Kopdar Abi Gamitra

catatan-mencatat-apa-yang-tidak-perlu-dicatatJujur saja, Abi Gamitra adalah salah satu orang yang secara tidak sengaja turut andil dalam memotivasi saya untuk mengunakan Linux saja. Barangkali sedulur blogger sudah banyak yang mengenal beliau. Saya pun, sebelum ini sempat pula dua kali kopdar dengan beliau dan keluarga di Jakarta. Yang pertama bareng Kyai Slamet Edan, yang kedua bareng mbak Upik (beberapa waktu setelah kelahiran putra beliau).

Ketika mendengar kabar bahwa beliau akan bertugas di Solo selama beberapa hari, saya pun tidak menyiakan kesempatan untuk kopdar dengan beliau.

Akhirnya, walaupun sempat tertunda sehari karena kesibukan beliau, kopdar pun dilakukan dengan hanya diikuti oleh 5 (lima) blogger saja yaitu saya, Abi Gamitra, Bu Noor, Diki Cah Bagus, dan Nanin Gajah Gemblong. Sebetulnya belum puas mengobrol, namun berhubung esok masih ada aktivitas yang harus dilakukan, kopdar berakhir lewat jam 1 dini hari dan ditutup dengan makan nasi liwet khas Solo. Sebetulnya saya ingin mengajak ke gudheg ceker, tapi beliau tidak doyan ceker ayam… :-D

Sayang sekali, tidak banyak pengetahuan saya tentang kota Solo sehingga tidak bisa menunjukkan tempat-tempat yang cocok untuk nongkrong kecuali sekedar melewati jalanan kota kecil yang sepi dan damai.

Dengan kemendadakan kopdar ini, saya minta maaf kepada sedulur solvewithit’ers yang sebetulnya tidak begitu jauh dari Solo (setidaknya dibanding Jakarta-Solo) di antaranya  Mas Iqbal, Dwi Hartanto, Suryaden, Ciwir, dan Pak Sawali, karena tidak sempat kabar-mengabarkan kedatangan beliau di Solo. Padahal beliau inilah yang telah ikhlas hati menyediakan domain dan hosting yang sangat longgar untuk berbagi pengalaman menggunakan FOSS termasuk Linux, di SolveWithIT[dot]Com. Permintaan maaf juga saya tujukan kepada KPLI Solo yang sempat akan saya ajak untuk bergabung melalui Mas Hendri yang tidak cakep namun lagi-lagi berkaitan dengan kemendadakan tidak jadi dilaksanakan. Soal ajakan kepada KPLI ini, sejujurnya saya berharap ada di antara KPLI dari Solo yang berkenan ikut meramaikan share pengalaman di Solve With IT.

Semoga lain waktu ada kesempatan untuk kopdar dengan beliau.

kopdar-dengan-riyogarta-di-solo

Oh ya, Abi Gamitra itu hanyalah sebutan saya untuk mas Riyogarta karena beliau mempunyai seorang putra bernama Muhammad Gamitra Aqilafathi.

#mohon maaf, kamerane buluken sehingga hasil gambar tidak memuaskan… (aku kok item banget ya???)

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

24 thoughts on “Kopdar Abi Gamitra

  1. Lucu yah Orang tua ( (LOL) tampa bermaksud menyindir … (tongue) ) banyak yang saling memanggil dengan nama anaknya (thinking) anakpun demikian! di sd sampe sma dulu juga saya dan teman2 suka memberi “gelar” dengan nama ortu masing2. Tentu memanggil dengan nama orang tua bukanlah pujian atau sebuah ‘penghormatan’ tapi melainkan ledekan dan kontes “ortu siapa yang paling katro namanya” (tongue)

    aduh.. (doh) kalau dipikir2 jaman itu ‘jaman jahiliyah’ sekali hehe (haha) ngemeng-ngemeng selamat yah ketemuan lagi! (woot) pasti seru tuh topik pembicaraannya!

  2. Asyik kalau ada teman yang pinter.

    —tetapi……jangan lupa mas—-

    Sebentar lagi Hari Ibu
    Jika tak ada beras di gentong
    Jika tak ada seteguk air di kendi
    Jika tak ada lembaran rupiah dibawah kasur sang ibu
    Mengapa tak mengirimkan masakan lezat
    Untuk persembahan kepada Ibu atau isteri tercinta di hari Istimewa
    Jika artikel masakan sudah jadi
    Lalu bubuhi kalimat ” Masakan dengan sentuhan cinta ini saya persembahkan buat wanita yang teramat istimewa”

    Persembahkan hasil masakan anda dan daftarkan dalam acara SupermanShow di
    h**p://abdulcholik.com/kuliner/supermanshow-la-tetates-de-timbele

    Jika itu anda lakukan dengan tulus
    Sebuah atau tiga buah kecupan penuh kasih sayang akan di terima
    Plus bisikan lembut ” I love you my Superman ”.
    Salam hangat dari dapur BlogCamp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *