat tapi karena kelamaan jadi draft malah kalau di post jadi basi (lmao) … wah blogger angkatan 2007-2009 saya lihat banyak yang “tumbang” hehehe … semoga mas andy menemukan momentum yang tepat untuk bangkit lagi seperti tahun 2009 (tahun yg produktif :D ) sehingga bisa menyemangati saya dan blogger-blogger lain untuk posting

  4. Yeah, momentum memang penting untuk publikasi di media. Tapi, jika itu media untuk ekspresi personal, ya terserah ke personalnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *