Makibao dan Tiga Diva

Makibao adalah nama kuda kartun dari Jepang. Karena begitu menginspirasi, saya menggunakannya untuk nama sepeda motor saya.

Di musim hujan seperti sekarang ini, Makibao tentunya cepat sekali kotor. Jadi, jadwal cuci motor pun harus lebih sering. Karena hari Minggu kemarin Makibao tidak bisa istirahat, terpaksa jadwal cuci motor tertunda sehari.

Mencuri-curi waktu di sela bekerja,  hari ini Makibao harus saya antar ke tempat cuci sepeda motor karena sudah terlalu kotor terkena lumpur dan cipratan air hujan.  Untuk urusan cuci motor, saya tidak punya langganan tetap. Selalu saja mencoba berbagai tempat cuci motor, barangkali ada yang cocok. Namun, selama ini belum ada satupun yang sesuai dengan keinginan saya. Selalu saja saya mesti harus membersihkan ulang, memoles ulang, atau sekedar ngelap beberapa bagian yang masih terlewatkan saat dibersihkan di tempat cuci motor.

Ketidak-puasan serupa juga saya rasakan bilamana melakukan servis rutin bahkan bila di bengkel resmi sekalipun. Saya selalu menyetel ulang karburator, pengapian, sesekali juga kekencangan rantai dan rem. Dengan begitu, saya merasa motor saya selalu “gue banget”…

Tadi, kebetulan saya mencuci Makibao di tempat cuci motor yang terletak di pinggir jalan di kampung Pondongan, Banaran, Grogol, Sukoharjo. Pemilik Tempat Cuci Motor RESIK itu bernama pak Madi, akrab dipanggil Madi Gundul. Bersama anak lelakinya, Madi Gundul mengelola tempat cuci motor itu sejak beberapa tahun lalu. Uniknya, ternyata bukan hanya Madi Gundul dan anak lelakinya yang ikut bekerja. Hanya pencucian motor saja yang ditangani oleh kaum lelaki. Begitu selesai dicuci, motor dipindahkan ke tempat parkir…

cuci-motor-resik-pak-madi-gundul-pondongan-banaran-grogol-sukoharjo

Tiba-tiba datang TIGA DIVA… Langsung membawa beberapa macam lap, semprotan berisi cairan silikon, poles ban dan kuasnya, juga selang angin untuk menyingkirkan air di sela-sela bagian motor. Ya… tiga diva itu adalah Bu Madi bersama anak dan menantunya. Tempat cuci motor unik itu memang menjadi usaha keluarga dimana masing-masing anggota keluarga ikut berperan di dalamnya.

Hhhmmm… Makibao yang sudah kinclong sekarang nyaman dikendarai. Sepertinya dia sangat ceria sehabis dielus-elus tiga diva…

Mau???…  (lmao)

http://andy.web.id/tiga-diva.php

Post to Twitter Post to Plurk Post to Facebook Send Gmail

Related Posts

63 thoughts on “Makibao dan Tiga Diva

  1. Hehehe (LOL) busyet, makibao… Wekekek. Kok motor baru dikasih nama kuda kuntet. Orang temen saya di bandung aja yg punya motor merah butut (tahun 70an kali, (LOL) ) dikasih nama si harley… (haha)

  2. hmm….jadi inget ama Montir-Montir Cantik….hehehe…apa lagi tiga divanya tipe2 SPG gitu, ntar cuci motornya bisa 2 kali sehari….hehehe……..

  3. Lah kenapa gak di eluz eluz dewe,,,
    kalo saya musim hujan jarang nyuci motor,,, setiap hari, setiap jam jalanan becek, udah bersih baru selesai nyuci malah kehujanan lagi, mendingan jarang dicuci sekalian… :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *