Berkenalan dengan Mbak Julia

Cantik… Begitulah kesan pertama saya saat berkenalan dengan mbak Julia.

Sebetulnya mbak Julia sudah datang seminggu lalu, tepatnya pada Jum’at pagi, 12 November lalu, namun saya baru bisa berkenalan semalam (17/11).

Ya, seperti kakak-kakaknya terdahulu, Linux Mint (kecuali LMDE) masih menggunakan codename gadis-gadis entah cantik entah tidak. Kali ini Linux Mint 10 diberi nama Julia.

Saya mendownloadnya saat kebetulan mendapatkan akses sangat cepat di posko sehingga tidak butuh waktu lama untuk segera menjajalnya. Sayang sekali, sampai pagi ini (18/11) saya belum sempat menginstallnya di harddisk.

Kesan pertama saat memperawani Julia adalah cantik dan elegan.

Membawa kekuatan Ubuntu 10.10 yang stabil, Linux Mint 10 Julia menjadikannya lebih ramah dan indah sehingga sangat cocok digunakan pengguna-pengguna akhir yang tidak begitu berperhatian terhadap apa mesinnya melainkan pada aplikasi yang disediakan mulai soal ketik-mengetik, olah gambar sederhana, sampai menyetel aneka format musik dan video.

Julia datang dengan Kernel Linux 2.6.35-22-generic dan GNOME 2.32.0. Tidak semuanya terbaru sih, namun cukup kuat dan stabil. Bagi yang menginginkan berbeda, tidak lama lagi bakalan hadir yang berpenampilan sederhana seperti XFCE atau yang lebih elegan yang menggunakan KDE. Bilamana sedulur ingin mencobanya, sudah tersedia Linux Mint 9 Isadora yang ber -XFCE atau ber-KDE.

Sumpah! Saya suka dengan ikon-ikonnya yang baru ini, apalagi background menu-nya tidak lagi berwarna polos seperti versi terdahulu. Ikon menunya kali ini juga diganti menjadi roda bergerigi 10… Keren!

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

50 thoughts on “Berkenalan dengan Mbak Julia

  1. nganyari maneh beh? :D
    itu iconnya faenza beh.. :D dan menu mint memang yang paling baru..
    entah kenapa, setiap mint release baru aku malah ngga pernah seneng.. ya mung begitu terus.. malah mendingan ubuntunya.. :D

      • Ok, saya minta maaf kalau komentar saya sudah merepotkan Anda. Dan terima kasih sudah repot-repot mengeluarkan komentar saya dari daftar spam….
        Mungkin komentar ini juga masuk daftar spam lagi… kalau tidak di keluarkan juga gpp….
        terima kasih selama ini sudah mengijinkan saya berkomentar di blog ini.

  2. Sampe sekarang saya gak ngerti sama linux, masih terlalu asing. sudah kebiasaan pake windows. Linux sebenernya bayar atau gratis om?

  3. haha, I thought this was a story of a real romance and would have pictures of you two holding hands down the street looking into each others eyes. :-)

  4. wah dah lama aku ga mempelajari linux ternyata banyak perkembangan yg menyebabkan aku jauh tertinggal …. ya inilah nasib jadi staff it di lingkungan orang2 yg tak terbiasa pakai linux jadi ikut2an nggak makai linux

  5. Senengnya yang dapat kenalan baru :lol: , kapan-kapan aku juga diajak pak kenalan dengan Julia tapi sayang saya masih belum bisa berdiri sendiri agar dapat kenalan dengan miss Julia.
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  6. Mbak julia ini emang “bahenol” banget dah :-D … Saya jadi kepikiran untuk beralih. Mana iconnya sekarang keren banget (setuju sama mas andy!) … Dengan menu mint yg semakin familier, sepertinya saya akan beralih deh kl ubuntu bener2 memakai desktop unity besutan mereka (tongue)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *