LKS oh LKS…

Adik-adik yang masih sekolah pasti kenal dengan LKS. Bapak-bapak dan ibu-ibu yang berstatus wali murid pasti juga kenal LKS. Yang sekarang masih kuliah, sangat mungkin juga pernah menggunakan LKS. Yang sudah tuwir, mungkin tidak mengalami menggunakan LKS sewaktu bersekolah dulu.

lks

LKS adalah Lembar Kerja Siswa. Berwujud sebuah buku, seringkali tipis saja, dan berisi kumpulan soal-soal mata pelajaran sekolah. Ada yang untuk Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan Pertama, bahkan ada pula yang diperuntukkan Sekolah Lanjutan Atas. Judul-judul buku LKS seringkali heboh dan mengesankan bahwa dengan menggunakan LKS akan dapat dicapai prestasi yang luar biasa. Simak saja judul-judul LKS pada gambar; ada SMART, PRISMA, MEDALI, CERDIK, PINTAR, dan lain sebagainya. Biasanya, LKS dibuat atau diterbitkan oleh pihak swasta dan dijual di sekolah melalui guru mata pelajaran, tentu saja seijin pihak sekolah.

Menilik manfaatnya, LKS bisa digunakan sebagai sarana memacu siswa untuk lebih memahami pelajaran di sekolah. Guru-guru pun sering menggunakan soal-soal dalam LKS sebagai PR -pekerjaan rumah- untuk siswa. Ada anggapan bahwa semakin banyak berlatih mengerjakan soal yang bervariasi akan membantu siswa meningkatkan prestasi belajarnya. Sebagian besar dapat dikatakan benar.

Namun, ditengarai, banyak guru-guru yang menggunakan LKS karena memudahkan mereka dalam membuat soal, kasarnya, mereka malas atau enggan membuat soal sendiri untuk keperluan siswanya. Padahal itu adalah kewajiban mereka sebagai guru. Keberadaan LKS juga semakin memperjelas posisi siswa sebagai pasar di dunia pendidikan. Kok bisa begitu???… Ya, karena biaya pembelian LKS biasanya dibebankan kepada siswa. Artinya, ada sebagian kewajiban guru (membuat soal untuk siswanya) yang dialihkan kepada pihak lain (pembuat/penerbit LKS), dan biaya pengalihan itu menjadi beban siswa (karena harus membeli LKS).

Menurut penuturan Bu Noor, seorang mantan guru SMK dan SMP di Kendal – Jawa Tengah, pihak penjual LKS seringkali memberikan iming-iming komisi dalam jumlah atau prosentase tertentu bagi guru ataupun pihak sekolah yang bersedia menjual LKS kepada siswanya. Ada pula guru yang termakan iming-iming itu yang setengah memaksa siswa untuk membeli LKS dan mengaitkan dengan nilai yang akan diberikan di rapor siswa.

Piye jal ki???

tulisan ini sudah dipublikasikan di: www.politikana.com

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

99 thoughts on “LKS oh LKS…

    • BismiLLah…

      Hmmm… Menanggapi masalah ini, mungkin kita kembalikan kepada diri sendiri saja…
      Untuk Guru : “Apakah memang LKS ini hanya untuk ‘meringankan’ bebannya dan ‘membebankan’ kepada siswa? atau Agar kurikulum yang ada dapat tersampaikan sesuai dengan ‘rel’ nya?”
      Untuk Siswa : “Apakah dengan adanya LKS hanya menambah ‘pekerjaan’ saja? atau Justru dapat menambah pengetahuan dan ilmu dengan lebih sering berlatih?”
      Untuk Orang Tua : “Apakah LKS itu dianggap ‘membeli’? atau Ber ‘investasi’?”
      Untuk Sekolah : “Apakah LKS adalah salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan bagi sekolah dan guru? atau Justru salah satu cara untuk membuat guru dan siswanya menjadi lebih aktif dalam mengembangkan kurikulum yang ada?”
      Untuk Semua : “Apakah ada jawaban yang lainnya? atau Justru kita bisa memandangnya dengan befikir positif?”

      Tanyakennn…apa…?

      KEDUAX (lmao)
      ãñÐrî ñâwáwï´s last blog post..Mohon Do’anya

    • Maaf saya seorang guru …saya akan menanggapi secara positif kenapa siswa harus membeli LKS. Karena saya guru swasta di bawah yayasan perushaan dimana jumlah siswanya sangat banyak dimana fasilitas sudah lengkap. Karekap fasilitas dari orang tuanya di rumah udah berkecukupan membuat mereka agak malas belajar, tidak semua tetapi lebih banyak.
      Apalagi siaran televisi yg meracuni mereka sinetron sekolahan yg hanya menyuguhkan tontonan yg tidak sesuai dengan keadaan sekolah membuat mereka senang nonton hanya meniru yg negatif sehingga mereka malas belajar sukanya hiburan aja. Buku paketpun yg sudah ada kuncinya dari BSE membuat mereka malas belajar juga. Mereka hanya terpaku dengan kunci jawaban di belakang buku. Nah karena itu LKS sangat penting yg mana kunci jawaban tidak ada di buku itu jadi mereka lebih fokus untuk menjawab soal di LKS…..Selain memperkaya dengan soal2 yg dibuat oleh guru merekapun harus diperkaya dengan latihan di rumah menggunakan LKS.

  1. Nah ini dia kang…. Pengalaman saya saat mendampingi adik saya yang masih duduk di bangku SMP yang sedang belajar, saya sedikit gak setuju dengan model yang ada di LKS. Lha masak materinya sak uprit soale sak abrek.. dan terkadang ada pertanyaannya rada gak masuk akal dan gak sinkron sama weasy… doh..

  2. Jenenge wae yo wong golek duwit Kang..opo wae dilakoni, doyo2 ben iso nyangoni anake karo mbayar kontrakan omah..wes ben diikhlaske wae, rejekine uwong dewe2… hahahaha… kok dadi seriyus ngene aku…

    tukang nggunem´s last blog post..ngoyoworo

  3. wakakakkkaa aku tersinggung..hehehe
    aku ini lagi proseS menulis lks mas buat anak2 SMA kwakwkakwka DAN INI baru pertama kali..
    pelajaranae komputer..bengawan.org tak promosikan juga lho dimateri pembuatan blog dan internet hahahaha
    tp insya Allah beda yang diungkapkan masnya diatas….
    ak kemaren dimarahi penerbit gara-gara soal latiannya kurang, kebanyakan materi…
    wah bisa jadi improve ini artikel yang mas tulis
    tp ak ada referensi lks kok mung 30 lembar tur tulisane gede gede dalam penyajiannya, kata penulisnya sih penerbitnya ngejar target (bangsat hahahhaha)….Thanks Buat Artikelnya Bisa jadi masukan nih..
    DUKUNG AKU YOOOOOOOOO

    Dhanang Sukmana Adi´s last blog post..Awali Pagi Dengan Alhamdulillah dan Bismillah

    • Bila LKS-nya berkualitas, oke-oke saja digunakan di sekolah… Permasalahan lain, ya itu, pengalihan beban yang seharusnya menjadi beban sekolah dan guru kok dialihkan ke siswa… Di situ ada pelanggaran atas HAK EKOSOB siswa. Belum lagi iming-iming itu, sama saja dengan korupsi di sekolah secara terselubung. Apakah sampean rela, bilamana murid menjadi pasar??? Jangan beralasan bahwa jer basuki mawa beya, kalau mau pintar harus mau keluarin duit… Lha kalau orang ndak mampu bagaimana??? Dimana tanggungjawab negara???
      Sumbangsih sampean sangat diperlukan, bikin LKS yang bermutu, dan kawal prosesnya sampai ke siswa, jangan sampai menambah beban biaya pendidikan. (worship)

      • Betul Sekali, mas andy MSE.., kalau saya sebenarnya cari pengalaman dan nambah kum saya jadi dosen, sebenarnya itu yang saya kerja mumpung masih muda. klo pendapatan tak seberapa nominalnya paling sama kayak gaji PNS baru per judul LKS (bukan per jual lho ya)..ya mungkin memang benar kalau ada sebagian yang di ucapkan Bu Noor. coba mas cari LKS dengan nama Cerdas, menurut mas andy gimana..?saya baca di artikel atas tidak ada..itu penerbit saya mas dari solo CV Teguh Karya namanya..entar kita sama-sama evaluasi kekurangannya dimana..mungkin ada sedikit kritikan dan saran dari mas andy. soalnya ini menyangkut reputasi saya juga menulis LKS heheh….mohon bantuanya yah…maturnuwun..:)

        Dhanang Sukmana Adi´s last blog post..Awali Pagi Dengan Alhamdulillah dan Bismillah

  4. sampeyan benar cak andy. sales LKS sampe membelikan TV, KULKAS, AC dan sebagainya jika pihak sekolah mau kontrak beberapa tahun. bahkan kepala sekolah dan guru juga mendapatkan prosentase sekian persen.

    seringkali LKS itu ndak berkualitas!!!!!!

    DETEKSI´s last blog post..Menjadi Jurkam yang Efektif

  5. LKS Dilihat dari sisi manfaat, yach bermanfaat baik bagi guru maupun siswa karena ga perlu CBSH ( Catat Buku sampai Habis ) Tapi benar-benar CBSA ( cara Belajar Siswa Aktif). Namun kadang LKS ini dimanfaatkan para guru untuk malas… karena semuanya sudah ad di LKS tidak perlu penjelasan lagi… Kadang isi di LKS sulit dimngerti buat siswa….
    Dan kadang guru memanfaat kondisi ini, anak disuruh menggunakan LKS, supaya para guru ada bisnis baru… yaitu bisa memasarkan LKS di sekolah, dan para siswa diwajibkan untuk memilikinya… Ini berdasarkan pengalaman saya ketika mengajar di SMA dulu… Banyak siswa yang mengeluh karena disuruh ambil semua Paket LKS

      • @andymse, LKS…..untuk siswae…buku paket untuk gurue…dengan sistim SKS..Sistem Kebut Semalem….kan adil…tapi bener ko banyak manfaatnya juga …adapun ….beban dan membebani kita serahkan pada pemerintah……dengan pola pengajaran dan metode baru yang bisa diserap oleh masyarakat deso dan kota…..Mudah2an…

  6. Mas Yang koment diatas..hehe ceperane guru nyat LKS (begitu temen-temen guru bilang) tp itu ndak semua guru mas dan ndak seberapa mas…guru gajine sitik, mulange 24jam minim, ingin mencerdaskan kehidupan bangsa..jadi jangan salahkan guru, salahkan birokrat yang diatasnya…saya juga guru sma tp jujur saya ndak pernah jualan LKS boro boro jualan, malah suruh nagihi, kasian juga lihat anak2 yang ekoniminya mepet..gurune sing tombok….itu kan cuma segelintir orang saja yang seperti itu..
    tapi ceperane DPR dan DPRD opo jal..meres rakyat hahah (lebih bangsat lagi kan..)hahhaaha…
    jadi ndak semua GURU DAN LKS SEPERTI ITU..

    Dhanang Sukmana Adi´s last blog post..Awali Pagi Dengan Alhamdulillah dan Bismillah

  7. Ada pula guru yang termakan iming-iming itu yang setengah memaksa siswa untuk membeli LKS dan mengaitkan dengan nilai yang akan diberikan di rapor siswa.

    itu yang aku kurang setuju, seharusnya hasul dari nyawer ke siswa itu digunakan sebagian untuk mensupport yang tidak mampu membeli LKS tersebut

    senoaji´s last blog post..LATEN

  8. LKS adalah sebuah buku yang memudahkan guru namun mbikin fusing siswa.
    siswa juga jadi maless mbaca buku diktat.
    LKS adalah bagian budaya instan kita (doh)
    ciwir´s last blog post..Videotron

  9. Mungkin yang harus menjadi perhatian bagi Orang Tua / Murid dalam menempuh pendidikan, seringkali kata-kata Bayar itu dijadikan sebagai beban. Gimana kalau kita menggantinya dengan Berinvestasi, contohnya gini, SPP / Ujian / Buku / LKS / Komputer / Laptop / dll yang kita keluarkan itu adalah Investasi bagi yang membiayai atau yang menjalankan. Orang kalau berinvestasi pasti maunya nggak rugi tho? Jadi ya berfikir positif mungkin lebih membantu.

    Investasi ini juga penting ketika memilih tempat menempuh pendidikan, harus selektif layaknya seorang pemasang modal ingin menanamkan saham ke sebuah perusahaan, pasti memilih perusahaan yang sehat dan saham yang ditanamkannya dapat berkembang disitu.

    Jadi yaaa sebelum memilih untuk bersekolah / berkuliah / membeli buku / membeli lks / membeli komputer / membeli laptop dan sarana pendidikan yang lain usahakan Selektif, apakah kita dapat “berkembang” dengan itu. es~e..se… | el~e…le | ka~et~i~ef… tif, SELEKTIF

    loh kok dadi dowo (woot)
    ãñÐrî ñâwáwï´s last blog post..Sebuah perjalanan cinta [part1]…

  10. Ya LKS..baru kemarin beli LKS (Fokus) matematika….abis bikin di suruh ngerjakan 1 buku katanya..untung anaknya mau dan niat..tapi dasar anak2 ..buku yg udah pernah beli(LKS) hilang eh minta lagi..untung harganya murah…coz…membantu sekali bagi guru ( baca:yg malas buat soal) dan siswa (jadi nggak ketinggalan)

    salam

    Diah´s last blog post..Recehan Datang Sendiri Dari Dalam Ruangan,Mana Bisa ????

  11. Dulu..jaman2 saya masih SMA, suka di paksa harus wajib kudu beli dari guru sendiri. seklipun itu foto kopian. Jual paksa. Dampaknya Laku keras karena kalau tidak beli ya…resikonya….nilai jeblog. tapi itu dulu. Sekarang? nggak minat lagi beli LKS. buat apa? buat ngeblog? ada gitu?
    Thanks mas

    pakde´s last blog post..Menyulap Kalong menjadi Uang Saku.

  12. LKS banyak yang gak mutu. Lha pelajaran komputer kok masih bawa2 telkomnyet dan modem 56 kbps. Ini jamannya 3,6 mbps kan?
    Ada netscape lagi. Itu penulis atau penerbitnya yang fekok ya?

  13. Komisi LKS = 30 + 5 %.
    Mesti bingunge…
    Maksudnya:
    Pertama kita dapat potongan langsung sebesar 30%, lalu dari sisa yg harus dibayarkan, guru dapat lagi potongan 5%.
    Silahkan diselidiki, apa sama dengan potongan 35% apa enggak.
    Selainnya itu masih dapat buku agenda, tanggalan dan sarung buat lebaran. Kadang bisa ditambah jaket.
    Sebagai guru, saya jelas jual LKS, malah masih ditambah buku cetak.
    Tapi sebagai orang tua, saya dulu juga beli LKS dan buku buat anak saya.

    marsudiyanto´s last blog post..Jangan Pernah Berurusan Dengannya

  14. yah begitulah komersialisasi pendidikan. penerbit berusaha sekuat tenaga agar bukunya laku sampai memberi iming-iming pada guru. ibuku guru sd lho…

  15. pakabarrr, mas Andy ??? duh, dah lama ngga jalan2 nih, mas…kangen…
    ikutan nimbrung di sini blm basi kan ?^_^

    kl menurutku, LKS itu bisa bagus2 aja kalo materinya emang sesuai sama yg diajarin gurunya.
    guru ngajarin materi, lalu ngasih soal2 latihan spy murid2 bisa lebih memahami ilmunya..

    cuma kok ya emang banyak LKS yg ngga nyambung sama buku pelajarannya, trus soal2nya ngga mutu, trus yang paling ‘nyebelin’ kl sekolah maksa rela murid utk beli buku LKS – yang ngga mutu – spy bisa dapat komisi..*kejadian di sekolah anakku dulu* ….trus gimana qt sebagai ortu ? diem aja ? engga dong…demo ! hehe…engga deng…ya komplen aja ke kepala sekolahnya, kl ngga mempan…pindahin sekolahnya…^_^

    lita´s last blog post..Pendidikan Lingkungan

    • (doh) ibuuu…… beberapa bulan saya kehilangan ibu Lita…
      ternyata sama saja dengan Bu Noor… sedang mogok internetan… :D maklum, ibu rumah tangga kesibukannya justru sangat luarbiasa….
      yeach… tulisan tentang LKS ini hanyalah ungkapan keprihatinan saja saja bu Lita…
      semoga pendidikan Indonesia lebih baik lagi di masa mendatang…
      Salam

  16. LKS? Mengalami pergeseran makna. Saya anti menggunakan LKS dari penerbit. Mengapa ? LKS sering menganiaya siswa karena dijejali dengan materi dan soal yang sama sekali tidak mempertimbangkan tingkat kesukaran soal dan aspek psikologis siswa. Siswa dikerdilkan dengan latihan soal yang terjebak pada ranah kognitif. LKS seyogyanya dirancang sendiri oleh guru, dan itu merupakan kesinambungan dari mulai guru pembuatan pemetaan pembelajaran (bahan ajar dan evaluasi dengan memperhatikan bobot taksonomi setiap SK – KD – dan IP) serta silabus. Pengalaman saya sebagai guru, saya menggunakan LKS produk saya sendiri yang sama sekali berbeda formatnya dengan LKS yang beredar selama ini. LKS tersebut tidak membuat siswa harus merogoh kocek lagi. Saya mempersiapkan satu lembar atau 1/2 lembar LKS (saya diktekan atau saya tulis di papan tulis) untuk setiap tatap muka di kelas, yang dapat dikerjakan secara kelompok secara mandiri Dan itu merupakan bagian integral dalam pembelajaran (tatap muka) hari itu. Jangan terjebak pada iming2 penerbit yang menjanjikan rabat. Insya Allah Bapak/Ibu guru tidak akan miskin karena tidak menjual LKS. LKS membantu guru. Betulkah? Saya tidak percaya. Kreativitas bapak/ ibu guru malah menjadi terkungkung, dan maaf menjadi malas.Ingat LKS haruslah disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan kondisi lingkungan belajar siswa. Bravo bapak/ibu guru Indonesia, ayo menjadi guru kreatif dengan pelayanan yang prima kepada siswa. Saya yakin kita bisa.

    • Saya sepakat dengan Rederika… (worship) Guru-guru seperti anda sangat dibutuhkan Indonesia. Mari majukan pendidikan Indonesia lebih baik… Pasti bisa!

  17. Selama ini memang citra LKS sangat jelek, karena biasanya penerbitan LKS banyak ditunggangi kepentingan bisnis yg memanfaatkan guru sebagai bamper. untuk itu ketika mau menggunakan LKS tolong diperhatikan isi materinya ( bisa dari daftar isi dan jumlah halaman yg mewadahi uraian materi, sedikit or cukup banyak ? jika cukup banyak berarti uraian materinya cukup memadai). Sekarang ada LKS yg telah berusaha untuk tampil yg memadai, bahkan menurut saya, seandainya siswa or guru tanpa buku materipun, cukup bisa memahami bahan pelajaran cukup dng LKS saja. Buktikan di FORMATIF LKS terbutan VIVA PAKARINDO. Tidak perlu beli dahulu, cukup tengok di ipasmk.blogspot saja.

  18. kebetulan saya lagi buat artikel semacam ini, lumayan membantu..
    Izin ngutip kutipan diatas ya mas di FB….::saat aku merasa bodoh, aku melihat potensiku.. ..saat aku sok pintar, orang lain tahu kebodohanku::.. nice Quotation I think^_^

    klik untuk baca tulisan Vidia berjudul The Holes, lubang yang ini tidak enak!

  19. LKS memang dapat membantu siswa dalam PBM terutama dalam metode diskusi, tapi LKS itu harus dibuat sendiri oleh guru sesuai dengan SK,KD dan TP pembelajaran. LKS ini tidak memberatkan siswa bila diberikan satu lembar / kelompok tiap tatap muka atau dicatatkan di white board. Dengan berpedoman pada LKS itu siswa berdiskusi dibawah bimbingan guru, sehingga siswa lebih aktif bisa belajar mengeluarkan pendapat dan menghargai pendapat orang lain.

  20. menurut saya pandangan mengenai LKS sperti yang sudah ada di blog ini adalah keliru. tujuan pembuatan LKS sebenarnya adalah untuk mendukung sistem belajar mengajar di sekolah, mempermudah siswa belajar dan memahami materi. karena selama ini banyak siswa yang enggan untuk membuka dan mempelajari buku paket sekolah. LKS sebetulnya dibuat berdasarkan kisi-kisi dan intisari kurukulum serta mata pelajaran yang telah ditetapkan pemerintah. menurut pengamatan yang telah dilakukan, siswa yang belajar dengan LKS rata-rata mengalami peningkatan dalam mutu belajarnya, karena dalam LKS setiap siswa dapat secara aktif belajar dan mengapresiasikan ilmu yang mereka terima disekolah. terlepas apakah LKS itu mahal, merepotkan orang tua atau apa saja lah. karena setiap orang tua menginginkan anaknya bisa pintar, cerdas dan berprestasi, dan hal itu tergantung pada orang tua apakah mau mendukung anak2nya menjadi berprestasi atau tidak. dan dukungan orang tua tersebut tentu ada konsekuensinya……………………………………….

    • weleh… sampeyan ndak paham pak gibran! coba lihat komentar sebelumnya…
      seyogyanya lks menjadi bagian dari tanggungjawab guru, bukannya dibuat oleh pihak ketiga yang pada akhirnya secara terselubung menjadikan siswa sebagai pasar. (doh)

  21. gini aja mas…ada penyalur LKS gak yang mau kerjasama sama saya…biar saya yang jual.. kalu ada hubungi mail saya

  22. Persiapan Ujian Nasional 2010 lebih baik dilakukan sejak dini, supaya lebih matang dan siap..
    sudah ada bukunya mengenai soal latihan dan prediksi UN… Strategi Khusus Menghadapi Ujian Nasional SMA mapel KIMIA… lengkapnya lihat
    LINK REMOVED

  23. mempersiapkan Ujian Nasional tahun 2010 sejak dini, sekarang sudah diterbitkan buku latihan soal – soal dan prediksi UN tahun 2010. untuk lebih jelas lihat di web kami :
    LINK REMOVED

    • @sunarya, terimakasih koreksinya, namun di banyak sumber yang saya dapatkan termasuk dari buku-buku LKS, menyebutkan “lembar kerja siswa”… mungkin karena itulah isinya kebanyakan soal-soal melulu… semoga bisa diluruskan dan nantinya LKS adalah lembar kegiatan siswa, jadi isinya ya berbeda… tidak hanya soal saja!
      salam

  24. Everyone loves what you guys are usually up too.
    This sort of clever work and exposure! Keep up
    the good works guys I’ve incorporated you guys to blogroll.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>