Kendal Goes Open Source (KGOS)

Dua hari terakhir ini saya ~Andy MSE~ agak melupakan blog keren ~atau blog beken, namun bukan blog abal-abal~ ini… Maklumlah, proyek baru yang saya kerjakan saat ini membutuhkan stamina lebih, juga banyak sekali yang harus dikerjakan di awal-awal kegiatan ini.

Beruntung, saya sempat meluangkan diri untuk bersilaturahmi ke beberapa kawan di Kendal dan sekitarnya antara lain blogger Jahid KLW, dan beberapa kawan di Weleri, Kendal. Sayangnya, waktu yang sempit tidak memungkinkan untuk berkunjung ke Wali BloggerPak Sawali Tuhusetya-, dan Begawan BloggerPak Marsudiyanto, salah seorang penerima Order of Merlin penghargaan Internet Sehat 2009– di Kendal.

Yang paling menyenangkan adalah ketika (11/02/2010) saya sempat bertemu dengan salah seorang pengembang, pemrakarsa, pelopor Kendal Goes Open Source (KGOS).

Namanya Purnomo, akrab dipanggil PakPur. Orangnya sederhana dan biasa-biasa saja. Namun jangan salah… Di balik kesederhanaannya itu ada gejolak opensource yang membara, padahal sebetulnya belum begitu lama mengenal opensource dalam hal ini Linux. Kesadaran dan penghormatan akan karya orang lain membuat Pakpur bersemangat untuk menggunakan opensource, juga mengenalkan kepada orang lain, bahkan mengusulkan kepada institusi pendidikan yaitu SMA Muhammadiyah 1 Weleri, Kendal untuk migrasi ke opensource.

Sebetulnya, Pakpur sendiri bukanlah karyawan atau guru di SMA Muhammadiyah 1 Weleri, melainkan karyawan di SMK Muhammadiyah 1 Weleri (dulu SMEA). Kebetulan pula, kawan baik saya bahkan sudah seperti saudara sendiri –namanya Muthrofi, akrab dipanggil Mas Rofi-, yang saya kunjungi kemarin adalah karyawan di SMK Muhammadiyah 1 Weleri. Jadinya, tak ada kesulitan untuk mencari Pakpur, pelopor Kendal Goes Open Source itu.

Sayangnya –lagi-lagi karena keterbatasan waktu (maklum seleb)-, saya tidak bisa banyak berbincang dengan Pakpur. Namun, sekeping LiveCD KGOS sudah cukup melegakan saya, sekaligus membanggakan… Tak lain dan tak bukan karena saya –pengguna Linux pemula– ini adalah orang Kendal tepatnya lahir di Kendal walaupun sekarang berdomisili di Solo…

Ketika saya mencoba KGOS, terasa bahwa sebetulnya tidak ada yang sangat istimewa dari distro ini, karena KGOS hanyalah remaster dari Ubuntu (9.10). Dengan berbagai tools yang tersedia saat ini, bukan hal yang terlalu rumit untuk meremaster distro dan membuat custom yang lebih gue banget… Namun bukan itu intinya. Kepeloporan Pakpur-lah yang patut diacungi jempol sebanyak-banyaknya. —Berhubung jempol saya cuma empat, mohon perkenan sedulur untuk pinjam jempol untuk sekedar ikut diacungkan–… Langkah Pakpur bersama SMA Muhammadiyah 1 Weleri rupanya didukung oleh tokoh-tokoh opensource nasional. Saya sendiri justru mengetahui KGOS agak terlambat. Itupun setelah membaca status Facebook dari Onno W. Purbo. Kebangeten banget-banget-banget kalau nggak tahu siapa beliau itu.

Menurut Pakpur, beliau Onno W. Purbo itu sangat berperan pada pengembangan KGOS (silahkan baca di sini). Dan alhamdulillah, di tingkat lokal, Bupati Kendal, Markesi juga mendukung pengembangan opensource di Kabupaten Kendal. Soal yang terakhir ini, saya masih agak pesimis. Bagaimana tidak, walaupun migrasi ke opensource jelas akan sangat menghemat anggaran, namun diperlukan langkah sistemik untuk menuju ke sana. Penggunaan OS dan software proprietary memang sangat gampang untuk dimigrasikan ke opensource. Namun perilaku pengguna sangat sulit untuk dialihkan. Saya juga tidak yakin bahwa OS dan software yang dipakai di institusi keperintahan juga 100% legal. Sering saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, di berbagai tempat produk bajakan banyak digunakan. Bilamana OS-nya legal (karena pembeliannya sudah di-bundle dengan OS), masih banyak yang menggunakan aplikasi-aplikasi crack-crackan…

Begitupun, menurut saya sesedikit apapun langkah menuju opensource harus dilakukan.

Bagaimana menurut sedulur???

==========

Catatan Andy MSE setelah mencoba KGOS

Sebagai pengguna Linux pemula, cara gampang untuk mengetahui isi dari sebuah distro keturunan Ubuntu itu adalah dengan nge-klik Applications… dan diketahuilah ada aplikasi-aplikasi yang sudah ditambahkan antara lain sebagai berikut:

  • Aplications: Tambahan yang ditampilkan adalah Education, Science, System Tools, dan Wine.
  • Accessories: ada tambahan Avant Window Navigator, Screenlets, Wammu, dan Xarchiver.
  • Education: berisi Childsplay, KAlgebra, Marble, dan Tux Paint.
  • Games: masih tetap sama dengan Ubuntu.
  • Graphics: ada tambahan Blender, Inkscape, dan Scribus.
  • Internet: ada tambahan Chromium Web Browser, Filezilla, Kopete, Wireshark.
  • Office: ada tambahan Wammu.
  • Sciense: berisi Kalzium dan Stellarium.
  • Sound & Video: ada tambahan Audacious2, Cheese Webcam Booth, dan VLC media player.
  • System Tools: berisi Compiz Fusion Icon, dan Ubuntu Tweak.

Karena KGOS ini masih amat sangat baru dan belum sempurna, saya pun memaklumi ketika gagal mencoba memainkan music berformat mp3 karena ada beberapa plugins yang belum disertakan pada paket perdana KGOS. Namun, seperti janji Pakpur, beliau akan melakukan perbaikan di versi-versi selanjutnya…

Keterangan:

  • Alinea 1: berhubung tidak ada yang memuji, ya saya sendiri yang muji… sedulur harap maklum…
  • Alinea 2: Order of Merlin dicoret karena itu adalah penghargaan yang hanya ada di dunia sihir dalam cerita Harry Potter.
  • Alinea selanjutnya cukup jelas

Saya memilih menulis KGOS yang menggembirakan ini daripada menulis tentang RPM Konten yang sedang diributkan baru-baru ini… Namun, bilamana sedulur ingin menyimak tentang RPM Konten, silahkan menyimak tiga tautan yang saya referensikan berikut ini:

  1. Catatan: Tolak Rancangan Peraturan Menteri
  2. Negeri Begajul : Permen Pahit
  3. Kaumbiasa: RPM Konten

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

69 thoughts on “Kendal Goes Open Source (KGOS)

  1. Salut sekali, maju terus opensource di Indonesia, dengan opensource sebenarnya kegiatan golek konten aneh-aneh sudah terobati dengan keasyikan tersendiri kok…

  2. (worship) wah, salut buat Pak Pur. Apalagi berusaha untuk membuat Kendal Open Source. Saya jadi iri. Terlebih lagi, di Banyumas para bajak laut masih berkeliaran. Mereka lebih memilih mengeluarkan uang 50 ribu buat windows bajakan, daripada berjuang menggalakkan Open Source. Kapn ya Banyumas bisa seperti Kendal?
    .-= sedulur Next Jimbun Punya menampilkan tulisan..Setting Broadcom wifi Kubuntu melalui terminal =-.

  3. Saya pinjamkan ke empat jempol saya dehhh buat diacungkan ke Kendal dan penggiatnya, Pak Pur dkk.

    Saya sendiri malah belum bisa berbuat apa-apa untuk IGOS, migrasi di kantor saya pun berjalan kurang mulus (doh) tapi alhamdulillah hingga saat ini masih bisa membantu temen2 kantor kalo ada kesulitan.

    Kendala lain (yang saya rasakan) dari migrasi selain faktor sulitnya merubah kebiasaan, juga ada beberapa aplikasi (sistem) yang dibangun di platform proprietary, imbasnya bukan hanya di sisi server, klien pun harus menggunakan proprietary software agar roda organisasi dapat berjalan.

    ps : kang andy sangat narsis di tulisan ini (LOL) hahahaa
    .-= sedulur andri menampilkan tulisan..Membuat dan Menulis ISO CD / DVD Melalui Terminal Linux =-.

    • sepertinya sedang terburu-buru postingnya (lmao) atau ini pengaruh tahun baru cina yah dimana bulan sedang berada di ujung tanduk sehingga membuat pribadi mas andy rada narsis * ‘sok ilmiah’ ala suhu acong (idiot) *

      kok saya ngomongnya ngaco juga yah (thingking) jangan-jangan gara-gara mabok kue keranjang (buset dirumah banyak kiriman kue nich (manfaat tinggal di komplek multi ras) , ada yang mau?)

    • yup… betul sekali, kendalanya sistemik… namun begitu bisa diselesaikan seharusnya rampung deh! cuma masalah kebiasaan yang sulit diubah…
      *sesekali narsis boleh dong!*

      • Sayangnya sistem tersebut adalah sistem besar dari pusat (departemen) kalau kami di sisi daerah setiap membangun sistem (cbis) selalu mengacu kepada software terbuka pakdhe, lha ini diamprokin dari pusat yang seperti itu (nottalking) .-= sedulur andri menampilkan tulisan..Install ISPConfig3 =-.

    • isinya 1.2GB, terpaksa dikemas dalam DVD, padahal menurut saya lebih ringkes kalau beberapa aplikasi yang kurang perlu tidak disertakan…

  4. salut untuk kendal! (party) di daerah justru lebih maju pemikiran FLOSS-nya daripada kota yang notabene harusnya jauh lebih tahu tentang konsep pembajakan (banyak sosialisasi dari pemerintah kota) dan lebih maju IT dan infrastrukturnya … tanya kenapa? … (funkydance) .-= sedulur rangga aditya menampilkan tulisan..LinuxMint 8: Helena Edisi KDE =-.

  5. dadi pengen ketemu karo wong2 kendal sing hebat2 kuwi….
    *perlu mengagendakan untuk ziarah wali blogger ke kendal*
    .-= sedulur ciwir menampilkan tulisan..RPM Konten =-.

  6. Alhamdulillah … hanya atas izin-Nya-lah segala rencana menjadi kenyataan. Kangmas Andy, nyuwun agunging pangaksami, baru sekarang saya tau kalau “sudah dimuat” di blog panjenengan. KGOS versi 100110 benar2 hanya “show off”. Kebetulan momennya tepat, jadi kelihatan agak “tinggi”. Ada satu hal yg ingin saya “angkat” dalam hal ini, yakni masalah “kebanggaan, kemandirian, dan keterjangkauan”. Versi lanjutan dari KGOS, masih dalam godokan. Saya berharap besar pada next version, Lucid Lynx.
    Anyway, saya hanyalah “newbie”, mohon selalu kritik, saran, bimbingan, dan nasehatnya untuk memperjuangkan jiwa, semangat, & implementasi OSS di semua lapisan masyarakat.

  7. tak dukung, bahkan pak pur yg mengerjakan soft ware ujian sipenmaru akper muh kendal, siiiplah, sayang memang harus belajar lgi, tapi biasa seperti ganti soft ware lama karena harus update gitu, sama saja, tapi yang sy punya tipe lama belum update, dan ketika install file penting saya banyak hilang

  8. halo….mas andi….
    ketemu maneh karo aku – adi (pekalongan)
    huebat……..
    saya sangat ingin sekali berperan dalam go open source..
    but i’m newbie…
    so wat sekarang hanya bisa lewat do’a dan BELAJAR…
    baik dari buku maupun dari master seperti mas andi,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *