Kekejaman Yang Dilegalkan

Hari ini berjuta-juta hewan ternak diqurbankan… Disembelih, ditumpahkan darahnya di muka bumi.

Tidak hanya itu…

Berbagai perilaku kejam dilakukan pada hari Idul Adha ini dan pada hari-hari Tasyrik. Setelah disembelih dengan pisau yang tajam mengoyak leher hewan ternak, memotong urat nadi untuk mencerabut nyawa dari tubuh, menguliti, memotong-motong anggota tubuh, mengiris daging, mencongkel bola mata, mematahkan dan meremukkan tulang, mencacah, merobek lambung, merebus organ dalam rongga perut, dan membagi-bagikannya kepada banyak orang, yang akan memasak dan memakannya dengan riang gembira.

Sungguh Maha Cerdas Sang Pembuat Hidup yang telah mengetahui bahwa pada diri masing-masing manusia tersimpan nafsu dan kekejaman. Dengan sangat unik, Sang Pembuat Hidup memberi jalan pelampiasan untuk menyalurkan kekejaman manusia, mengemasnya dengan sangat indah dalam bentuk ibadah. Dan manusia pun bisa melakukan kekejaman dengan legal, sambil tertawa, tersenyum, dan bergembira.

Qurban 2009 di Masjid Baiturrahman Gumpang, Kartasura

Manusia memang pada dasarnya berkecenderungan untuk ingkar, sehingga Tuhan pun harus mengikatnya dengan rantai dan belenggu bernama kewajiban. Dan pada saatnya nanti, akan banyak manusia berbondong-bondong menghadap Tuhannya dalam kungkungan rantai itu. Yang dibelenggu adalah yang sebenarnya telah terselamatkan. Sesungguhnya tak perlu begitupun manusia seharusnya sudah paham dan mengerti untuk apa dia diciptakan. Bukan untuk berseteru dengan sesamanya, bukan untuk mengunggulkan nafsunya, bukan untuk menang dan berkuasa di atas manusia lain.

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Apakah kekejaman hari ini tak cukup untuk pelampiasan???

repost: 27/11/2009

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

60 thoughts on “Kekejaman Yang Dilegalkan

  1. Kasian juga tuh para sapi & kambink, udah di mutilasi, eh hasil mutilasinya dibagi bagikan. Aku tadi dapat mutilasi sapi & kambing, yang sapi tak suruh mbuat rawon, eh dibuatkan beneran oleh kanjeng mami (hungry)

  2. Wedhus….. Wedhus Etawa wae sing dikorbankan…. :D

    * beberapa minggu kedepan. “Wedhus” akan jadi umpatan dan ungkapan jengkel, sebel, kecewa.

  3. sumpah….aku ndak tega melihat hewan-hewan itu digorok lehernya mas :(
    tapi kalau dikasih dagingnya dan disuruh makan…..oke-oke saja :)

  4. wah… gini2 saya cukup ahli menguliti kambing cah!
    menguliti satu ekor kambing bisa saya (single) selesaikan dalam 15-20 menit saja! (haha)

  5. Tapi kok agak miris ya kang, kalo disebut kekejaman (LOL)
    kan memang itulah kodrat hewan ternak diciptakan untuk disembelih dan memenuhi gizi manusia, dan setiap harinya pun pasti ada “kekejaman legal” itu :-P *loh kok aku melu-melu nyebut kejam*

  6. Selamat Hari Raya Idul Adha 1432 H.
    Qurban rangkaian ibadah yang menyenangkan, yang bisanya malas beribadah ke masjid, mereka pun hadir dengan senang hati membawa peralatan yang sudah diasah sangat tajam. Semoga hatinya tidak tumpul lagi, dan keimanan mereka semakin bertambah dan semakin tajam mencerna panggilan gusti Allah.

  7. Meskipun saya jadi koordinator mutilasi tapi sampai hari ini belum ngerasaain daging sekerat pun :lol: Maalah makan siang dan sore ku tetap tempe bacem dan goreng tahu.

    Salam hangat serta jabat erat selalud ari Tabanan

  8. waduh, baru nyadar, iya juga Mas, saya rutin tiap tahun nguliti, dan memotong-motong tulang di pesantren

    semoga amal ibadah yang berkurban diterima Allah, yang belum kurban hayo ngacung! geude lho pahalanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *