Kuburan

Innalllahi wa inna ilaihi roji’un…

Minggu lalu, ndilalah aku kok akrab dengan kuburan.

Pertama, di Semarang karena ada seorang kawan yang mati muda. Namanya Win Prakoso, lulusan Teknik Kimia Undip angkatan 2001, kawan dalam bergiat di Jaringan Pattiro Raya. Meninggal pada tanggal 25 Juni 2008. Masih muda banget, lebih muda dari adikku yang paling bontot, pun baru kira-kira setahun menikah. Dia meninggalkan seorang istri yang sedang hamil 7 (tujuh) bulan. Alhamdulillah, kematiannya dalam keadaan lapang dan ikhlas. Itu karena beberapa waktu sebelumnya dia menderita tumor otak dan sempat pula dioperasi. Namun kehendak Tuhan menentukan lain, dan akhirnya dia dipanggil menghadapNya. Semoga selalu dalam kelapangan dan keikhlasan.

Walaupun begitu, kepergian Win Prakoso bagiku sangat mengejutkan. Bagaimana tidak, Beberapa hari sebelumnya masih ketemu di Sekolah Rakyat di Limbangan, Kendal dalam rangka pertemuan jaringan untuk Keterbukaan Informasi Publik (KIP Jateng). Salah satu RTL pertemuan itu adalah menggalang jaringan melalui mailing list dimana Win adalah moderatornya. Siang tanggal 25 Juni itu aku di Solo. Jam 13.22, Win masih berkirim email ke mailing list, menanyakan mailing list yang masih sepi, juga memberi amunisi baru tentang Perda Transparansi di Lebak, Banten. Masih belum beranjak dari depan komputer, sorenya sehabis maghrib aku menerima kabar bahwa Win telah meninggal.

Tiba-tiba ada rasa bergetar dalam hati, perasaan bercampur aduk antara sedih, tak percaya, dan bingung. Akhirnya aku menelepon seorang kawan lain di Semarang memastikan kebenaran berita itu. Yakin bahwa berita itu benar, aku pun mengirim berita duka melalui beberapa mailing list.

Esoknya, 26/06/2008, aku pergi ke Semarang, ikut melepas kepergian Win untuk terakhir kalinya.

Sudah tidak ada lagi kesedihan dalam diriku, karena aku begitu yakin bahwa Win sudah dalam keadaan lapang dan ikhlas. Bahkan di kerumunan para pelayat di Girilaya Cantung Tegalsari Semarang, aku masih sempat mengamati tingkah laku para pelayat. Agak geli juga ketika melihat seorang yang sudah cukup tua bertopi putih bertuliskan “dokter kecil”… Hehehe… Dasar usil…

Kedua, karena bulan lalu tidak sempat kumpul-kumpul dalam rangka Ulang Tahun ibuku yang jatuh pada tanggal 12 Mei, pertemuan keluarga diundur sampai satu setengah bulan. Tanggal 27 Juni 2008, anak-anak dan cucu-cucu Bapak Umar Chauron (alm) dan Ibu Umi Chabibah akhirnya bisa berkumpul di kediaman ibu di Boja, Kendal. Tentu saja minus keluarga Aris di Batam dan keluarga Nila di Denpasar. Terlalu jauh dan memakan biaya yang cukup banyak kalau mereka harus datang ke Kendal.

Seperti biasa, bila sudah kumpul di rumah Boja, kami menyempatkan untuk bersama-sama ke kuburan bapak/mbah kakung. (bapak meninggal tahun 2000, dua bulan sesudah Nanin lahir, sehari sebelum Hari Raya Qurban).

Berbeda dengan kuburan lain, kuburan mbah kakung tidak begitu terawat. Itu karena pesan beliau bapak mbah kakung yang tidak ingin kuburannya dibikin bagus. Menurut beliau, itu tidak sesuai dengan syariat Islam. Kami pun sependapat.

Kuburan mbah kakung bersebelahan dengan kuburan sinok (Siti Fatimah). Sinok adalah adik Diki, kakak Nanin. Kuburan sinok hanya bernisan kayu yang sekarang sudah lapuk. Bahkan satu nisannya malah sudah ambles… Yang penting doanya ya nok!..

Dasar keluarga Murya, setelah berdoa pun masih sempat foto bersama di kuburan.

Oh ya, pesan kakak tertua, doa untuk yang sudah mendahului kita sebetulnya bisa dilakukan kapan saja dimana saja tidak perlu harus pergi ke kuburan. Artinya, ziarah kubur itu hanya mengingatkan bahwa kita mbesuk bakal mati.

Kamu juga!…

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

8 thoughts on “Kuburan

  1. haah….saya pun baru berduka mas…entar deh ziarahnya karena saya jauh dari kampung mas…mas tukaran link yok…saya dah link mas tuh di blog saya…makasih mas..

  2. wah temannya masih muda banget ya mas….itu mengingatkan kita kalau umur gak melihat usia….sedih banget ya istrinya…untung ada juniornya….

  3. Mas tmnnya Alm.Win ya? tau kabar anak istrinya? saya adik kelas Alm. ketika sma, smlm tiba2 inget dgn Alm. karena saya melihat seseorang yg mukanya mirip dgn beliau. Pagi ini saya iseng searching namanya, karena dulu saya masih mendapat berita dgn membaca pesan2 di FSnya, skrg FS saya dah g aktif jd g ada info lg. Saya ingin sekali ziarah ke makamnya kl ada waktu, mas tau dmn beliau dimakamkan? terima kasih…

    • oops… iya, saya dulu se-kegiatan dengan Win di Pattiro (NGO), tapi sekarang sudah tidak aktif lagi…
      saya domisili di Solo, tapi kebetulan tengah minggu ini di Semarang (smp tanggal 6).
      kalau ada kesempatan, saya bisa antarkan panjenengan!
      hubungi saya via sms di 081 2287 26117

  4. Saat ini saya bdomisili di Bdg, jd blm bsa ke Smrg. tapi saya save nomer mas Andy, kalo2 nanti saya ke semarang, saya hub mas Andy, siapa tau kbetulan lg di semarang jg, atau sekadar memberitahu saya alamatnya. Kalo istri dan anaknya masih di semarang jg kah? saya masih menyimpan nomer tlp rmh Alm. yg di Jkt, tp saya tidak enak mau menelp ksana, makasih mas atas infonya.

    • terakhir saya tahu informasinya kira2 3 bulan lalu, istri dan anak Win sehat wal afiat. anaknya cowok, sekarang sedang lucu2nya… dulu, mereka tinggal di rumah bapaknya Win, entah sekarang!… sayangnya saya sendiri tidak tahu no telponnya, kl rumahnya sih masih apal… banyak kawan2 Win saya juga masih kenal…

      oke deh! kalau kesulitan menghubungi saya, komen saja di blog ini… :-)

      oh ya, maaf sekali, gambar2 di tulisan ini tidak ada karena kececer sewaktu pindah hosting… kl ada waktu, akan saya repost deh!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *