Ketika Suami Bu Guru, Mabuk!

Belum terhapus ingatan tentang LKS untuk anak-anak SD di Jakarta yang berisi cerita Bang Maman dari Kali Pasir, pun baru-baru ini ada gambar Miyabi di LKS di Mojokerto, saya hari ini (8/10) menemukan hal serupa. Kali ini bukan dalam LKS melainkan dalam RKM (Rencana Kegiatan Mingguan) yang merupakan panduan bagi guru Taman Kanak-kanak (TK) di Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

RKM ini diperuntukkan anak TK kelompok B (kelompok umur menjelang masuk SD atau biasa disebut TK Besar) pada Tema Kebutuhanku yang diberikan pada semester 1 minggu ke 9.

Pada sub tema Minuman, manfaat, dan alat-alatnya, pada indikator Nilai-nilai dan Moral disebutkan; 2.6. Membedakan perbuatan salah dan benar dengan gambar seorang pemabuk dan tidak pemabuk….

klik untuk memperbesar, bila kurang besar silakan menuju ke sana!

Pada sub tema Minuman buatan/softdrink, indikator Nilai-nilai dan Moralnya adalah; 3.2 dan 4 Menyebutkan minuman yang dilarang diminum untuk anak-anak, misal: minuman keras, extrajoss, kratingdeng, dan sejenisnya. pada indikator Fisik Motorik disebutkan; FMK 2.2. Mengekspresikan diri dalam gerakan bervariasi seperti, menirukan orang sedang pesta minuman keras akhirnya jadi mabuk.

klik untuk memperbesar, bila kurang besar silakan menuju ke sana!

Beruntung, panduan ini untuk guru, bukan untuk murid (anak TK belum bisa membaca lah yaw!), namun mau tidak mau para guru harus berimprovisasi sendiri agar bisa memberikan contoh lain yang lebih pas untuk anak kecil. Saya tidak tahu sampai sejauh mana penggunaan RKM tersebut, apakah terbatas sekelurahan, sekecamatan, atau sekabupaten. Yang jelas saya berharap semoga guru-guru TK yang menggunakan RKM tersebut langsung tanggap.

Barangkali bu guru yang membuat RKM tersebut kebetulan suaminya sedang mabuk, jadi beliau ambil contoh yang paling dekat… (doh)

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

29 thoughts on “Ketika Suami Bu Guru, Mabuk!

  1. wah, repot juga, mas andy, kalau indikator semacam itu mesti menjadi pentunjuk penguasaan kompetensi anak, lebih2 anak TK. secara tdk langsung, indikator semacam ini akan memberikan ruang imajinasi bagi anak2 utk benar2 melakukannya kelak.

  2. wah, repot juga kalau indikator semacam ini dijadikan sbg petunjuk penguasaan kompetensi anak, lebih2 anak tk. scr tdak langsung, indikatir semacam ini bisa memberikan ruang imajinasi bagi anak2 utk benar2 melakukannya kelak.

    • mempraktekkan RKM itu apa adanya saja sudah gurunya bingung, pak! lha tidak semua guru TK pernah lihat orang mabuk atau pesta minuman keras! saya sedang usulkan untuk pembaruan RKM itu.

  3. mabuk lagiiiiiiii ah…. mabuk lagi…
    judi lagiiiiiiiiii ah… judi lagi….
    [medley]
    mengapa yang enak enak…. itu diharamkaaaan…
    mengapa yang asik asik… itu yang dilaraaaaang…

  4. saya sendiri berada dilingkungan pendidikan mas, tepatnya di sekolah menengah pertama…
    tak jarang kasus perkelahian & mabuk kita didapati, tentu ruang imajinasi anak yg akan berkembang di tingkat lanjut harus dibatasi sejak dini, terlebih di bangku TK…
    salam kenal mas, silahkan bermain krmh saya

    • hanggeh niku, pak! kula pun ngusulke dalam sub tema minuman buatan tsb cukup diganti: menyebutkan aneka minuman dalam kemasan, fmk2.2 cukup memeragakan gerakan orang sedang minum dari gelas, botol, cawan, dll.
      ning nggih dereng ngertos, diganti nopo mboten! :)

  5. Gurunya yang bikin RKM belum paham cara penyusunan yang benar. Ekstra Joss sama Krating Daeng dianggap minuman keras. Padahal perusahaan kedua merk minuman di atas sering menjadi sponsor kegiatan-kegiatan sekolah TK. sungguh lucunya Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *